Presiden Haiti Jovenel Moise Dituduh Korup oleh Christian Emmanuel Sanon, Sebelum Dibunuh

Kompas.com - 12/07/2021, 19:07 WIB
Dalam file foto 7 Februari 2020 ini, Presiden Haiti Jovenel Moise berbicara selama wawancara di rumahnya di Petion-Ville, pinggiran Port-au-Prince, Haiti. AP PHOTO/DIEU NALIO CHERYDalam file foto 7 Februari 2020 ini, Presiden Haiti Jovenel Moise berbicara selama wawancara di rumahnya di Petion-Ville, pinggiran Port-au-Prince, Haiti.

PORT-AU-PRINCE, KOMPAS.com - Polisi Haiti mengidentifikasi Christian Emmanuel Sanon sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise, yang menggambarkan para pemimpin negara korup.

Christian Emmanuel Sanon adalah tersangka terbaru dalam kasus pembunuhan presiden Haiti, yang berusia 60-an dan tinggal di Florida.

Polisi Haiti menyebut Sanon berperan sebagai perantara antara tersangka pembunuh bayaran dan dalang plot pembunuhan yang tidak disebutkan namanya.

Baca juga: Presiden Haiti Jovenel Moise Tewas Dibunuh, AS Kirim Tim

Kepala polisi Haiti, Leon Charles, menuduh Sanon bekerja sama dengan mereka yang merencanakan dan berpartisipasi dalam pembunuhan Moise.

Melansir The Guardian pada Senin (12/7/2021), Charles tidak memberikan informasi tentang dalang yang diklaim, tetapi menduga pembunuh Moise melindungi Sanon yang diharapkan menjadi presiden Haiti.

Charles mengatakan bahwa di rumah Sanon di Haiti petugas polisi menemukan berbagai baang di antaranya, topi berlogo Penegak Hukum Narkoba Pemerintah AS, 20 kotak peluru, suku cadang senjata, 4 plat nomor kendaraan dari Republik Dominika, 2 mobil serta korespondensi dengan orang tak dikenal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Charles mengatakan Sanon berhubungan dengan sebuah perusahaan yang menyediakan keamanan bagi para politisi, dan merekrut para tersangka dalam kasus pembunuhan presiden Haiti.

Sanon juga menemani beberapa orang yang diduga sebagai pembunuh bayaran dalam penerbangan ke Haiti.

Pihak berwenang Haiti mengklaim, 28 anggota regu pembunuh menyerbu kompleks kepresidenan Moise pada dini hari Rabu (7/7/2021) sebelum menembaknya mati dirinya.

Baca juga: Terduga Dalang Pembunuhan Jovenel Moise Ingin Menggantikannya Jadi Presiden Haiti

Misi awal orang-orang bersenjata itu adalah untuk melindungi Sanon, tetapi mereka kemudian menerima perintah baru untuk menangkap presiden, kata Charles.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.