Dituduh Ikut Demo Anti-pemerintah, Sejumlah Pejabat Tinggi Thailand Dihukum Penjara

Kompas.com - 25/02/2021, 14:35 WIB
Suthep Thaugsuban (foto 2019) mempelopori protes terhadap pemerintah Yingluck Shinawatra yang digunakan untuk membenarkan kudeta militer pada 2014 AFP PHOTO/MADAREE TOHLALASuthep Thaugsuban (foto 2019) mempelopori protes terhadap pemerintah Yingluck Shinawatra yang digunakan untuk membenarkan kudeta militer pada 2014

BANGKOK, KOMPAS.com - Tiga menteri Thailand dijatuhi hukuman penjara dan dicopot dari jabatan mereka pada Rabu (24/2/2021) melansir AFP.

Pengadilan memutuskan mereka bersalah karena berpartisipasi dalam demonstrasi anti-pemerintah. Demonstrasi yang berujung betrok itu digunakan untuk membenarkan kudeta 2014, yang membawa Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha ke tampuk kekuasaan.

Sebelum bergabung dengan pemerintahan Prayut, ketiganya adalah bagian dari kelompok di balik protes jalanan besar-besaran yang menutup Bangkok, melumpuhkan lalu lintas, dan menguasai gedung-gedung pemerintah.

Mereka dipimpin oleh pemimpin penyerang Suthep Thaugsuban, yang gerakan protesnya dirusak oleh kekerasan. Bentrokan besar yang terjadi membuat tentara mengatakan mereka menjamin kudeta militer 2014.

Pengadilan Kriminal Bangkok pada Rabu (24/2/2021) menjatuhkan hukuman kepada 26 orang. Diantaranya termasuk Suthep dan tiga menteri, yaitu Menteri Ekonomi Digital Buddhipongse Punnakanta, Menteri Pendidikan Nataphol Teepsuwan, dan Wakil Menteri Transportasi Thaworn Senniam.

Karena vonis bersalah tersebut, mereka akan segera dicopot dari jabatannya, menurut hukum konstitusi Thailand.

Hukuman penjara para menteri berkisar dari lima sampai tujuh tahun karena dituduh menghasut massa menurut pernyataan pengadilan. Sementara Suthep, Mantan Wakil Perdana Menteri, menghadapi hukuman lima tahun di balik jeruji besi.

Baca juga: Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Gejolak politik Thailand

Komite Reformasi Demokratik Rakyat (PDRC) yang diproklamirkan sendiri, sebuah kelompok politik yang sekarang sudah tidak ada, menjadi terkenal pada 2013. Partai itu berupaya melawan pengaruh mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra.

Meskipun digulingkan dalam kudeta 2006, Thaksin tetap menjadi tokoh populer di kalangan pemilih Thailand. Saudara perempuannya, Yingluck, kemudian dipilih sebagai Perdana Menteri Thailand pada 2011.

Namun tuduhan korupsi telah berputar-putar di sekitar klan Shinawatra, yang dibenci oleh elite politik Bangkok. Setelah berbulan-bulan protes kekerasan yang dilakukan oleh PDRC, Yingluck akhirnya digulingkan pada 2014 oleh militer yang kuat.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X