Kompas.com - 01/06/2021, 06:37 WIB
Foto tanggal 10 Maret 2011 memperlihatkan Joe Biden (kiri) yang kala itu menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat, berjabat tangan dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin di Moskwa. RIA NOVOSTI/ALEXEI DRUZHININ via APFoto tanggal 10 Maret 2011 memperlihatkan Joe Biden (kiri) yang kala itu menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat, berjabat tangan dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin di Moskwa.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin siap untuk membahas berbagai masalah hak asasi dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, saat mereka bertemu pada Juni.

Masalah yang dimaksud termasuk persekusi terhadap orang-orang di balik kerusuhan Gedung Capitol, kata Moskwa pada Senin (31/5/2021).

Sebelumnya Biden pada Minggu (30/5/2021) berjanji untuk menekan Putin menegakkan HAM, saat mereka bertemu di Jenewa pada pertengahan Juni dalam KTT pertama.

Baca juga: Bertemu Tatap Muka dengan Putin, Biden Rencana Singgung Pelanggaran HAM

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan kepada para wartawan, Moskwa tidak akan menghindar untuk membahas masalah apa pun di KTT itu.

"Tentu saja, kami akan siap membahas semuanya, termasuk masalah yang ada di Amerika Serikat," ujar Lavrorv dikutip dari AFP.

Dia berkata, Rusia sedang memantau persekusi terhadap orang-orang yang berada di balik penyerbuan Gedung Capitol pada 6 Januari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertemuan tatap muka antara Putin dan Biden ini terjadi di tengah krisis terbesar hubungan AS dengan Rusia sejak berakhirnya Perang Dingin.

Baca juga: Biden: China Yakin Bakal Miliki AS 10 Tahun Mendatang

Menjelang pemilihan parlemen pada September, otoritas Rusia meningkatkan tekanan pada kubu oposisi mereka.

Alexei Navalny lawan domestik utama Putin kini mendekam di balik jeruji besi, menjalani hukuman 2,5 tahun penjara atas tuduhan penipuan yang menurutnya bermotif politik.

Ketegangan hubungan AS-Rusia juga terjadi di Ukraina dan Belarus.

Pekan lalu Belarus mendaratkan paksa pesawat Ryanair di Minsk untuk menangkap seorang jurnalis oposisi.

Baca juga: Antek Putin Desak Aktivis Belarus Roman Protasevich Ditembak seperti Anjing


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Filipina, Disusul 5,8 Magnitudo

Gempa M 6,7 Guncang Filipina, Disusul 5,8 Magnitudo

Global
POPULER GLOBAL: Jamur Hitam Menyebar ke 5 Negara, Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi

POPULER GLOBAL: Jamur Hitam Menyebar ke 5 Negara, Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi

Global
Setelah Sering Masturbasi, Seorang Pria 51 Tahun Tiba-tiba Diserang Stroke

Setelah Sering Masturbasi, Seorang Pria 51 Tahun Tiba-tiba Diserang Stroke

Global
Seniman Jepang Gambarkan Negara Peserta Olimpiade Sebagai Karakter Samurai, Ada Indonesia

Seniman Jepang Gambarkan Negara Peserta Olimpiade Sebagai Karakter Samurai, Ada Indonesia

Global
Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Akhirnya Digelar di Tengah Pro-kontra

Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Akhirnya Digelar di Tengah Pro-kontra

Global
Banjir China: Cerita Dramatis Penumpang Selamat di Kereta, dalam 30 Menit Air Sudah Sebahu

Banjir China: Cerita Dramatis Penumpang Selamat di Kereta, dalam 30 Menit Air Sudah Sebahu

Global
Junta Myanmar Tangkap Para Dokter yang Rawat Pasien Covid-19

Junta Myanmar Tangkap Para Dokter yang Rawat Pasien Covid-19

Global
Sydney Darurat Nasional Covid-19, Remaja Diusulkan Masuk Prioritas Vaksinasi

Sydney Darurat Nasional Covid-19, Remaja Diusulkan Masuk Prioritas Vaksinasi

Global
WHO Desak Indonesia Batasi Mobilitas Lebih Ketat, PPKM Belum Cukup

WHO Desak Indonesia Batasi Mobilitas Lebih Ketat, PPKM Belum Cukup

Global
13 dari 1.000 Pasien Covid-19 di Gujarat India Terinfeksi Jamur Hitam

13 dari 1.000 Pasien Covid-19 di Gujarat India Terinfeksi Jamur Hitam

Global
Presiden Haiti Akhirnya Dimakamkan Selang 2 Pekan Setelah Dibunuh

Presiden Haiti Akhirnya Dimakamkan Selang 2 Pekan Setelah Dibunuh

Global
Jumlah Korban Tewas Banjir di China Jadi 51 Orang dan Diperkirakan Terus Meningkat

Jumlah Korban Tewas Banjir di China Jadi 51 Orang dan Diperkirakan Terus Meningkat

Global
Penyelidikan Lanjutan Asal-usul Covid-19 Ditolak China, Ini Tanggapan WHO

Penyelidikan Lanjutan Asal-usul Covid-19 Ditolak China, Ini Tanggapan WHO

Global
Jamur Hitam di India: Ribuan Orang Meninggal, Kasusnya Sudah Ada di Indonesia

Jamur Hitam di India: Ribuan Orang Meninggal, Kasusnya Sudah Ada di Indonesia

Global
Afghanistan Bantah Taliban Kuasai 90 Persen Perbatasan Negara

Afghanistan Bantah Taliban Kuasai 90 Persen Perbatasan Negara

Global
komentar
Close Ads X