Jepang dan Perancis Sepakat Amankan Indo-Pasifik yang Bebas Terbuka

Kompas.com - 24/07/2021, 17:49 WIB
Sejumlah kapal milik Angkatan Laut Bela Diri Jepang (MSDF) terlihat dalam agenda peninjauan di Teluk Sagami, Prefektur Kanagawa, pada Oktober 2015. AFP / TORU YAMANAKASejumlah kapal milik Angkatan Laut Bela Diri Jepang (MSDF) terlihat dalam agenda peninjauan di Teluk Sagami, Prefektur Kanagawa, pada Oktober 2015.

TOKYO, KOMPAS.com – Pemerintah Jepang dan Perancis sepakat untuk aktif mempertahankan kerja sama pertahanan guna mengamankan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama antara Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Sabtu (24/7/2021).

Sebelum menyepakati kesepakatan tersebut, Suga dan Macron melakukan pertemuan tingkat tinggi sebagaimana dilansir BNN Bloomberg.

Baca juga: Ucapkan Selamat Kepada Biden, PM Jepang Janji Kerja Sama Perkuat Perdamaian di Kawasan Indo-Pasifik

Jepang menyambut baik inisiasi Perancis untuk memperkuat kebijakan, kehadiran, dan tindakan strategis kedua negara di Indo-Pasifik.

Kedua belah pihak juga menegaskan kembali pentingnya peran negara-negara Asia Tenggara di kawasan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Jepang dan Perancis juga menyambut Olimpiade Tokyo 2020 serta menyebutnya sebagai simbol persatuan global dalam mengatasi virus corona.

Baca juga: China Peringatkan Negara Asia, Strategi Indo-Pasifik AS Adalah Ancaman Keamanan

Di sisi lain, negara-negara Barat sedang berusaha untuk menyeimbangkan kembali hubungan mereka dengan China.

Sementara itu, “Negeri Panda” mengumpulkan kekuatan ekonomi dan militer yang lebih besar untuk menunjukkan penolakan mereka terhadap kritik asing terhadap praktik hak asasi manusia.

Awal pekan ini, Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman mengadakan pembicaraan dengan para menteri luar negeri dari Jepang dan Korea Selatan.

Baca juga: Di Sidang Umum PBB, Jokowi Dorong Perdamaian Indo-Pasifik

Pembicaraan tersebut membahas penjagaan perdamaian di Selat Taiwan.

Bahasan tersebut langsung membuat China panas dan menuduh AS serta Jepang menempa “blok konfrontatif”.

Pejabat Gedung Putih juga membahas proposal perjanjian perdagangan digital yang mencakup ekonomi Indo-Pasifik ketika AS mencari cara untuk mengetes pengaruh China di kawasan itu.

Baca juga: Seniman Jepang Gambarkan Negara Peserta Olimpiade Sebagai Karakter Samurai, Ada Indonesia


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sistem Pemilu Jerman: 1 Orang 2 Suara, dan Ambang Batas 5 Persen

Sistem Pemilu Jerman: 1 Orang 2 Suara, dan Ambang Batas 5 Persen

Global
6 Kisah Cinta Tragis Warisan Sejarah, Mana Menurutmu yang Paling Menyayat Hati?

6 Kisah Cinta Tragis Warisan Sejarah, Mana Menurutmu yang Paling Menyayat Hati?

Internasional
Pria Ini Dihukum Mencuci Pakaian Perempuan 1 Desa akibat Hendak Perkosa Gadis

Pria Ini Dihukum Mencuci Pakaian Perempuan 1 Desa akibat Hendak Perkosa Gadis

Global
Tak Jadi Batal, AS Siapkan Rp 14,2 Triliun untuk Pasok Iron Dome ke Israel

Tak Jadi Batal, AS Siapkan Rp 14,2 Triliun untuk Pasok Iron Dome ke Israel

Global
POPULER GLOBAL: Kontroversi Bokong Atlet Putri Disorot Saat Tanding | Lituania Tolak HP China

POPULER GLOBAL: Kontroversi Bokong Atlet Putri Disorot Saat Tanding | Lituania Tolak HP China

Global
Seorang Remaja Wanita Diduga Dibunuh Pamannya karena Tidak Mau Dijodohkan

Seorang Remaja Wanita Diduga Dibunuh Pamannya karena Tidak Mau Dijodohkan

Global
Kisah Misteri “Torso Adam”, Kasus Ritual Brutal yang Sisakan Potongan Jasad di Sungai Thames

Kisah Misteri “Torso Adam”, Kasus Ritual Brutal yang Sisakan Potongan Jasad di Sungai Thames

Global
Jokowi Pidato di Sidang Umum PBB, Ini Harapan Indonesia kepada Dunia...

Jokowi Pidato di Sidang Umum PBB, Ini Harapan Indonesia kepada Dunia...

Global
Mengenal Tennis For Two, Game Modern Pertama di Dunia

Mengenal Tennis For Two, Game Modern Pertama di Dunia

Global
Di Balik Karakter Mario Bros, Ini Sejumlah Fakta Uniknya

Di Balik Karakter Mario Bros, Ini Sejumlah Fakta Uniknya

Global
Pria Ini Bakar Mobil Bentley agar Dapat Uang Asuransi untuk Bayar Utang Rp 1,7 Miliar

Pria Ini Bakar Mobil Bentley agar Dapat Uang Asuransi untuk Bayar Utang Rp 1,7 Miliar

Global
Seorang Turis Wanita di Hawaii Diburu karena Kartu Vaksinasi Palsu, 'Moderna' Jadi 'Maderna'

Seorang Turis Wanita di Hawaii Diburu karena Kartu Vaksinasi Palsu, "Moderna" Jadi "Maderna"

Global
Misteri Wanita “Inggris” yang Hilang Ingatan di Kroasia Terpecahkan, Ternyata Pernah Sukses

Misteri Wanita “Inggris” yang Hilang Ingatan di Kroasia Terpecahkan, Ternyata Pernah Sukses

Global
Ilmuwan China Klaim Kasus Covid-19 Pertama Muncul di AS Bukan Wuhan

Ilmuwan China Klaim Kasus Covid-19 Pertama Muncul di AS Bukan Wuhan

Global
Human Rights Watch Desak Thailand Tidak Pulangkan Nur Sajat ke Malaysia

Human Rights Watch Desak Thailand Tidak Pulangkan Nur Sajat ke Malaysia

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.