29 WNI Positif Covid-19 di India, Jumlah Kasus 18 Juta

Kompas.com - 30/04/2021, 22:05 WIB
Beberapa rumah sakit tidak lagi menerima pasien sehingga warga harus antre di apotek untuk membeli obat bagi keluarga mereka yang positif terkena Covid-19. AP via ABC AUSTRALIABeberapa rumah sakit tidak lagi menerima pasien sehingga warga harus antre di apotek untuk membeli obat bagi keluarga mereka yang positif terkena Covid-19.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Situasi Covid-19 di India semakin memburuk dengan kasus keseluruhan sekarang sudah melebihi 18 juta. Di antara jutaan kasus di sana, 29 di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI).

Jumlah WNI di India yang terinfeksi Covid-19 tersebut diungkapkan oleh Hanafi, Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Indonesia di New Delhi kepada ABC Indonesia.

"Hingga saat ini kami kami mencatat ada 750 orang WNI yang tersebar di 18 negara bagian di India," kata Hanafi, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Covid-19 India Mengganas, Masjid dan Madrasah Jadi Fasilitas Perawatan

"Dari komunikasi KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai diperoleh informasi bahwa saat ini 29 di antaranya sedang positif Covid-19 dan hampir semua isolasi mandiri di rumah dengan gejala asimptomatis dan ringan," tambah Hanafi.

Dalam pantauan KBRI, warga Indonesia yang tinggal di India kebanyakan tinggal di negara bagian Maharastra (yang beribu kota Mumbai) dan di New Delhi.

Sebagian lainnya tinggal di Karnataka (dengan ibu kota Bangalore) dan Tamil Nadu (dengan ibu kota Chennai).

"Yang kita tahu WNI di India saat ini yang bisa dibilang terbanyak adalah Ibu rumah tangga (yang menikah dengan WN India) diikuti dengan mahasiswa baik beasiswa maupun biaya sendiri," tutur Hanafi.

"Saat ini masih ada juga yang bekerja di berbagai perusahaan, namun jumlahnya tidak besar," imbuh Hanafi.

Baca juga: Tsunami Corona di India, Ini Penyebab Stok Oksigen Cepat Habis

Dengan adanya gelombang kedua ini, menurut Hanafi, KBRI di India mengimbau kepada WNI, terutama mereka yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri dua pekan lagi untuk menghindari kerumunan.

"Kebetulan ini akan menjadi Lebaran kedua di masa pandemi. Masyarakat Indonesia khususnya telah memahami bahwa dalam kondisi ini tentu acara lebaran menjadi tidak memungkinkan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X