Kompas.com - 23/06/2021, 21:03 WIB
Para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina sambil meneriakkan slogan-slogan anti-Israel sambil membakar representasi buatan tangan dari bendera Israel selama protes terhadap pawai oleh ultranasionalis Yahudi melalui Yerusalem timur, di sepanjang jalan-jalan Kota Gaza, Selasa, 15 Juni 2021. AP PHOTO/ADEL HANAPara pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina sambil meneriakkan slogan-slogan anti-Israel sambil membakar representasi buatan tangan dari bendera Israel selama protes terhadap pawai oleh ultranasionalis Yahudi melalui Yerusalem timur, di sepanjang jalan-jalan Kota Gaza, Selasa, 15 Juni 2021.

GAZA, KOMPAS.com - Faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza telah memperingatkan Israel agar tidak menunda pencabutan pembatasan yang diberlakukan di daerah kantong yang dikuasai Hamas, dan menghambat rekonstruksi setelah serangan dahsyat bulan lalu.

Peringatan itu dikeluarkan pada Selasa (22/6/2021) setelah para pemimpin berbagai faksi di Jalur Gaza bertemu di kantor Hamas.

Baca juga: Bentrok Warga Polisi Israel dan Palestina di Yerusalem Timur yang Diduduki

Pertemuan itu membahas perkembangan terbaru seputar gencatan senjata yang dicapai pada Mei antara Israel dan Hamas, yang mengakhiri serangan 11 hari Israel di Gaza.

Faksi-faksi Palestina mengajukan daftar tuntutan kepada Israel yang mencakup pembukaan kembali penyeberangan perbatasan, memungkinkan transfer bantuan keuangan dari Qatar, dan pembukaan kembali zona penangkapan ikan Gaza.

Faksi memperingatkan jika Israel menolak untuk memenuhi tuntutan tersebut, mereka akan melanjutkan peluncuran balon pembakar ke Israel dan mengorganisir demonstrasi di perbatasan dengan Israel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelompok-kelompok itu juga mengeluarkan ancaman terselubung untuk memperbarui serangan tembakan roket.

Baca juga: Operasi Penyamaran Sayeret Matkal Israel, Pura-pura Mabuk lalu Tembak

Pertukaran tahanan

Faksi Gaza menyatakan menolak upaya untuk menghubungkan upaya rekonstruksi di Gaza dengan pertukaran tahanan.

"Kami tidak akan menerima tekanan pada orang-orang kami atau upaya apa pun untuk menghubungkan kasus satu sama lain," kata faksi tersebut dalam sebuah pernyataan melansir Reuters pada Rabu (23/6/2021).

Israel telah menuntut agar Hamas menyerahkan dua warga sipil Israel dan mayat dua tentara yang ditahan oleh kelompok itu.

Media Israel juga melaporkan bahwa PBB dan mediator Mesir mengatakan kepada Hamas bahwa pembangunan kembali Gaza harus dikaitkan dengan perjanjian pertukaran tahanan dengan Israel.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang HUT Ke-76 RI, KBRI Roma Peringati Hari Anak Nasional dan Ceria Merdeka

Jelang HUT Ke-76 RI, KBRI Roma Peringati Hari Anak Nasional dan Ceria Merdeka

Global
Mengapa Kapal Selam Berwarna Hitam atau Abu-abu?

Mengapa Kapal Selam Berwarna Hitam atau Abu-abu?

Global
Meksiko Adakan Referendum untuk Selidiki Kejahatan Mantan Presiden Selama Menjabat

Meksiko Adakan Referendum untuk Selidiki Kejahatan Mantan Presiden Selama Menjabat

Global
Kebakaran Hutan Landa AS, Biden Tegaskan Cegah Perubahan Iklim

Kebakaran Hutan Landa AS, Biden Tegaskan Cegah Perubahan Iklim

Global
Spesifikasi Panther, Tank Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Spesifikasi Panther, Tank Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Global
15 Tentara Niger Gugur Disergap Kelompok Teroris

15 Tentara Niger Gugur Disergap Kelompok Teroris

Global
Atlet Olimpiade Protes Diberi Ruang Karantina Covid-19 Seperti Penjara

Atlet Olimpiade Protes Diberi Ruang Karantina Covid-19 Seperti Penjara

Global
Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan dalam Gua di Arab Saudi, Peneliti Takjub Kondisinya Baik

Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan dalam Gua di Arab Saudi, Peneliti Takjub Kondisinya Baik

Global
Unjuk Rasa Pecah di Berlin Tolak Pembatasan Covid-19, 600 Orang Ditahan

Unjuk Rasa Pecah di Berlin Tolak Pembatasan Covid-19, 600 Orang Ditahan

Global
Atlet Inggris Peraih Emas Olimpiade Kedapatan Merajut Sambil Menonton Pertandingan

Atlet Inggris Peraih Emas Olimpiade Kedapatan Merajut Sambil Menonton Pertandingan

Global
Olimpiade Tokyo 2020: Cerita di Balik Karya Seni Raksasa di Sawah Jepang

Olimpiade Tokyo 2020: Cerita di Balik Karya Seni Raksasa di Sawah Jepang

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: Joe Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | Raja Malaysia Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

KABAR DUNIA SEPEKAN: Joe Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | Raja Malaysia Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

Global
Tank Nazi Perang Dunia II Ditemukan di Ruang Bawah Tanah Seorang Pensiunan, Aparat Bingung Kasih Hukuman

Tank Nazi Perang Dunia II Ditemukan di Ruang Bawah Tanah Seorang Pensiunan, Aparat Bingung Kasih Hukuman

Global
Sejumlah Negara Perketat Pembatasan Covid-19 karena Varian Delta, dari China hingga Australia

Sejumlah Negara Perketat Pembatasan Covid-19 karena Varian Delta, dari China hingga Australia

Global
Ancaman Kim Yo Jong jika Korsel Jadi Latihan Militer bersama AS

Ancaman Kim Yo Jong jika Korsel Jadi Latihan Militer bersama AS

Global
komentar
Close Ads X