Tepi Barat Direncankan Lockdown 2 Pekan Saat Lonjakan Kasus Covid-19 Capai 180.000

Kompas.com - 26/02/2021, 22:17 WIB
Para pekerja Palestina bersiap untuk menyemprotkan disinfektan ke bangunan keagamaan di Ramallah, Tepi Barat, Palestina, pada 7 Maret 2020 sebagai bentuk pencegahan terhadap virus corona. REUTERS/MOHAMAD TOROKMANPara pekerja Palestina bersiap untuk menyemprotkan disinfektan ke bangunan keagamaan di Ramallah, Tepi Barat, Palestina, pada 7 Maret 2020 sebagai bentuk pencegahan terhadap virus corona.

RAMALLAH, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Palestina mendorong rencana lockdown 2 pekan di tengah lonjakan infeksi virus corona di Tepi Barat.

Menteri Kesehatan Otoritas Palestina (PA), Mai al-Kaila memberi gagasan lockdown kepada Perdana Menteri Pelastina Mohammad Shtayyeh memberlakukan lockdown komprehensif karena kasus positif Covid-19 meningkat 20-30 persen.

Baca juga: Ratu Inggris Cerita Pengalaman Suntik Vaksin Covid-19 Agar Rakyatnya Tak Ragu Lagi

Sementara, tempat tidur di sejumlah rumah sakit kapasitasnya hampir penuh, menurut situs kementerian seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (26/2/2021).

"Ini gelombang ketiga wabah virus corona di Palestina," kata al-Kaila kepada media lokal pada Jumat (26/2/2021).

"Dan saat ini adalah masa yang paling sulit sejak pandemi dimulai," lanjutnya.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Ia kemudian mengatakan bahwa lonjakan jumlah kasus orang terinfeksi terkait dengan munculnya varian baru virus corona yang pertama kali dilaporkan di Inggris dan Afrika Selatan.

Sementara ini, varian baru virus corona yang datang dari Brzil belum terdeteksi di Palestina.

Baca juga: Filipina Tawarkan Perawatnya ke Inggris dan Jerman demi Dapat Vaksin Covid-19

Kasus virus corona di Tepi Barat dan Jalur Gaza mencapai 180.000, ketika jumlah kematian lebih dari 2.000, menurut Johns Hopkins University.

PA mulai mengkampanyekan vaksinasi virus corona di Tepi Barat pada 2 Februari, setelah tiba 2.000 dosis vaksin Covid-19 dari Israel dan 10.000 dosis dari Rusia.

Baca juga: China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Jalur Gaza dengan keterbatasan inokulasi, kontras dengan Israel, di mana 50 persen dari 9,3 juta populasinya telah menerima suntikan vaksin Covid-19 pertama dari 2 dosis.

Warga Palestina di Israel termasuk di antara mereka yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 .

Baca juga: Ghana Negara Pertama Penerima 600.000 Dosis Vaksin Covid-19 Gratis dari Skema Covax PBB


Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X