Kompas.com - 20/06/2021, 23:27 WIB
Tangkapan layar dari video warga desa di Sarawak, Malaysia, memukul petugas pemadam kebakaran karena menurutnya datang terlambat untuk memadamkan api yang membakar sebuah rumah, pada Sabtu (19/6/2021). FACEBOOK @thekepalaberputar via WORLD OF BUZZTangkapan layar dari video warga desa di Sarawak, Malaysia, memukul petugas pemadam kebakaran karena menurutnya datang terlambat untuk memadamkan api yang membakar sebuah rumah, pada Sabtu (19/6/2021).

LAWAS, KOMPAS.com - Warga desa di Lawas, Sarawak, Malaysia, terekam video memukul petugas pemadam kebakaran (damkar), karena merasa mereka datang terlambat untuk memadamkan api

Dalam video viral di Facebook @thekepalaberputar pada Minggu (20/6/2021), tampak 2-3 pria menyerang tim damkar yang sedang berjuang menjinakkan si jago merah.

Salah satu warga bahkan memukul jatuh seorang petugas, lalu dia disemprot air bertekanan tinggi oleh rekan petugas itu.

Baca juga: 2 Cincin Nyangkut di Alat Kelamin Suami, Pelepasan Dibantu Damkar

Insiden pemukulan ini terjadi pada Sabtu (19/6/2021), tepatnya di Kampung Belipat, Jalan Punang.

Petugas damkar dipanggil untuk memadamkan kebakran di rumah satu lantai pukul 15.18 waktu setempat.

Tim dengan sembilan anggota damkar lalu bergegas ke lokasi kebakaran, yang terletak 6 km dari markas mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akan tetapi saat petugas datang, sebagian besar bagian rumah sudah hangus dilalap api.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Global
Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Global
Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Global
Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Global
Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Global
Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Global
Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Global
Ilmuwan Peringatkan China Tingkatkan Kapasitas Nuklirnya

Ilmuwan Peringatkan China Tingkatkan Kapasitas Nuklirnya

Global
Sumbangan Vaksin Covid-19 Negara Kaya 'Jauh dari Target'

Sumbangan Vaksin Covid-19 Negara Kaya "Jauh dari Target"

Global
Kekaisaran Jepang Alami Krisis Ahli Waris, Usulan Wanita Naik Takhta Ditolak

Kekaisaran Jepang Alami Krisis Ahli Waris, Usulan Wanita Naik Takhta Ditolak

Global
AS Peringatkan Afghanistan Akan Jadi 'Negara Pariah' jika Taliban Berkuasa

AS Peringatkan Afghanistan Akan Jadi "Negara Pariah" jika Taliban Berkuasa

Global
Makin Terjepit, PM Malaysia Didesak Mundur oleh Sekutu dan Raja

Makin Terjepit, PM Malaysia Didesak Mundur oleh Sekutu dan Raja

Global
Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Global
Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Global
Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Global
komentar
Close Ads X