Skandal Spyware Pegasus Buatan Israel Merebak, Ini Kata Presiden Uni Eropa

Kompas.com - 19/07/2021, 22:00 WIB
Seorang perempuan menggunakan iPhone di depan kantor perusahaan Israel penyedia perangkat pengintaian, NSO Group, di kota Herzliya, dekat Tel Aviv, Israel, Minggu (28/8). Dengan kemampuan teknologi paling canggih dalam industri pengintaian di dunia yang mereka ciptakan, perusahaan-perusahaan Israel memasok peralatan militer dan polisi rahasia di sejumlah negara. AFP/JACK GUEZSeorang perempuan menggunakan iPhone di depan kantor perusahaan Israel penyedia perangkat pengintaian, NSO Group, di kota Herzliya, dekat Tel Aviv, Israel, Minggu (28/8). Dengan kemampuan teknologi paling canggih dalam industri pengintaian di dunia yang mereka ciptakan, perusahaan-perusahaan Israel memasok peralatan militer dan polisi rahasia di sejumlah negara.

PRAHA, KOMPAS.com - Presiden Uni Eropa merespons skandal spyware Pegasus buatan Israel yang menyadap hingga 50.000 ponsel.

Kepada wartawan di Praha, Republik Ceko, Ursula von der Leyen menyebut tuduhan itu harus diverifikasi.

Baca juga: Pegasus, Spyware Rancangan Perusahaan Israel Retas Banyak Jurnalis dan Aktivis di Dunia

"Tetapi jika kabar itu ternyata terbukti benar, maka jelas tidak bisa diterima," kata Von der Leyen.

Sejumlah media seperti The Washington Post, The Guardian, dan Le Monde mengabarkan Pegasus menyediakan spyware untuk pemerintah.

Piranti lunak buatan Israel itu memantau hingga 50.000 daftar nomor ponsel jurnalis, aktivis, pebisnis kakap, hingga politisi seluruh dunia.

Von der Leyen, yang tengah mengenalkan paket bantuan Covid-19 Ceko senilai 7 miliar euro mengecam serangan terhadap ponsel jurnalis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kebebasan pers merupakan inti utama Uni Eropa," tegasnya seperti diberitakan AFP Senin (19/7/2021) seusai bertemu Perdana Menteri Ceko Andrej Babis.

Produsen Pegasus NSO Group menjadi sorotan pada 2016, setelah dituding memantau sosok yang mengasingkan diri di Uni Emirat Arab.

Perusahaan yang didirikan oleh Shalev Julio dan Omri Lavie tersebut membantah sudah mengintai 50.000 ponsel.

Baca juga: 50.000 Nomor Telepon Dipantau Spyware Pegasus Buatan Israel, Mayoritas Jurnalis dan Aktivis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beruang Sirkus Serang Wanita Hamil di Tengah Pertunjukkan yang Ditonton Anak-anak

Beruang Sirkus Serang Wanita Hamil di Tengah Pertunjukkan yang Ditonton Anak-anak

Global
Collin Powell, Menteri Luar Negeri Kulit Hitam Pertama AS Meninggal karena Komplikasi Covid-19

Collin Powell, Menteri Luar Negeri Kulit Hitam Pertama AS Meninggal karena Komplikasi Covid-19

Global
Penembakan di Suriah Tandai Babak Baru Perang Israel

Penembakan di Suriah Tandai Babak Baru Perang Israel

Global
Malala Kirim Surat ke Taliban, Desak Perempuan Boleh Sekolah Lagi

Malala Kirim Surat ke Taliban, Desak Perempuan Boleh Sekolah Lagi

Global
Ketika Perang Lawan Kartel Malah Buat Geng Kriminal Makin Subur di Meksiko

Ketika Perang Lawan Kartel Malah Buat Geng Kriminal Makin Subur di Meksiko

Global
Apple Hapus Aplikasi Al Quran Populer di China Setelah Diduga Berisi Teks Agama Ilegal

Apple Hapus Aplikasi Al Quran Populer di China Setelah Diduga Berisi Teks Agama Ilegal

Global
Min Aung Hlaing Salahkan Oposisi Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Min Aung Hlaing Salahkan Oposisi Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Global
Australia Keluarkan Sertifikat Vaksin Covid-19 untuk Perjalanan Internasional

Australia Keluarkan Sertifikat Vaksin Covid-19 untuk Perjalanan Internasional

Global
Dukung Pencegahan dan Respons Covid-19 Indonesia, AS dan UNICEF Tanda Tangani Kesepakatan Baru

Dukung Pencegahan dan Respons Covid-19 Indonesia, AS dan UNICEF Tanda Tangani Kesepakatan Baru

Global
Israel Siap Hadapi 2.000 Roket Sehari jika Perang Lawan Hezbollah

Israel Siap Hadapi 2.000 Roket Sehari jika Perang Lawan Hezbollah

Global
Cari Petugas Kebersihan untuk Istana, Ratu Elizabeth Tawarkan Gaji Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Cari Petugas Kebersihan untuk Istana, Ratu Elizabeth Tawarkan Gaji Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Global
Taliban Beri Sinyal Anak Perempuan Afghanistan Dapat Kembali ke Sekolah

Taliban Beri Sinyal Anak Perempuan Afghanistan Dapat Kembali ke Sekolah

Global
Ratusan Model Telanjang Dicat Putih di Laut Mati untuk Foto Wisata

Ratusan Model Telanjang Dicat Putih di Laut Mati untuk Foto Wisata

Global
Junta Myanmar Akan Bebaskan Lebih dari 5.000 Orang yang Dipenjara akibat Demo Kudeta

Junta Myanmar Akan Bebaskan Lebih dari 5.000 Orang yang Dipenjara akibat Demo Kudeta

Global
Mengenal Legenda Kitsune, Rubah dari Mitologi Jepang Kuno

Mengenal Legenda Kitsune, Rubah dari Mitologi Jepang Kuno

Internasional

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.