Kapal Perang Inggris Memasuki Laut China Selatan, Media China Singgung Soal Kolonialisme

Kompas.com - 28/07/2021, 13:22 WIB
UK Carrier Strike Group 2021, dipimpin oleh HMS Queen Elizabeth, telah berlayar ke Kawasan Samudra Hindia, setelah baru-baru ini transit di Terusan Suez. BRITISH HIGH COMMISSION via ANI/TWITTERUK Carrier Strike Group 2021, dipimpin oleh HMS Queen Elizabeth, telah berlayar ke Kawasan Samudra Hindia, setelah baru-baru ini transit di Terusan Suez.

BEIJING, KOMPAS.com - Tabloid Partai Komunis China, Global Times, menerbitkan peringatan yang ditujukan kepada Angkatan Laut Kerajaan Inggris ketika kapal andalannya secara resmi memasuki Laut China Selatan minggu ini.

Dalam kolom opini terpisah pada Minggu (25/7/2021) dan Senin (26/7/2021), surat kabar itu menuduh Inggris ingin "menghidupkan kembali kejayaan masa lalunya", dan memperingatkan negara itu agar tidak berlayar dengan kapal perang ke "wilayah China."

Baca juga: Diancam Beijing, Kapal Induk Inggris Tetap Masuk Laut China Selatan

HMS Queen Elizabeth sedang dalam misi pelayaran perdananya ke Indo-Pasifik sambil dikawal oleh setengah lusin kapal perang dan kapal selam nuklir.

Newsweek mewartakan pada Rabu (28/7/2021), pengerahan armada dalam waktu lama ini, dipandang sebagai sinyal "keberpihakan" dan komitmen Inggris terhadap keamanan kolektif di kawasan itu, dan menjadi bagian dari perubahan kebijakan luar negeri "Inggris Global".

Queen Elizabeth Carrier Strike Group berlayar melalui Selat Singapura dan mengambil bagian dalam latihan maritim delapan kapal dengan Angkatan Laut Republik Singapura (RSN), menurut pernyataan Komisi Tinggi Inggris dan Kementerian Pertahanan Singapura pada Senin (26/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Angkatan Laut Kerajaan Inggris ini bergabung dengan HMS Kent dan RFA Tidespring Inggris, serta USS The Sullivans dan HNLMS Evertsen, masing-masing dari Angkatan Laut AS dan Angkatan Laut Kerajaan Belanda.

Kapal perang Singapura termasuk RSS Intrepid, RSS Unity dan RSS Resolution, menurut laporan Global Times.

Itu adalah latihan pertama grup kapal induk dengan RSN, sebelum armada Inggris diperkirakan berlayar lebih dalam ke Laut China Selatan yang menjadi sengketa.

Armada Inggris dijadwalkan akhirnya akan berlabuh di Jepang pada September.

Baca juga: China Bangun “Tembok Besar” Baru di Laut China Selatan Dilengkapi Pangkalan Militer Besar

Media Pemerintah China menyerukan “peringatannya” dalam headline berbunyi “Inggris akan berhati-hati untuk tidak mengirim kapal perang dalam jarak 12 mil dari wilayah China."

Halaman:

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.