Sebut Lawannya dari Iran Teroris, Atlet Korea Selatan Ini Minta Maaf

Kompas.com - 01/08/2021, 15:49 WIB
Atlet menembak Korea Selatan Jin Jong-oh berpose dengan medali emas yang diraihnya dalam Kejuaraan Dunia ISSF ke-51 di Las Gabias, dekat Granada, pada 11 September 2014. Di sebelahnya adalah Yusuf Dikec (Turki, kiri), dan Vladimir Gontcharov (Rusia, kanan). Jin meraih emas di nomor 10 meter air pistol. AFP PHOTO/JORGE GUERREROAtlet menembak Korea Selatan Jin Jong-oh berpose dengan medali emas yang diraihnya dalam Kejuaraan Dunia ISSF ke-51 di Las Gabias, dekat Granada, pada 11 September 2014. Di sebelahnya adalah Yusuf Dikec (Turki, kiri), dan Vladimir Gontcharov (Rusia, kanan). Jin meraih emas di nomor 10 meter air pistol.

TOKYO, KOMPAS.com - Seorang atlet Korea Selatan minta maaf, setelah menyebut lawannya yang berasal dari Iran sebagai teroris.

Dalam cabang olahraga menembak di Olimpiade Tokyo, Javad Foroughi memenangkan emas di nomor 10 meter air pistol, mengalahkan Damir Mikec (Serbia) dan Wei Pang (China).

Hanya saja, prestasi Foroughi ditanggapi sinis oleh Jin Jong-oh, peraih empat medali emas sepanjang partisipasinya di Olimpiade.

Baca juga: An San, Pemanah Korea Selatan di Olimpiade Tokyo, Berjuang Lawan Seksisme Negaranya Sendiri

"Bagaimana bisa teroris memenangkan emas? Hal paling konyol dan membingungkan," ucap Jin kepada reporter di Bandara Seoul, dikutip Korea Times.

Ucapan Jin itu merujuk kepada temuan bahwa Foroughi merupakan anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), sayap militer elite di Iran.

Garda Revolusi adalah pasukan elite yang membawa misi rahasia hingga keluar negara, dan mempunyai posisi penting di dalam negerinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 2019, Amerika Serikat (AS) memasukkan pasukan yang dipimpin langsung Pemimpin Tertinggi Iran tersebut ke dalam organisasi teroris.

Pernyataan Jin Jong-oh muncul setelah United for Navid memprotes keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang mengizinkan Foroughi berkompetisi.

United for Navid adalah grup yang didirikan setelah Navid Afkari, seorang pegulat Iran, dieksekusi mati di Shiraz atas tuduhan membunuh aparat saat demonstrasi 2018.

Baca juga: Atlet Panahan Korea Selatan Ini Dibully karena Rambut, padahal Sumbang 3 Emas di Olimpiade Tokyo

"Pemberian medali emas kepada Javad Foroughi tak hanya bencana untuk olahraga Iran, namun juga dunia, terutama IOC," kecam United fot Navid.

Dilansir Insider Jumat (30/7/2021), kelompok itu menyebut IRGC mempunyai sejarah membunuh orang tak bersalah hingga ke Lebanon.

"Kami meminta IOC melakukan penyelidikan dan sampai selesainya investigasi, pemberian medali kepadanya ditangguhkan," ujar United for Navid.

Segera setelah komentar Jin beredar, Kedutaan Iran di Korea Selatan merespons dengan meminta agar cacian kepada Foroughi dihentikan.

Baca juga: Pelatih Renang Australia Ini Berselebrasi Heboh, Relawan Olimpiade Tokyo Ketakutan

Dalam rilisnya, Kedubes Iran menyatakan IRGC sudah melindungi negara dan merupakan militer resmi "Negeri Para Mullah".

Jin sendiri dalam media sosialnya menyampaikan permintaan maaf karena sudah berkomentar tidak pantas kepada Foroughi.

"Saya meminta maaf kepada Foroughi. Saya menghormati juara Olimpiade," kata Jin Jong-oh dalam unggahannya Sabtu (31/7/2021) diwartakan Korea Times.

Dia mengaku salah karena pernyataannya sampai menuai kontroversi, dan tidak memilih setiap kata dengan hati-hati.

Baca juga: Manfaatkan Kondom, Atlet Australia Sabet Medali Emas Olimpade Tokyo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sanksi WADA Merembet, Bendera Merah Putih Tak Boleh Berkibar di MotoGP, WorldSBK, hingga F1

Sanksi WADA Merembet, Bendera Merah Putih Tak Boleh Berkibar di MotoGP, WorldSBK, hingga F1

Global
Dari China hingga AS Alami Kekurangan Bahan-bahan Pokok, Apa Penyebabnya?

Dari China hingga AS Alami Kekurangan Bahan-bahan Pokok, Apa Penyebabnya?

Global
Wanita Ini Jadikan Anjingnya Vegetarian Demi Kurangi Emisi Karbon

Wanita Ini Jadikan Anjingnya Vegetarian Demi Kurangi Emisi Karbon

Global
Dinyatakan Tidak Bisa Punya Anak oleh Dokter, Wanita Ini Jadi Ibu di Usia 70 Tahun

Dinyatakan Tidak Bisa Punya Anak oleh Dokter, Wanita Ini Jadi Ibu di Usia 70 Tahun

Global
Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Global
Taliban Izinkan Vaksinasi Polio di Afghanistan Setelah Bertahun-tahun Melarang

Taliban Izinkan Vaksinasi Polio di Afghanistan Setelah Bertahun-tahun Melarang

Global
Bom Perang Dunia I Meledak di Pesta Setelah Pernikahannya, Pengantin Ini Kehilangan Saudaranya

Bom Perang Dunia I Meledak di Pesta Setelah Pernikahannya, Pengantin Ini Kehilangan Saudaranya

Global
Media Hong Kong: China Tercengang Indonesia Juara Piala Thomas

Media Hong Kong: China Tercengang Indonesia Juara Piala Thomas

Global
Telepon Darurat Lapor Ada Kebocoran Gas, Dicari Satu Jam Ternyata ...

Telepon Darurat Lapor Ada Kebocoran Gas, Dicari Satu Jam Ternyata ...

Global
Israel Setujui 4.000 Warga Palestina Jadi Penduduk di Tepi Barat, Kali Pertama Sejak 2009

Israel Setujui 4.000 Warga Palestina Jadi Penduduk di Tepi Barat, Kali Pertama Sejak 2009

Global
Presiden Ceko Dinyatakan Tidak Dapat Melakukan Tugas karena Alasan Kesehatan

Presiden Ceko Dinyatakan Tidak Dapat Melakukan Tugas karena Alasan Kesehatan

Global
China Rancang Undang-Undang Baru, Akan Hukum Orang Tua atas Perilaku Buruk Anaknya

China Rancang Undang-Undang Baru, Akan Hukum Orang Tua atas Perilaku Buruk Anaknya

Global
Nur Sajat Jual Semua Bisnisnya di Malaysia dan Pindah ke Australia

Nur Sajat Jual Semua Bisnisnya di Malaysia dan Pindah ke Australia

Global
Manhattan Project: Sejarah, Perkembangan, dan Korban Nuklirnya

Manhattan Project: Sejarah, Perkembangan, dan Korban Nuklirnya

Internasional
Indonesia dan Malaysia Mengaku Khawatir Soal Rencana Kapal Selam Nuklir Australia

Indonesia dan Malaysia Mengaku Khawatir Soal Rencana Kapal Selam Nuklir Australia

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.