Kompas.com - 17/03/2021, 07:19 WIB
Serangan terhadap pabrik China menimbulkan asap hitam mengepul dari zona industri kotapraja Hlaing Thar Yar di Yangon, Myanmar Minggu, 14 Maret 2021. APSerangan terhadap pabrik China menimbulkan asap hitam mengepul dari zona industri kotapraja Hlaing Thar Yar di Yangon, Myanmar Minggu, 14 Maret 2021.

Mengutip The Irrawaddy, seorang juru bicara kedutaan menyatakan China meminta Myanmar mengambil tindakan efektif lebih lanjut untuk menghentikan semua tindakan kekerasan.

“Negeri Tirai Bambu” juga mendesak adanya penyelidikan dan penanganan terhadap pelaku secara relevan sesuai hukum. Termasuk juga meminta kepastian atas keselamatan jiwa dan properti perusahaan dan personel China di Myanmar.

“Kami menyerukan kepada rakyat Myanmar untuk mengungkapkan tuntutan mereka secara legal, dan tidak dihasut atau digunakan untuk merusak kerja sama persahabatan antara China dan Myanmar," ujar pernyataan itu.

Sebagai tindakan pencegahan, kantor perwakilan Taiwan di Myanmar bahkan telah menyarankan perusahaan Taiwan mengibarkan benderanya. Ini untuk menghindari potensi kekerasan terhadap perusahaan milik China, lapor Reuters.

Baca juga: Digeruduk Militer, Warga Kota Miskin Myanmar Kabur Naik Pikap dan Truk

Investor memikirkan kembali keputusan mereka

Sejak kudeta, Myanmar diguncang oleh protes massa dan terus menindak para demonstran.

Bersamaan dengan seruan untuk memboikot produk tertentu yang dianggap terkait dengan pendukung junta, investor dan bisnis asing harus memikirkan kembali rencana mereka di negara tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bukan hanya masalah ketidakstabilan yang terjadi, dalam konfrontasi rutin antara pemerintah militer dan pengunjuk rasa.

Beberapa bisnis cenderung mempertimbangkan citra yang mereka proyeksikan kepada kliennya, terutama jika mereka dianggap mendukung atau memaafkan nilai-nilai militer.

Darurat militer diberlakukan di pinggiran pabrik.

Menurut Reuters, darurat militer telah diberlakukan di pinggiran Kota Hlaingthaya dan distrik lain di Yangon, sebagai tanggapan atas pembakaran.

Media televisi Myawadday yang dikelola militer Myanmar lebih lanjut menuduh 2.000 orang telah menghentikan mesin pemadam kebakaran untuk mencapai pabrik yang terbakar.

Irrawaddy menyoroti bahwa pembunuhan pada Minggu (14/3/2021) membuat korban tewas menjadi 134 orang sejak militer pertama kali melancarkan kudeta bulan lalu.

Halaman:

Sumber Mothership
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Letusan Senjata Api di Washington DC, Gedung Putih Keluarkan Pernyataan

Letusan Senjata Api di Washington DC, Gedung Putih Keluarkan Pernyataan

Global
Seorang Ibu Jutawan Ketagihan Mengasuh Anak dan Bercita-cita Punya 105 Anak

Seorang Ibu Jutawan Ketagihan Mengasuh Anak dan Bercita-cita Punya 105 Anak

Global
Negara Bagian Terpadat Australia Umumkan “Darurat Nasional' Covid-19

Negara Bagian Terpadat Australia Umumkan “Darurat Nasional" Covid-19

Global
UNICEF: Sistem Pasokan Air Masyarakat Lebanon Terancam Hancur Total

UNICEF: Sistem Pasokan Air Masyarakat Lebanon Terancam Hancur Total

Global
Hujan Muson Picu Tanah Longsor dan Banjir, 112 Orang Tewas di India

Hujan Muson Picu Tanah Longsor dan Banjir, 112 Orang Tewas di India

Global
146 Warga Palestina Luka-luka dalam Bentrok dengan Tentara Israel di Tepi Barat

146 Warga Palestina Luka-luka dalam Bentrok dengan Tentara Israel di Tepi Barat

Global
Cacar Monyet Muncul Lagi Setelah 18 Tahun, Kenali Gejala dan Bedanya dengan Cacar Air

Cacar Monyet Muncul Lagi Setelah 18 Tahun, Kenali Gejala dan Bedanya dengan Cacar Air

Global
Pertama Kali ke Tibet sejak Jadi Presiden China, Ini Agenda Xi Jinping

Pertama Kali ke Tibet sejak Jadi Presiden China, Ini Agenda Xi Jinping

Global
Taliban: Tidak Ingin Monopoli Afghanistan, Hanya Presiden Ashraf Ghani Harus Dicopot

Taliban: Tidak Ingin Monopoli Afghanistan, Hanya Presiden Ashraf Ghani Harus Dicopot

Global
10 Momen Unik dalam Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

10 Momen Unik dalam Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Global
UPDATE Banjir Jerman: 180 Orang Tewas, 150 Hilang, Sirkuit F1 Jadi Pusat Bantuan

UPDATE Banjir Jerman: 180 Orang Tewas, 150 Hilang, Sirkuit F1 Jadi Pusat Bantuan

Global
Gempa M 6,7 Guncang Filipina, Disusul Magnitudo 5,8

Gempa M 6,7 Guncang Filipina, Disusul Magnitudo 5,8

Global
POPULER GLOBAL: Jamur Hitam Menyebar ke 5 Negara, Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi

POPULER GLOBAL: Jamur Hitam Menyebar ke 5 Negara, Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi

Global
Setelah Sering Masturbasi, Seorang Pria 51 Tahun Tiba-tiba Diserang Stroke

Setelah Sering Masturbasi, Seorang Pria 51 Tahun Tiba-tiba Diserang Stroke

Global
Seniman Jepang Gambarkan Negara Peserta Olimpiade Sebagai Karakter Samurai, Ada Indonesia

Seniman Jepang Gambarkan Negara Peserta Olimpiade Sebagai Karakter Samurai, Ada Indonesia

Global
komentar
Close Ads X