Militer Myanmar: Diperintah Terang-terangan Tembak Warga Sipil, Bahkan Bunuh Orangtua Sendiri

Kompas.com - 17/03/2021, 06:10 WIB
Polisi anti huru-hara memegangi seorang pengunjuk rasa sementara yang lainnya bersiap memukuli dalam insiden di Tharkata, luar Yangon, Myanmar,pada 6 Maret 2021. AP PHOTO/-Polisi anti huru-hara memegangi seorang pengunjuk rasa sementara yang lainnya bersiap memukuli dalam insiden di Tharkata, luar Yangon, Myanmar,pada 6 Maret 2021.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sambil gemetar dan mencengkeram kausnya, tentara Myanmar Kyaw mengenang kekerasan yang katanya diperintahkan kelompok militer.

Dia diminta menyakiti orang-orang di komunitasnya sendiri, perintah inilah yang mendorong pelariannya ke India.

Kyaw, yang namanya telah diubah untuk melindungi identitasnya, termasuk di antara 40 warga negara Myanmar, kebanyakan petugas polisi, yang ditemui AFP.

Mereka bersembunyi di lokasi yang dirahasiakan di negara bagian Mizoram di timur laut India.

Setidaknya 180 orang telah tewas di Myanmar sejak kudeta 1 Februari, menurut kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik. Junta telah menindak demonstrasi demokrasi tanpa henti di seluruh negeri.

“Kekerasan itu menyebabkan lebih dari 300 warga Myanmar, banyak dari mereka petugas polisi dan keluarga mereka, serta dua personel militer, memasuki Mizoram,” kata seorang warga setempat yang membantu penyeberangan perbatasan kepada AFP, Senin (15/3/2021).

Kyaw, seorang pria bersenjata berusia 24 tahun. Dia telah bertugas di militer selama sekitar empat tahun. Dia merupakan anggota kelompok Chin, sebagian besar minoritas Kristen di Myanmar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mantan Tentara Myanmar Ungkap Alasan Membelot dan Memilih Bergabung dengan Gerakan Anti-kudeta

Kepada AFP, Kyaw mengaku telah diperintahkan untuk melakukan kekerasan mematikan di antar Chin.

"Militer memberi perintah untuk membunuh orang yang tidak bersalah, yang seperti ibu dan ayah saya sendiri," katanya kepada AFP.

"Mengapa saya harus membunuh orang saya sendiri."

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X