Kompas.com - 31/05/2021, 11:49 WIB
Presiden Joe Biden berbicara pada acara Memorial Day di Veterans Memorial Park di Delaware Memorial Bridge di New Castle, Del., Minggu, 30 Mei 2021. AP PHOTO/PATRICK SEMANSKYPresiden Joe Biden berbicara pada acara Memorial Day di Veterans Memorial Park di Delaware Memorial Bridge di New Castle, Del., Minggu, 30 Mei 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan akan membahas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, ketika mereka bertemu di Swiss bulan depan.

"Saya akan bertemu dengan Presiden Putin dalam beberapa minggu (lagi) di Jenewa, menjelaskan bahwa kami tidak akan berdiam diri dan membiarkan dia menyalahgunakan hak-hak (HAM) itu," kata Biden dalam sambutan Memorial Day, pada Minggu (30/5/2021) melansir CNN.

Baca juga: Biden Minta Hasil Penyelidikan Asal-usul Covid-19 Badan Intelijen Diserahkan dalam 90 Hari Lagi

Dalam kesempatan itu, Biden menekankan AS didirikan atas dasar cita-cita bahwa semua pria dan wanita diciptakan setara. AS juga memiliki kewajiban untuk berbicara ketika mengetahui adanya pelanggaran HAM.

Gedung Putih pekan lalu menyatakan pertemuan tatap muka pertama antara Biden dan Putin akan berlangsung di Jenewa pada 16 Juni.

Kedua pemimpin berencana untuk membahas berbagai masalah saat AS berupaya meningkatkan hubungan dengan Rusia.

Biden sebelumnya telah bertemu dengan Putin selama menjadi wakil presiden AS dalam pemerintahan Barack Obama. Termasuk pertemuan 2011 di mana Biden mengatakan dia menatap mata Putin dan menyatakan: "Saya tidak berpikir Anda memiliki jiwa."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hubungan kedua negara memburuk karena masalah seperti Ukraina, dan campur tangan pemilu.

Namun Biden berharap dapat membangun saluran komunikasi yang jelas yang akan menghindari kejutan yang tidak semestinya ke depan.

Pada April, pemerintahan Biden menargetkan Rusia dengan sanksi besar-besaran dan pengusiran diplomatik. Kebijakan itu sebagian karena "pelanggaran hak asasi manusia yang parah" di Krimea.

Baca juga: Antek Putin Desak Aktivis Belarus Roman Protasevich Ditembak seperti Anjing

Presiden AS juga mengatakan dia mengangkat isu pelanggaran HAM melalui telepon dengan Presiden China Xi Jinping.

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inspirasi Energi: Permintaan Mobil Listrik Bisa Tersendat Jika Litium Defisit

Inspirasi Energi: Permintaan Mobil Listrik Bisa Tersendat Jika Litium Defisit

Internasional
Sultan Kelantan di Malaysia Jadikan Istananya Tempat Vaksinasi Covid-19

Sultan Kelantan di Malaysia Jadikan Istananya Tempat Vaksinasi Covid-19

Global
Pasca Pertemuan di Jakarta, ASEAN Masih Belum Tunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar

Pasca Pertemuan di Jakarta, ASEAN Masih Belum Tunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar

Global
Sesi Parlemen Malaysia Ditunda, Muhyiddin Masih Selamat dari Mosi Tidak Percaya

Sesi Parlemen Malaysia Ditunda, Muhyiddin Masih Selamat dari Mosi Tidak Percaya

Global
Jelang HUT Ke-76 RI, KBRI Roma Peringati Hari Anak Nasional dan Ceria Merdeka

Jelang HUT Ke-76 RI, KBRI Roma Peringati Hari Anak Nasional dan Ceria Merdeka

Global
Mengapa Kapal Selam Berwarna Hitam atau Abu-abu?

Mengapa Kapal Selam Berwarna Hitam atau Abu-abu?

Global
Meksiko Adakan Referendum untuk Selidiki Kejahatan Mantan Presiden Selama Menjabat

Meksiko Adakan Referendum untuk Selidiki Kejahatan Mantan Presiden Selama Menjabat

Global
Kebakaran Hutan Landa AS, Biden Tegaskan Cegah Perubahan Iklim

Kebakaran Hutan Landa AS, Biden Tegaskan Cegah Perubahan Iklim

Global
Spesifikasi Panther, Tank Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Spesifikasi Panther, Tank Nazi Jerman dalam Perang Dunia II

Global
15 Tentara Niger Gugur Disergap Kelompok Teroris

15 Tentara Niger Gugur Disergap Kelompok Teroris

Global
Atlet Olimpiade Protes Diberi Ruang Karantina Covid-19 Seperti Penjara

Atlet Olimpiade Protes Diberi Ruang Karantina Covid-19 Seperti Penjara

Global
Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan dalam Gua di Arab Saudi, Peneliti Takjub Kondisinya Baik

Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Ditemukan dalam Gua di Arab Saudi, Peneliti Takjub Kondisinya Baik

Global
Unjuk Rasa Pecah di Berlin Tolak Pembatasan Covid-19, 600 Orang Ditahan

Unjuk Rasa Pecah di Berlin Tolak Pembatasan Covid-19, 600 Orang Ditahan

Global
Atlet Inggris Peraih Emas Olimpiade Kedapatan Merajut Sambil Menonton Pertandingan

Atlet Inggris Peraih Emas Olimpiade Kedapatan Merajut Sambil Menonton Pertandingan

Global
Olimpiade Tokyo 2020: Cerita di Balik Karya Seni Raksasa di Sawah Jepang

Olimpiade Tokyo 2020: Cerita di Balik Karya Seni Raksasa di Sawah Jepang

Global
komentar
Close Ads X