Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kelompok Hacker Ransomware Serang Perusahaan AS, Diduga dari Rusia

Kompas.com - 06/07/2021, 12:50 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber DW

MIAMI, KOMPAS.com - Grup ransomware bernama REvil, menuntut pembayaran 70 juta dollar AS dalam Bitcoin pasca-serangannya pada vendor perangkat lunak yang berbasis di Miami Florida, Kaseya.

Dilansir DW, data perusahaan milik Kaseya "dikuasai" geng kriminal siber yang diduga dari Rusia ini.

Ribuan data klien, termasuk dari Indonesia, diperkirakan akan terdampak.

Baca juga: Kena Ransomware, Perusahaan Ini Bayar Tebusan Bitcoin Senilai Rp 156 Miliar

Sejauh ini, tim keamanan siber AS bekerja cepat
demi mengatasinya. Kaseya punya ribuan pelanggan dari seluruh dunia. Karena itu serangan ini dinilai bukan main-main.

Awalnya, geng kriminal ini menuntut uang tebusan hingga 5 juta dollar AS.

Namun pada Minggu (4/7/2021), mereka menuntut uang tebusan sebesar 70 juta dollar AS dalam bentuk mata uang kripto.

Kalau dibayarkan, geng peretas ini menyatakan akan memulihkan data Kaseya.

Baca juga: Pemasok Apple Diserang Ransomware, Peretas Ancam Sebarkan Desain MacBook

CEO Kaseya Fred Voccola memperkirakan, jumlah kliennya yang menjadi korban peretasan bisa mencapai ribuan.

Kebanyakan dari mereka punya usaha kecil seperti praktik dokter gigi, firma arsitektur, praktik operasi plastik, perpustakaan, dan lain sebagainya.

Perusahaannya selama ini memang melakukan instalasi pembaruan perangkat lunak secara otomatis.

Di samping itu, mereka juga mengelola cadangan dan tugas-tugas penting lainnya bagi para klien.

Baca juga: Acer Diserang Ransomware, Peretas Minta Tebusan Rp 719 Miliar

Deputi Penasihat Keamanan Nasional, Anne Neuberger, mengeluarkan pernyataan bahwa Presiden AS Joe Biden serius mengatasi masalah ini.

"Kami telah mengarahkan sumber daya penuh untuk menyelidiki insiden ini," ujar Neuberger.

Ini bukan serangan ransomware pertama yang memanfaatkan penyedia layanan pengelola.

Pada tahun 2019, para hacker juga sempat merusak jaringan di 22 kota di Texas lewat satu jaringan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

WHO: Penggunaan Alkohol dan Vape di Kalangan Remaja Mengkhawatirkan

WHO: Penggunaan Alkohol dan Vape di Kalangan Remaja Mengkhawatirkan

Global
Kunjungan Blinken ke Beijing, AS Prihatin China Seolah Dukung Perang Rusia

Kunjungan Blinken ke Beijing, AS Prihatin China Seolah Dukung Perang Rusia

Global
Rusia Serang Jalur Kereta Api Ukraina, Ini Tujuannya

Rusia Serang Jalur Kereta Api Ukraina, Ini Tujuannya

Global
AS Berhasil Halau Serangan Rudal dan Drone Houthi di Teluk Aden

AS Berhasil Halau Serangan Rudal dan Drone Houthi di Teluk Aden

Global
Petinggi Hamas Sebut Kelompoknya akan Letakkan Senjata Jika Palestina Merdeka

Petinggi Hamas Sebut Kelompoknya akan Letakkan Senjata Jika Palestina Merdeka

Global
Inggris Beri Ukraina Rudal Tua Canggih, Begini Dampaknya Jika Serang Rusia

Inggris Beri Ukraina Rudal Tua Canggih, Begini Dampaknya Jika Serang Rusia

Global
Siapa Saja yang Berkuasa di Wilayah Palestina Sekarang?

Siapa Saja yang Berkuasa di Wilayah Palestina Sekarang?

Internasional
Ikut Pendaftaran Wajib Militer, Ratu Kecantikan Transgender Thailand Kejutkan Tentara

Ikut Pendaftaran Wajib Militer, Ratu Kecantikan Transgender Thailand Kejutkan Tentara

Global
Presiden Ukraina Kecam Risiko Nuklir Rusia karena Mengancam Bencana Radiasi

Presiden Ukraina Kecam Risiko Nuklir Rusia karena Mengancam Bencana Radiasi

Global
Jelang Olimpiade 2024, Penjara di Paris Makin Penuh

Jelang Olimpiade 2024, Penjara di Paris Makin Penuh

Global
Polisi Diduga Pakai Peluru Karet Saat Amankan Protes Pro-Palestina Mahasiswa Georgia

Polisi Diduga Pakai Peluru Karet Saat Amankan Protes Pro-Palestina Mahasiswa Georgia

Global
Pemilu India: Pencoblosan Fase Kedua Digelar Hari Ini di Tengah Ancaman Gelombang Panas

Pemilu India: Pencoblosan Fase Kedua Digelar Hari Ini di Tengah Ancaman Gelombang Panas

Global
Kim Jong Un: Peluncur Roket Teknologi Baru, Perkuat Artileri Korut

Kim Jong Un: Peluncur Roket Teknologi Baru, Perkuat Artileri Korut

Global
Anggota DPR AS Ini Gabung Aksi Protes Pro-Palestina di Columbia University

Anggota DPR AS Ini Gabung Aksi Protes Pro-Palestina di Columbia University

Global
Ditipu Agen Penyalur Tenaga Kerja, Sejumlah Warga India Jadi Terlibat Perang Rusia-Ukraina

Ditipu Agen Penyalur Tenaga Kerja, Sejumlah Warga India Jadi Terlibat Perang Rusia-Ukraina

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com