Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Kompas.com - 26/07/2021, 21:51 WIB
Dr Anthony Fauci Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, saat berbicara di konferensi pers gugus tugas virus corona Gedung Putih, pada Kamis (19/11/2020). AP PHOTO/SUSAN WALSHDr Anthony Fauci Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, saat berbicara di konferensi pers gugus tugas virus corona Gedung Putih, pada Kamis (19/11/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Dr Anthony Fauci membela AS yang memberikan ratusan ribu dolar untuk penelitian di laboratorium Wuhan, untuk mempelajari apakah virus corona kelelawar dapat ditularkan ke manusia.

Ahli Penyakit Menular AS itu mengatakan bahwa akan menjadi sebuah “kelalaian" jika AS tidak melakukan pendanaan untuk melakukan penelitian itu.

Baca juga: China Bantah Tuduhan WHO Halangi Penyelidikan Asal-usul Covid-19

"Itu adalah ... proposal yang diberikan dengan peninjauan dan mendapat peringkat yang sangat tinggi mengingat betapa pentingnya itu harus dilakukan," kata Fauci kepada penyiar CNN Jake Tapper di "State of the Union" pada Minggu (25/7/2021).

“(Proposal itu) untuk dapat melakukan survei tentang apa yang terjadi di antara populasi kelelawar, karena semua orang di dunia berusaha mencari tahu apa sumber asli dari SARS CoV-1 yang asli,” lanjutnya.

National Institutes of Health mengalokasikan 600.000 dollar AS (Rp 8,6 miliar) untuk organisasi nirlaba yang terkait dengan Institut Virologi Wuhan, yang telah menjadi pusat teori kebocoran laboratorium tentang asal mula pandemi Covid-19.

Baca juga: China Kecam WHO Arogan karena Akan Selidiki Lab Wuhan Terkait Asal-usul Covid-19

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fauci, yang merupakan kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, berpendapat bahwa perlu untuk melanjutkan penelitian tersebut.

“Hampir seolah-olah jika Anda tidak melakukan penelitian itu (lagi), Anda akan lalai karena Anda perlu mencoba mencari tahu bagaimana dapat mencegah hal ini (pandemi Covid-19) terjadi lagi,” kata Fauci melansir New York Post.

Fauci menambahkan bahwa penelitian itu penting dilakukan di China karena di situlah SARS pertama kali muncul.

“Jika kami mulai mencari kelelawar di Secaucus, New Jersey, atau Fairfax County, Virginia, itu tidak akan banyak berkontribusi pada data asal SARS COV-1,” kata Fauci.

Baca juga: 2 Juta Lebih Netizen China Ajukan Petisi Desak WHO Selidiki Lab AS Terkait Asal-usul Covid-19

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.