Ada Ancaman Gedung Capitol Diterobos, DPR AS Batalkan Rapat

Kompas.com - 04/03/2021, 10:23 WIB
Anggota Garda Nasional berpatroli di depan National Mall pada 19 Januari 2021 di Washington DC. Keamanna diperketat jelang hari pelantikan Joe Biden, di tengah ancaman keamanan menyusul kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari. AFP PHOTO/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/STEPHANIE KEITHAnggota Garda Nasional berpatroli di depan National Mall pada 19 Januari 2021 di Washington DC. Keamanna diperketat jelang hari pelantikan Joe Biden, di tengah ancaman keamanan menyusul kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - DPR AS dilaporkan membatalkan rapat, setelah muncul ancaman Gedung Capitol berpotensi dibobol massa.

Kepolisian Capitol mengungkapkan potensi serangan itu tanpa menyebut milisi, setelah menerima laporan intelijen.

Ancaman itu muncul buntut percakapan yang beredar di situs teori konspirasi QAnon, bahwa Donald Trump akan dilantik lagi sebagai Presiden AS.

Baca juga: Ada Kabar Trump Bakal Jadi Presiden Lagi, Gedung Capitol Dijaga Ribuan Tentara

Kabar intelijen ini terjadi dua bulan setelah pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol pada 6 Januari, dan menewaskan lima orang.

Sejumlah penganut QAnon menyakini, Trump dicurangi di periode kedua sehingga 4 Maret akan menjadi hari bersejarah baginya.

Sebab, dia akan kembali menempati Gedung Putih dan melancarkan perang terhadap perkumpulan kapitalis rahasia.

Adapun 4 Maret dipilih karena merupakan tanggal pertama inaugurasi pertama Presiden AS hingga 1933, sebelum dipindah ke 20 Januari.

"Kami mendapatkan laporan intelijen terdapat potensi penyerbuan Gedung Capitol pada 4 Maret oleh sebuah milisi," kata kepolisian.

Penegak hukum sudah meningkatkan pengamanan dengan meningkatkan penjagaan untuk memastikan personel mereka maupun Kongres AS.

Meski begitu, DPR AS menekankan mereka tidak akan menggelar pertemuan untuk voting dua undang-undang pada Kamis.

Sebagai gantinya dilansir AFP, pemungutan suara atas UU reformasi polisi dan hak dalam voting dilakukan Rabu malam (3/3/2021).

Di level Senat, sergeant at arms mengirim surel ke para senator berisi langkah-langkah keamanan, termasuk menambah personel penjaga.

Senat sendiri dijadwalkan bertemu Kamis siang, untuk membahas paket bantuan Covid-19 sebesar 1,9 triliun dollar AS (Rp 27,1 kuadriliun).

Baca juga: Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Makhluk Mitologi Populer dari Zaman Kuno

6 Makhluk Mitologi Populer dari Zaman Kuno

Internasional
Melihat Kegiatan Ramadhan di Amerika, dari Tadarus Virtual hingga Vaksinasi Covid-19

Melihat Kegiatan Ramadhan di Amerika, dari Tadarus Virtual hingga Vaksinasi Covid-19

Global
Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam

Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Mohammed Reza Shah Pahlavi, Raja Terakhir Iran yang Runtuh karena Pemberontakan

[Biografi Tokoh Dunia] Mohammed Reza Shah Pahlavi, Raja Terakhir Iran yang Runtuh karena Pemberontakan

Internasional
Tiap 10 Jam, FBI Buka Investigasi Baru Terkait Pemerintah China

Tiap 10 Jam, FBI Buka Investigasi Baru Terkait Pemerintah China

Global
Takut Kecoak, Istri Minta Pindah 18 Kali dalam 3 Tahun, Suami Tak Tahan dan Minta Cerai

Takut Kecoak, Istri Minta Pindah 18 Kali dalam 3 Tahun, Suami Tak Tahan dan Minta Cerai

Global
Video Viral Bos Dipukuli Karyawati dengan Tongkat Pel karena Chat Mesum, Akhirnya Dipecat

Video Viral Bos Dipukuli Karyawati dengan Tongkat Pel karena Chat Mesum, Akhirnya Dipecat

Global
Serius Rapat via Zoom, Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Telanjang

Serius Rapat via Zoom, Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Telanjang

Global
Junta Myanmar Bobol Kotak Amal Masjid dan Tembak Mati 2 Warga Sipil

Junta Myanmar Bobol Kotak Amal Masjid dan Tembak Mati 2 Warga Sipil

Global
Seorang Pria Nonton Film Porno, Kaget Pemerannya Ternyata Pacar Sendiri

Seorang Pria Nonton Film Porno, Kaget Pemerannya Ternyata Pacar Sendiri

Global
Perawat Brasil Bentuk 'Genggaman Palsu' untuk Tenangkan Pasien Covid-19

Perawat Brasil Bentuk "Genggaman Palsu" untuk Tenangkan Pasien Covid-19

Global
Cegah Kapal Perang Asing Masuk Ukraina, Rusia Tutup Selat Kerch

Cegah Kapal Perang Asing Masuk Ukraina, Rusia Tutup Selat Kerch

Global
Iran Klaim Mampu Perkaya Uranium Hingga 60 Persen

Iran Klaim Mampu Perkaya Uranium Hingga 60 Persen

Global
Pasangan Ini Pindah Rumah Sampai 18 Kali karena Istri Takut Kecoak

Pasangan Ini Pindah Rumah Sampai 18 Kali karena Istri Takut Kecoak

Global
China Jebloskan Bos Besar Media Hong Kong Jimmy Lai ke Penjara 12 Bulan

China Jebloskan Bos Besar Media Hong Kong Jimmy Lai ke Penjara 12 Bulan

Global
komentar
Close Ads X