Kompas.com - 28/07/2021, 14:42 WIB
Seorang pria Palestina memeriksa kerusakan gedung enam lantai yang dihancurkan oleh serangan udara Israel dini hari, di Gaza, Selasa (18/5/2021). Israel melakukan gelombang serangan udara terhadap apa yang dikatakannya sebagai sasaran milisi di Gaza, meratakan gedung enam lantai di pusat kota Gaza City. Sementara itu milisi Palestina menembakkan puluhan roket ke Israel pada Selasa pagi, yang terbaru dalam perang keempat antara kedua belah pihak. AP PHOTO/KHALIL HAMRASeorang pria Palestina memeriksa kerusakan gedung enam lantai yang dihancurkan oleh serangan udara Israel dini hari, di Gaza, Selasa (18/5/2021). Israel melakukan gelombang serangan udara terhadap apa yang dikatakannya sebagai sasaran milisi di Gaza, meratakan gedung enam lantai di pusat kota Gaza City. Sementara itu milisi Palestina menembakkan puluhan roket ke Israel pada Selasa pagi, yang terbaru dalam perang keempat antara kedua belah pihak.

KOMPAS.com - Organisasi hak asasi manusia internasional, Human Rights Watch (HRW), melaporkan pada Selasa (27/7/2021) bahwa Israel dan Hamas melakukan kejahatan perang.

"Pasukan Israel dan kelompok bersenjata Palestina melakukan serangan selama pertempuran pada Mei 2021 di Jalur Gaza. Israel melanggar hukum dan tampaknya merupakan kejahatan perang," kata HRW.

Konflik 11 hari pada bulan Ramadhan itu menewaskan sedikitnya 254 warga Palestina dan 13 warga Israel.

Kekerasan terjadi sebagai tanggapan atas perlakuan pasukan Israel terhadap warga Palestina yang memprotes penggusuran di Yerusalem timur.

Baca juga: Lagi, Israel Balas Balon Pembakar Gaza dengan Serangan Udara

Apa rincian laporan HRW?

Laporan HRW berfokus pada tiga kasus serangan udara Israel. Sedangkan serangan roket "tanpa pandang bulu" dari milisi Palestina yang terjadi lebih dari 4.000 kali akan menjadi subjek laporan selanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Israel melakukan serangan ke Beit Hanoun pada 10 Mei, kamp pengungsi Al-Shati pada 15 Mei, dan serangkaian serangan di Gaza City pada 16 Mei.

HRW juga mencatat serangan Israel lainnya yang terjadi selama konflik juga termasuk tindakan melanggar hukum.

Baca juga: Israel Kebakaran akibat Serangan Balon Pembakar dari Gaza

Tiga serangan tersebut membunuh 62 warga sipil Palestina di mana tidak ada target militer yang jelas di sekitarnya.

Serangkaian serangan di jalan Al-Wahda, Gaza City, menghancurkan tiga gedung apartemen dan menewaskan total 44 orang, termasuk 18 di antaranya adalah anak-anak.

Setengah dari korban berasal dari satu keluarga, kata HRW.

Baca juga: Balas Balon Pembakar, Israel Gempur Jalur Gaza

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Biden Lupa Nama PM Australia: Kepada Teman di Sebelah, Terima Kasih

Ketika Biden Lupa Nama PM Australia: Kepada Teman di Sebelah, Terima Kasih

Global
Kapal Selam Bertenaga Nuklir Jadi Prioritas Tangkal China di Indo-Pasifik

Kapal Selam Bertenaga Nuklir Jadi Prioritas Tangkal China di Indo-Pasifik

Global
Taliban Tembak Mati Ibu yang Gendong Bayinya Usai Demo di Kabul Afghanistan

Taliban Tembak Mati Ibu yang Gendong Bayinya Usai Demo di Kabul Afghanistan

Global
10 Tempat Misterius di Dunia, Mana yang Paling Buat Kamu Penasaran?

10 Tempat Misterius di Dunia, Mana yang Paling Buat Kamu Penasaran?

Internasional
Perbaiki Hubungan Bilateral, India Serukan China Tarik Pasukan di Perbatasan

Perbaiki Hubungan Bilateral, India Serukan China Tarik Pasukan di Perbatasan

Global
Covid-19 Bikin Dia Jadi Gelandangan, Buronan Selama 29 Tahun Ini Menyerahkan Diri

Covid-19 Bikin Dia Jadi Gelandangan, Buronan Selama 29 Tahun Ini Menyerahkan Diri

Global
AS dan Inggris Bantu Australia Buat Kapal Selam Nuklir, China Kecewa

AS dan Inggris Bantu Australia Buat Kapal Selam Nuklir, China Kecewa

Global
Sejumlah Roket Hantam Dekat Kabul, Afghanistan Masih Tegang

Sejumlah Roket Hantam Dekat Kabul, Afghanistan Masih Tegang

Global
Pemimpin ISIS di Afrika yang Dibunuh Perancis Kepalanya Dihargai Rp 71,2 Miliar

Pemimpin ISIS di Afrika yang Dibunuh Perancis Kepalanya Dihargai Rp 71,2 Miliar

Global
Belum Divaksin, Presiden Brasil Ngeyel Bakal Hadir di Sidang Umum PBB

Belum Divaksin, Presiden Brasil Ngeyel Bakal Hadir di Sidang Umum PBB

Global
Misteri Al Naslaa, Batu yang Terbelah dengan Sempurna di Arab Saudi

Misteri Al Naslaa, Batu yang Terbelah dengan Sempurna di Arab Saudi

Global
Surat Wasiat Pangeran Philip Dirahasiakan Selama 90 Tahun, Ini Sebabnya...

Surat Wasiat Pangeran Philip Dirahasiakan Selama 90 Tahun, Ini Sebabnya...

Global
71 Persen Populasi China Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Penuh

71 Persen Populasi China Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Penuh

Global
Pemilu Kanada 2021: Profil Erin O'Toole, Pemula yang Berpeluang Kalahkan PM Justin Trudeau

Pemilu Kanada 2021: Profil Erin O'Toole, Pemula yang Berpeluang Kalahkan PM Justin Trudeau

Global
Taliban Larang Staf Wanita Masuk Kementerian Urusan Perempuan Afghanistan

Taliban Larang Staf Wanita Masuk Kementerian Urusan Perempuan Afghanistan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.