Kompas.com - 31/05/2021, 18:24 WIB
Seorang wanita hamil 8 bulan berusia 38 tahun meninggal sekitar jam 12 siang pada tanggal 30 Mei karena Covid-19 di Rumah Sakit Distrik Kyaikhar, Negara Bagian Chin Myanmar. DOCTORSRIGHTS via TWITTERSeorang wanita hamil 8 bulan berusia 38 tahun meninggal sekitar jam 12 siang pada tanggal 30 Mei karena Covid-19 di Rumah Sakit Distrik Kyaikhar, Negara Bagian Chin Myanmar.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Rumah sakit Myanmar dekat perbatasan India memantik kekhawatiran akan ancaman terhadap sistem kesehatan, yang hampir runtuh sejak kudeta Februari lalu.

Reuters melaporkan pada Minggu (30/5/2021), para pasien Covid-19 di tempat itu, tampak terengah-engah, demam dan tanpa oksigen ekstra yang dapat membantu mereka tetap hidup.

Baca juga: Lawan Junta, Pemerintah Bayangan Myanmar Bersekutu dengan Pemberontak

Untuk membantu merawat tujuh pasien Covid-19 di RS Cikha, siang dan malam, kepala perawat Lun Za En memiliki teknisi laboratorium dan asisten apoteker.

Kebanyakan, mereka menawarkan kata-kata yang memberi semangat, dan minimal parasetamol.

"Kami tidak memiliki cukup oksigen, cukup peralatan medis, cukup listrik, cukup dokter atau cukup ambulans," Lun Za En (45 tahun), mengatakan kepada Reuters dari kota berpenduduk lebih dari 10.000 jiwa itu.

"Kami beroperasi dengan tiga staf, bukan 11."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kampanye anti Covid-19 Myanmar kandas bersama dengan sistem kesehatan lainnya, setelah militer merebut kekuasaan pada 1 Februari.

Padahal sebelum pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi digulingkan, pemerintahnya telah meningkatkan pengujian, karantina, dan perawatan Covid-19.

Baca juga: Pasukan Tandingan Dibentuk, Siap Melawan Junta Militer Myanmar

Layanan di rumah sakit umum runtuh setelah banyak dokter dan perawat bergabung dengan pemogokan dalam Gerakan Pembangkangan Sipil.

Mereka pindah ke garis depan perjuangan untuk menentang kekuasaan militer, dan terkadang di garis depan protes yang telah ditumpas dengan darah.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Tunisia Janji Dirinya Takkan Jadi Diktator setelah Tangkap Anggota Parlemen

Presiden Tunisia Janji Dirinya Takkan Jadi Diktator setelah Tangkap Anggota Parlemen

Global
Anime Jepang yang Paling Populer di Dunia, Apa Favoritmu?

Anime Jepang yang Paling Populer di Dunia, Apa Favoritmu?

Internasional
Peduli Migran WNI, Kota Taoyuan di Taiwan Adakan Program Khusus Pencegahan Covid-19

Peduli Migran WNI, Kota Taoyuan di Taiwan Adakan Program Khusus Pencegahan Covid-19

Global
Kebakaran Hutan Turki Hanguskan Tempat Wisata, 4.000 Turis Dievakuasi

Kebakaran Hutan Turki Hanguskan Tempat Wisata, 4.000 Turis Dievakuasi

Global
CDC AS: Varian Covid-19 Delta Sama Menularnya seperti Cacar Air

CDC AS: Varian Covid-19 Delta Sama Menularnya seperti Cacar Air

Global
POPULER GLOBAL: Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga AS

POPULER GLOBAL: Biden Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi | BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga AS

Global
Apakah Kim Jong Un Kehilangan Berat Badan Lagi? Foto-foto Menunjukkan Demikian

Apakah Kim Jong Un Kehilangan Berat Badan Lagi? Foto-foto Menunjukkan Demikian

Global
Bangladesh Dilanda Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Tengah Krisis Covid-19

Bangladesh Dilanda Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Tengah Krisis Covid-19

Global
Kontroversi Penggunaan Robot Anjing oleh Polisi Amerika, Dinilai Tidak Manusiawi

Kontroversi Penggunaan Robot Anjing oleh Polisi Amerika, Dinilai Tidak Manusiawi

Global
Lari dari Taliban, Warga Afghanistan Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Kabur ke Luar Negeri

Lari dari Taliban, Warga Afghanistan Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Kabur ke Luar Negeri

Global
Cara Sukses China Tangani Varian Delta, Bisakah Indonesia Tiru?

Cara Sukses China Tangani Varian Delta, Bisakah Indonesia Tiru?

Global
Pemberontak Houthi Rebut 2 Distrik di Yaman

Pemberontak Houthi Rebut 2 Distrik di Yaman

Global
China Izinkan Uji Coba Kendaraan Autopilot di Jalan Tol Beijing

China Izinkan Uji Coba Kendaraan Autopilot di Jalan Tol Beijing

Global
Sambil Bersujud, Atlet Taekwondo Thailand Persembahkan Medali Emas Olimpiade ke Sang Ayah

Sambil Bersujud, Atlet Taekwondo Thailand Persembahkan Medali Emas Olimpiade ke Sang Ayah

Global
Lagu Kebangsaan China Dihina di Hong Kong, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan

Lagu Kebangsaan China Dihina di Hong Kong, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan

Global
komentar
Close Ads X