Kompas.com - 31/05/2021, 11:13 WIB
Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona saat menyaksikan laga negaranya melawan Nigeria di Piala Dunia 2018. AFP/OLGA MALTSEVALegenda sepak bola Argentina, Diego Maradona saat menyaksikan laga negaranya melawan Nigeria di Piala Dunia 2018.

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Penyelidikan terhadap para dokter Diego Maradona atas kematian sang legenda lapangan hijau itu ditunda sampai 14 Juni, ujar seorang sumber kepada AFP pada Sabtu (29/5/2021).

Ketujuh anggota tim medis Maradona akan diperiksa oleh hakim investigasi pada Senin (14/6/2021), untuk memutuskan apakah dakwaan harus dijatuhkan kepada mereka.

Jika dinyatakan bersalah, mereka bisa dipenjara 8-25 tahun.

Baca juga: 3 Dokter Diego Maradona Hadapi Dakwaan Pembunuhan Berencana

Diego Maradona meninggal karena serangan jantung pada November 2020 dalam usia 60 tahun.

Maradona meninggal hanya beberapa minggu setelah menjalani operasi otak akibat pembekuan darah.

Namun para jaksa meyakini kematian Maradona adalah akibat malpraktik atau kelalaian dokter, yang memperburuk kondisi kesehatan dan mengakibatkan kematiannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Mei panel investigasi medis menyimpulkan bahwa Maradona menjalani periode menyakitkan dan berkepanjangan sebelum kematiannya.

Baca juga: Warisan Maradona Jadi Rebutan, Dua Anaknya Ribut dengan Mantan Pengacara

Proses hukum ini berawal dari pengaduan yang diajukan oleh dua dari lima putri Maradona terhadap ahli bedah sarafnya, Leopoldo Luque.

Namun Luque menampiknya sembari meneteskan air mata dengan berkata, telah melakukan semua yang dia bisa sampai yang tidak mungkin untuk pasien yang tak bisa diatur.

Tuduhan atas penyebab kematian Maradona ini terjadi di samping kasus lainnya yaitu sengketa warisan sang legenda Napoli tersebut.

Sengketa warisan Maradona ini melibatkan kelima anaknya, para saudara laki-lakinya, dan Matias Morla mantan pengacaranya.

Maradona adalah idola bagi jutaan orang Argentina setelah membawa Tim Tango menjuarai Piala Dunia 1986, trofi kedua Albiceleste di turnamen empat tahunan tersebut.

Baca juga: Jenazah Diego Maradona Diminta Tak Dikremasi, Ada Apa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.