Ahli Peringatkan Bahaya Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak

Kompas.com - 01/03/2021, 12:09 WIB
Paus Fransiskus merayakan misa Rabu Abu memimpin umat Katolik memasuki Prapaskah, di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Rabu, 17 Februari 2021. AP PHOTO/GUGLIELMO MANGIAPANEPaus Fransiskus merayakan misa Rabu Abu memimpin umat Katolik memasuki Prapaskah, di Basilika Santo Petrus di Vatikan, Rabu, 17 Februari 2021.

VATIKAN CITY, KOMPAS.com - Pakar penyakit menular mengungkapkan keprihatinan tentang perjalanan Paus Fransiskus yang akan datang ke Irak karena mengingat peningkatan tajam infeksi virus corona di sana.

Terlebih menurut mereka sistem perawatan kesehatan Irak rapuh. Jadi kemungkinan tak terhindarkan bahwa warga Irak akan berkerumun untuk melihat Pemimpin Katolik Roma itu saat kedatangannya.

Tidak ada yang ingin memberi tahu Fransiskus untuk membatalkannya. Sementara pemerintah Irak memiliki kepentingan untuk memamerkan stabilitas hubungannya, dengan datanya Paus Roma untuk pertama kalinya pertama di tempat kelahiran Abraham itu.

Perjalanan 5-8 Maret diharapkan dapat memberikan dorongan spiritual yang sangat dibutuhkan bagi orang-orang Kristen Irak yang terkepung. Termasuk diharapkan dapat membangun “jembatan penghubung” antara Vatikan dengan dunia Muslim.

Tetapi dari sudut pandang epidemiologi murni, serta pesan kesehatan masyarakat yang dikirimkannya, perjalanan kepausan ke Irak di tengah pandemi global tidak disarankan, kata para ahli kesehatan.

Kekhawatiran mereka diperkuat dengan berita pada Minggu (28/2/2021). Pasalnya duta besar Vatikan untuk Irak, orang utama dalam perjalanan yang akan mengantar Paus ke-266 ke semua janji temu, dinyatakan positif Covid-19 dan mengisolasi diri.

Dalam email kepada The Associated Press (AP), kedutaan mengatakan gejala Uskup Agung Mitja Leskovar ringan dan dia masih terus mempersiapkan kunjungan Paus.

Baca juga: Warga Kristen Irak Anggap Kunjungan Paus Fransiskus sebagai Pesan Harapan

Di luar jumlah kasusnya, para ahli mencatat bahwa perang, krisis ekonomi, dan eksodus profesional di bidang kesehatan Irak telah menghancurkan sistem rumah sakit negara itu.

Sementara penelitian menunjukkan sebagian besar infeksi Covid-19 baru di Irak adalah varian yang sangat menular, yang pertama kali diidentifikasi di Inggris.

“Saya rasa itu bukan ide yang bagus,” kata Dr Navid Madani, ahli virologi dan direktur pendiri Pusat Pendidikan Kesehatan Sains di Timur Tengah dan Afrika Utara di Institut Kanker Dana-Farber Harvard Medical School.

Halaman:

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

Global
China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

Global
Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Global
Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Global
Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Global
Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Global
Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Global
Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak 'Dilarang Gendut sampai Mati', Akhirnya Dipenjara

Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak "Dilarang Gendut sampai Mati", Akhirnya Dipenjara

Global
Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Global
Kucing Ini Tertangkap Sedang Menyelundupkan Narkoba ke Dalam Penjara

Kucing Ini Tertangkap Sedang Menyelundupkan Narkoba ke Dalam Penjara

Global
Cerai, Suami Ini Harus Bayar Istri Rp 1 Miliar untuk Jasa Masak dan Bersih-bersih Rumah

Cerai, Suami Ini Harus Bayar Istri Rp 1 Miliar untuk Jasa Masak dan Bersih-bersih Rumah

Global
Kabur dari Polisi Hutan, Pemburu Gelap Ini Tewas Diinjak Gajah

Kabur dari Polisi Hutan, Pemburu Gelap Ini Tewas Diinjak Gajah

Global
Pangeran Charles dan William akan Pimpin Pertemuan untuk Memutuskan Masa Depan Monarki Inggris

Pangeran Charles dan William akan Pimpin Pertemuan untuk Memutuskan Masa Depan Monarki Inggris

Global
Di Ulang Tahun ke-95 Tanpa Suami, Ratu Elizabeth II Akan Dikelilingi Staf

Di Ulang Tahun ke-95 Tanpa Suami, Ratu Elizabeth II Akan Dikelilingi Staf

Global
Tanggapi Kisruh European Super League, Begini Komentar Uni Eropa

Tanggapi Kisruh European Super League, Begini Komentar Uni Eropa

Global
komentar
Close Ads X