Mesir Akhirnya Setuju Melebarkan Terusan Suez setelah Insiden Kapal Ever Given

Kompas.com - 12/05/2021, 13:37 WIB
Sebuah kapal kontainer besar kandas di terusan Suez setelah terdorong kuatnya hembusan angin pada Selasa (23/3/2021).
JULIANNE CONA via INSTAGRAMSebuah kapal kontainer besar kandas di terusan Suez setelah terdorong kuatnya hembusan angin pada Selasa (23/3/2021).

SUEZ, KOMPAS.com - Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi pada Selasa (11/5/2021) menyetujui pelebaran dan pendalaman bagian selatan Terusan Suez, setelah insiden kapal Ever Given yang terdampar dan melumpuhkan arteri perdagangan internasional yang krusial.

"Apa yang Anda dengar hari ini adalah tentang peningkatan di bentangan selatan, di mana masalah (kapal Ever Given yang di-grounded) terjadi," kata Sisi dari Ismailia, markas Otoritas Terusan Suez (SCA).

Baca juga: Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez


Secara mekanis, perbaikan utamanya "akan mengarah pada peningkatan kemampuan pemandu (SCA) dan kapten kapal jenis apa pun untuk bernavigasi di dalam kanal," kata kepala SCA Osama Rabie, yang mempresentasikan rencana perluasan tersebut kepada Sisi dalam pidato yang disiarkan televisi.

AFP melaporkan, Rabie mengatakan proyek pelebaran dan pendalaman ini akan membentang "dari kilometer (km) 122 ke km 162."

Rencana itu akan mencakup "duplikasi kanal sepanjang 10 kilometer dari km 122 hingga km 132".

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proyek itu akan berlangsung selama 24 bulan, tambahnya. Pelebaran jalur diperpanjang "hingga 40 meter (131 kaki) ke timur dan semakin dalam dari 66 kaki (20 meter) menjadi 72 kaki (22 meter)".

Sisi mengatakan pekerjaan itu akan memperbaiki kanal, "dengan mempertimbangkan pertumbuhan perdagangan global.”

Baca juga: Ever Given Tertahan Lagi, Harus Bayar Rp 14,5 T Kerugian Terusan Suez Baru Bebas Pergi

Kapal MV Ever Given seberat 200.000 ton terjebak secara diagonal di arteri perdagangan global yang sempit namun penting, dalam badai pasir pada 23 Maret.

Insiden ini memicu upaya besar-besaran selama enam hari oleh personel Mesir dan spesialis penyelamatan internasional untuk melepaskannya.

Mesir kehilangan pendapatan antara 12 - 15 juta dollar AS (Rp 170,3 - 212,9 miliar) untuk setiap hari jalur air ditutup, menurut angka SCA.

Setelah kapal dibebaskan, Sisi menjanjikan investasi untuk menghindari pengulangan penutupan kanal.

Kapal besar itu telah disita di sebuah danau di antara dua bentangan kanal di tengah sengketa kompensasi.

Pengadilan di Ismailia pekan lalu menolak banding dari pemilik kapal Jepang itu atas penyitaannya.

Mesir menghabiskan lebih dari 8 miliar dollar AS (Rp 113,6 triliun) untuk perluasan bagian utara kanal pada 2014-15.

Baca juga: Otoritas Terusan Suez Bantah Klaim Operator Ekskavator yang Bebaskan Ever Given Belum Dapat Uang Lembur dan Bonus


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X