Kompas.com - 29/05/2021, 19:24 WIB
Pengunjuk rasa anti-kudeta memberikan hormat tiga jari selama demonstrasi di Yangon, Myanmar, Jumat, 14 Mei 2021. APPengunjuk rasa anti-kudeta memberikan hormat tiga jari selama demonstrasi di Yangon, Myanmar, Jumat, 14 Mei 2021.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Pemerintah tandingan Junta Myanmar akan membentuk Pasukan Pertahanan Rakyat yang bertujuan menyaingi angkatan bersenjata yang saat ini menguasai Myanmar.

Dilansir Reuters, National Unity Government (NUG) mengumumkan angkatan bersenjata yang baru dibentuknya sudah menyelesaikan pelatihan militer gelombang pertama.

Dalam video yang dirilis Yee Moon, Menteri Pertahanan NUG pada Jumat (28/5/2021), tampak sekelompok pasukan yang tampil dengan memakai seragam. 

"Militer ini dibentuk oleh pemerintah sipil resmi. Pasukan Pertahanan Rakyat harus sejalan dengan rakyat dan melindungi rakyat. Kami akan berjuang memenangkan pertempuran ini," kata seorang perwira dalam video itu.

Baca juga: Berbulan-bulan Kudeta Myanmar, Apa Kabar Aung San Suu Kyi?

Video itu juga memperlihatkan sekitar 100 personel berbaris di lapangan berlumpur di tengah hutan. Semuanya berdiri di belakang bendera pasukan yang berwarna merah dengan gambar bintang putih. Meski begitu, pasukan tidak tampak membawa senjata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa hari sebelumnya, junta militer menegaskan kembali bahwa NUG adalah sekelompok pengkhianat. Pasukan Pertahanan Rakyat milik NUG, juga sudah ditetapkan sebagai kelompok teroris.

Di sisi lain, protes anti-junta militer masih terjadi setiap hari di berbagai penjuru Myanmar. Aksi mogok oleh penentang junta militer bahkan sudah melumpuhkan bisnis dan perekonomian "Negari Pagoda Emas."

Baca juga: Masih Dilanda Kudeta, Myanmar Tak Diundang ke Rapat Tahunan WHO

Pemandangan yang lebih ekstrem terjadi di wilayah pedalaman. Dilansir Reuters, kelompok etnis bersenjata masih terus menggempur militer Myanmar. Bahkan, milisi ini mulai berani menyerang wilayah perkotaan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat, bentrokan antara penentang Junta Militer dan aparat Myanmar sudah menewaskan lebih dari 800 orang sejak kudeta berlangsung. Lebih dari 4.000 orang juga sudah ditahan junta militer karena menentang kudeta.

Rakyat Myanmar, mengutip Associated Press, kabarnya juga menginginkan agar PBB segera menerjunkan pasukan perdamaiannya, mencegah aksi kekerasan Junta Militer.

Baca juga: Bergabung dalam Gerakan Anti-Kudeta, Lebih dari 125.000 Guru Sekolah di Myanmar Diskors

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Sering Masturbasi, Seorang Pria 51 Tahun Tiba-tiba Diserang Stroke

Setelah Sering Masturbasi, Seorang Pria 51 Tahun Tiba-tiba Diserang Stroke

Global
Seniman Jepang Gambarkan Negara Peserta Olimpiade Sebagai Karakter Samurai, Ada Indonesia

Seniman Jepang Gambarkan Negara Peserta Olimpiade Sebagai Karakter Samurai, Ada Indonesia

Global
Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Akhirnya Digelar di Tengah Pro-kontra

Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Akhirnya Digelar di Tengah Pro-kontra

Global
Banjir China: Cerita Dramatis Penumpang Selamat di Kereta, dalam 30 Menit Air Sudah Sebahu

Banjir China: Cerita Dramatis Penumpang Selamat di Kereta, dalam 30 Menit Air Sudah Sebahu

Global
Junta Myanmar Tangkap Para Dokter yang Rawat Pasien Covid-19

Junta Myanmar Tangkap Para Dokter yang Rawat Pasien Covid-19

Global
Sydney Darurat Nasional Covid-19, Remaja Diusulkan Masuk Prioritas Vaksinasi

Sydney Darurat Nasional Covid-19, Remaja Diusulkan Masuk Prioritas Vaksinasi

Global
WHO Desak Indonesia Batasi Mobilitas Lebih Ketat, PPKM Belum Cukup

WHO Desak Indonesia Batasi Mobilitas Lebih Ketat, PPKM Belum Cukup

Global
13 dari 1.000 Pasien Covid-19 di Gujarat India Terinfeksi Jamur Hitam

13 dari 1.000 Pasien Covid-19 di Gujarat India Terinfeksi Jamur Hitam

Global
Presiden Haiti Akhirnya Dimakamkan Selang 2 Pekan Setelah Dibunuh

Presiden Haiti Akhirnya Dimakamkan Selang 2 Pekan Setelah Dibunuh

Global
Jumlah Korban Tewas Banjir di China Jadi 51 Orang dan Diperkirakan Terus Meningkat

Jumlah Korban Tewas Banjir di China Jadi 51 Orang dan Diperkirakan Terus Meningkat

Global
Penyelidikan Lanjutan Asal-usul Covid-19 Ditolak China, Ini Tanggapan WHO

Penyelidikan Lanjutan Asal-usul Covid-19 Ditolak China, Ini Tanggapan WHO

Global
Jamur Hitam di India: Ribuan Orang Meninggal, Kasusnya Sudah Ada di Indonesia

Jamur Hitam di India: Ribuan Orang Meninggal, Kasusnya Sudah Ada di Indonesia

Global
Afghanistan Bantah Taliban Kuasai 90 Persen Perbatasan Negara

Afghanistan Bantah Taliban Kuasai 90 Persen Perbatasan Negara

Global
Israel Bentuk Komisi Khusus untuk Selidiki Spyware Pegasus

Israel Bentuk Komisi Khusus untuk Selidiki Spyware Pegasus

Global
Olimpiade Kuno Yunani 2.400 Tahun Lalu: Bertanding Telanjang, Disaksikan Wanita Lajang

Olimpiade Kuno Yunani 2.400 Tahun Lalu: Bertanding Telanjang, Disaksikan Wanita Lajang

Global
komentar
Close Ads X