Kompas.com - 09/06/2021, 09:00 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam webinar bertajuk Indonesia-Norway Investment Opportunities in Hydro and Solar Energy in Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Oslo, Senin (7/8/2021). KOMPAS.comMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam webinar bertajuk Indonesia-Norway Investment Opportunities in Hydro and Solar Energy in Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Oslo, Senin (7/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia berkomitmen mencapai target Perjanjian Paris untuk karbon netral atau net zero emission (bebas emisi karbon) pada 2060 atau lebih cepat dengan bantuan internasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan untuk mencapai target ideal dalam keamanan energi nasional, bauran energi, dan penurunan emisi sejumlah strategi sudah disiapkan dalam Grand Strategi Energi Indonesia.

Perencanaan itu mempertimbangkan kebutuhan energi Indonesia, peningkatan neraca dagang, hingga mengembangkan infrastruktur energi nasional.

Untuk mendukung komitmen karbon netral 2060, sektor energi secara khusus menargetkan pengembangan proyek pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) hingga 38 MW pada 2035.

Pengembangan potensi energi matahari akan menjadi prioritas dalam strategi tersebut. Itu mengingat biaya pengembangan yang relatif murah, dan proses instalasi yang lebih cepat.

Baca juga: Arab Saudi Berambisi Menanam Pohon Sebanyak 10 Miliar untuk Kurangi Emisi Karbon

Tantangan menuju karbon netral

 

Namun, pengembangan program EBT Indonesia memiliki sejumlah tantangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pendanaan yang besar untuk transformasi energi, insentif, perbaikan infrastruktur pendukung, dan sumber daya manusia yang berketerampilan tinggi,” ujar Arifin dalam webinar bertajuk "Indonesia-Norway Investment Opportunities in Hydro and Solar Energy in Indonesia" yang diselenggarakan oleh KBRI Oslo, Senin (7/8/2021).

Selain itu, dana tambahan masih diperlukan agar EBT dapat beroperasi dengan masksimum. Diantaranya untuk kebutuhan penyimpan daya yang andal (off-grid), dan generator cadangan (on-grid).

Tantangan ketiga yaitu terkait masih terbatasnya kemampuan sistem jaringan, untuk menyerap listrik dari pembangkit EBT. Maka investasi lainnya diperlukan untuk meningkatkan keandalan dan fleksibilitas sistem tenaga.

Masalahnya, “bisnis energi terbarukan dinilai kurang menarik dan risiko tinggi, akibatnya bank/lembaga keuangan kurang berminat memberikan pendanaan dengan tenor panjang dan bunga rendah,” ujar Menteri ESDM.

Halaman:

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Topan In-Fa Ancam China dalam Bencana Susulan Setelah Banjir Besar

Topan In-Fa Ancam China dalam Bencana Susulan Setelah Banjir Besar

Global
Punya Toilet Emas di Rumah Mewahnya, Polisi Rusia Ternyata “Nyambi” Jadi Mafia

Punya Toilet Emas di Rumah Mewahnya, Polisi Rusia Ternyata “Nyambi” Jadi Mafia

Global
Jeff Bezos Bukan Astronot, Otoritas Penerbangan Federal AS Perketat Aturan

Jeff Bezos Bukan Astronot, Otoritas Penerbangan Federal AS Perketat Aturan

Global
Ahli: Jarak 8 Minggu Antar-dosis Vaksin Pfizer Beri Kekebalan Terbaik Lawan Covid-19

Ahli: Jarak 8 Minggu Antar-dosis Vaksin Pfizer Beri Kekebalan Terbaik Lawan Covid-19

Global
Sejumlah Kota di Australia Dikepung Massa Anti-lockdown Saat Kasus Covid-19 Melonjak Lagi

Sejumlah Kota di Australia Dikepung Massa Anti-lockdown Saat Kasus Covid-19 Melonjak Lagi

Global
Perusahaan Israel Akan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Oral Pertama di Dunia

Perusahaan Israel Akan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Oral Pertama di Dunia

Global
UNIK GLOBAL: Cita-cita Ibu Jutawan Punya 105 Anak | Remaja 14 Tahun Tinggi 2,26 Meter

UNIK GLOBAL: Cita-cita Ibu Jutawan Punya 105 Anak | Remaja 14 Tahun Tinggi 2,26 Meter

Global
Taliban Bergerak Maju dengan Cepat, Afghanistan Terapkan Jam Malam

Taliban Bergerak Maju dengan Cepat, Afghanistan Terapkan Jam Malam

Global
Gedung Putih: Sanksi Baru China kepada AS Percuma

Gedung Putih: Sanksi Baru China kepada AS Percuma

Global
Analis Prediksi Xi Jinping Akan Digulingkan oleh Kelompok Perubahan

Analis Prediksi Xi Jinping Akan Digulingkan oleh Kelompok Perubahan

Global
Reporter TV Jerman Dipecat Setelah Tertangkap Kamera Warga Hanya Berpura-pura Bantu Banjir

Reporter TV Jerman Dipecat Setelah Tertangkap Kamera Warga Hanya Berpura-pura Bantu Banjir

Global
Separuh Eropa Divaksin Covid-19, Tetap Waspadai Varian Delta

Separuh Eropa Divaksin Covid-19, Tetap Waspadai Varian Delta

Global
Permintaan Mobil Listrik Melonjak, Apakah Litium akan Habis?

Permintaan Mobil Listrik Melonjak, Apakah Litium akan Habis?

Global
Nekat Bawa Kabur Istri Raja, Terjadilah Perang Troya

Nekat Bawa Kabur Istri Raja, Terjadilah Perang Troya

Global
Hampir Separuh Kasus Baru Covid-19 di AS Terjadi di Tiga Negara Bagian

Hampir Separuh Kasus Baru Covid-19 di AS Terjadi di Tiga Negara Bagian

Global
komentar
Close Ads X