Kompas.com - 02/07/2021, 16:05 WIB
Ledakan menerangi langit malam di atas gedung-gedung di Kota Gaza saat pasukan Israel menembaki daerah kantong Palestina, pada awal 16 Juni 2021. AFP PHOTO/MAHMUD HAMSLedakan menerangi langit malam di atas gedung-gedung di Kota Gaza saat pasukan Israel menembaki daerah kantong Palestina, pada awal 16 Juni 2021.

GAZA CITY, KOMPAS.com – Israel kembali melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di Jalur Gaza pada Jumat (2/7/2021).

Militer Israel menyebut, serangan udara tersebut dilancarkan sebagai balasan atas peluncuran balon pembakar dari wilayah Gaza.

The Guardian mewartakan, sejumlah sumber melaporkan bawah serangan itu menghantam tempat-tempat pelatihan di Gaza.

Baca juga: Balas Serangan Balon Pembakar, Israel Serang Situs Milisi Gaza dari Udara

Israel mengeklaim bahwa penguasa Gaza, Hamas, merupakan pihak yang bertanggung jawab atas peluncuran balon pembakar itu. Belum ada komentar langsung dari Hamas.

"Menanggapi balon pembakar yang dikirim ke wilayah Israel hari ini, jet tempur menyerang lokasi pembuatan senjata milik organisasi teror Hamas," klaim militer Israel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Kamis (1/7/2021), dinas pemadam kebakaran Israel mengatakan peluncuran balon pembakar dari Gaza telah memicu empat kebakaran di wilayah Eshkol.

Baca juga: Faksi Gaza Ancam Israel: Tunda Bantuan Bisa Nyalakan Lagi Pertempuran

Dinas pemadam kebakaran Israel menyatakan, api tersebut kecil dan tidak berbahaya dan dengan cepat dapat dikendalikan.

“Seorang penyelidik kebakaran mendapatkan temuan bahwa semua kebakaran itu disebabkan oleh balon pembakar (dari Gaza),” kata dinas pemadam kebakaran Israel.

Kendati demikian, masih belum diketahui secara pasti kelompok mana yang berbasis di Gaza yang bertanggung jawab atas peluncuran balon pembakar tersebut.

Baca juga: Hamas dan PBB Gagal Bicarakan Masalah Kemanusiaan di Jalur Gaza

Serangan udara terbaru yang dilancarkan Israel tersebut merupakan ketegangan terbaru antara Hamas dan Israel pasca-menyepakati gencatan senjata pada 21 Mei.

Gencatan senjata tersebut tercapai setelah Israel dan Hamas saling jual-beli serangan selama 11 hari lamanya.

Setelah gencatan senjata, gejolak masih tetap ada, termasuk serangkaian peluncuran balon pembakar pada Juni. Israel telah membalasnya dengan serangan udara.

Baca juga: Israel Akhirnya Buka Ekspor Terbatas untuk Produk Pertanian dari Jalur Gaza

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.