Kompas.com - 23/06/2021, 04:06 WIB
Seorang warga Palestina terlibat bentrok dengan polisi Israel di situs Kota Tua Yerusalem Jumat (22/12/2017). Protes Jumat merupakan rangkaian aksi Hari Kemurkaan pasca-pengakuan Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menahem Kahana/AFPSeorang warga Palestina terlibat bentrok dengan polisi Israel di situs Kota Tua Yerusalem Jumat (22/12/2017). Protes Jumat merupakan rangkaian aksi Hari Kemurkaan pasca-pengakuan Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Para polisi Israel menggunakan granat kejut dan menyemprotkan merica ke warga Palestina pada Senin (21/6/2201) malam waktu setempat di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur yang diduduki.

Ada bentrokan antara pemukim Israel dan Palestina pada Senin malam sebelumnya, di mana media Israel melaporkan bahwa dua pihak saling melemparkan batu dan kursi.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 20 warga Palestina terluka dalam bentrokan itu dan laporan mengatakan beberapa orang ditangkap, seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Hamas Desak Warga Palestina “Lawan” Parade Bendera Israel di Yerusalem

Mereka yang terluka termasuk 16 orang yang terluka akibat semprotan merica dan gas air mata, serta seorang lansia yang dipukul di bagian kepala.

Layanan medis juga mengatakan beberapa ambulansnya menjadi sasaran pemukim Yahudi yang melemparkan batu ke kendaraannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, puluhan pemukim Israel pada Selasa (22/6/2021) memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki, menurut Departemen Wakaf Islam.

Sekitar 44 pemukim masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi Israel, dan lebih banyak pemukim diperkirakan akan memasuki lokasi itu di hari berikutnya, katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Israel Bersiap Gelar Pawai Bendera di Yerusalem, Peringatan Ancaman Keamanan Baru

Tindakan keras yang sering dilakukan

Senin (21/6/2021) malam waktu setempat, polisi Israel terlihat menggerebek sebuah rumah warga Palestina dan melemparkan granat kejut ke warga di dalamnya.

Sheikh Jarrah telah sering menjadi tempat dilakukannya kekerasan antara polisi Israel terhadap warga Palestina, yang memprotes ancaman pengusiran paksa puluhan keluarga Palestina dari rumah mereka demi kelompok pemukim Israel garis keras.

Israel menyebutnya "perselisihan real-estate", sementara Palestina dan kelompok hak asasi mengatakan kasus tersebut menyoroti kebijakan diskriminatif yang bertujuan mendorong warga Palestina keluar dari Yerusalem.

Baca juga: Video Sinkhole Terjadi di Yerusalem, Telan Sejumlah Mobil

Halaman:

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X