Kompas.com - 21/06/2021, 12:28 WIB
Dalam foto file 30 Maret 2021 ini, Kapal Ever Given, sebuah kapal kargo milik perusahaan galangan kapal besar Jepang Imabari Shipbuilding dan disewa oleh perusahaan pengangkutan dan pengiriman peti kemas Evergreen Marine Taiwan, terlihat tertambat di Great Bitter Lake Mesir. AP PHOTO/MOHAMED ELSHAHEDDalam foto file 30 Maret 2021 ini, Kapal Ever Given, sebuah kapal kargo milik perusahaan galangan kapal besar Jepang Imabari Shipbuilding dan disewa oleh perusahaan pengangkutan dan pengiriman peti kemas Evergreen Marine Taiwan, terlihat tertambat di Great Bitter Lake Mesir.

ISMAILIA, KOMPAS.com - Pemilik kapal Ever Given yang memblokir Terusan Suez pada Maret telah mengajukan tawaran baru dalam sengketa kompensasi dengan otoritas kanal.

Sementara putusan pengadilan atas kasus itu ditunda selama dua minggu pada Minggu (20/6/2021), untuk mengizinkan lebih banyak waktu untuk negosiasi.

Baca juga: Otoritas Terusan Suez Dituduh Bersalah atas Insiden Kapal Ever Given

Kapal Kontainer Raksasa Ever Given telah berlabuh di sebuah danau di antara dua bentangan kanal sejak dilapaskan jalur sempit kapal pada 29 Maret.

Kapal itu ditahan, setelah menutupi kanal lalu lintas air krusial dunia selama enam hari.

Perdagangan global terganggu ketika itu, akibat insiden terusan suez macet dengan ratusan kapal mengantre di kedua ujung jalur.

Awalnya Otoritas Terusan Suez (SCA) menuntut 916 juta dollar AS (Rp 13,2 triliun) sebagai kompensasi untuk menutupi upaya penyelamatan, kerusakan reputasi dan kehilangan pendapatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi kemudian SCA secara terbuka menurunkan permintaan kerugian menjadi 550 juta dollar AS (Rp 7,2 triliun).

Pemilik Jepang Kapal Ever Given Shoei Kisen dan perusahaan asuransinya telah membantah klaim SCA dan tindakan penahanan kapal, di bawah perintah pengadilan Mesir.

Baca juga: Kargo Kembali Ngadat di Terusan Suez, Untungnya Tak Seperti Ever Given


Negosiasi telah berlangsung sampai Sabtu (19/6/2021) dan pemilik kapal telah membuat tawaran baru, kata pengacara SCA Khaled Abu Bakr pada sidang pengadilan atas penahanan kapal di Ismailia melansir Reuters.

"Selama lebih dari 15 hari dan dalam sesi kerja yang panjang, panjang dan sulit, tetapi positif, negosiasi sedang berlangsung," kata Stann Marine, yang mewakili pemilik dan perusahaan asuransi Kapal Ever Given.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Kembar Usia 5 Tahun Dinikahkan, Orangtuanya Percaya Mereka Reinkarnasi Sepasang Kekasih

Anak Kembar Usia 5 Tahun Dinikahkan, Orangtuanya Percaya Mereka Reinkarnasi Sepasang Kekasih

Global
Tergantungnya Warga AS pada AC: Makin Dingin Ruangan, Makin Panas Bumi

Tergantungnya Warga AS pada AC: Makin Dingin Ruangan, Makin Panas Bumi

Global
SpaceX Menangkan Kontrak NASA, Akan Jalankan Misi ke Bulan Jupiter

SpaceX Menangkan Kontrak NASA, Akan Jalankan Misi ke Bulan Jupiter

Global
Wanita Influencer China Meninggal Usai Sedot Lemak, Kliniknya Dituduh Malpraktik

Wanita Influencer China Meninggal Usai Sedot Lemak, Kliniknya Dituduh Malpraktik

Global
Reporter Berita di Rochester AS Dilecehkan Pria saat Laporan Langsung

Reporter Berita di Rochester AS Dilecehkan Pria saat Laporan Langsung

Global
Covid-19: Apakah AS Mendanai Penelitian Virus Paling Berbahaya di Wuhan?

Covid-19: Apakah AS Mendanai Penelitian Virus Paling Berbahaya di Wuhan?

Global
Seorang Eks Profesor Disidang karena Kirim Surat Ancaman ke Dirinya Sendiri

Seorang Eks Profesor Disidang karena Kirim Surat Ancaman ke Dirinya Sendiri

Global
Kongres Gagal Ganti Biaya Pengamanan Capitol, Garda Nasional Batalkan Pelatihan

Kongres Gagal Ganti Biaya Pengamanan Capitol, Garda Nasional Batalkan Pelatihan

Global
Kisah Teori Konspirasi Vaksinasi Covid-19 AS yang Pengaruhi Keutuhan Rumah Tangga

Kisah Teori Konspirasi Vaksinasi Covid-19 AS yang Pengaruhi Keutuhan Rumah Tangga

Global
Menunggu Jadwal Hukuman Mati, Pembunuh Berantai Ini Meninggal di Rumah Sakit

Menunggu Jadwal Hukuman Mati, Pembunuh Berantai Ini Meninggal di Rumah Sakit

Global
Sejumlah Pejabat Inggris Yakini Kentut Juga dapat Sebarkan Covid-19

Sejumlah Pejabat Inggris Yakini Kentut Juga dapat Sebarkan Covid-19

Global
Viral Video Cara Unik Dokter Suntik Balita Tanpa Buat Mereka Menangis

Viral Video Cara Unik Dokter Suntik Balita Tanpa Buat Mereka Menangis

Global
Dianggap Tak Becus Tangani Covid-19, Presiden Brasil Didemo dan Dituntut Mundur

Dianggap Tak Becus Tangani Covid-19, Presiden Brasil Didemo dan Dituntut Mundur

Global
Polisi Australia Buru Ribuan Demonstran Anti-Lockdown

Polisi Australia Buru Ribuan Demonstran Anti-Lockdown

Global
AstraZeneca Akan Produksi Lebih Banyak Vaksin Covid-19 untuk Asia Tenggara

AstraZeneca Akan Produksi Lebih Banyak Vaksin Covid-19 untuk Asia Tenggara

Global
komentar
Close Ads X