7 Tahun Setelah Dimulainya Agresi Militer Rusia terhadap Ukraina

Kompas.com - 20/02/2021, 07:00 WIB
Ukraina bersiap melakukan uji rudalnya di dekat Crimea, dan hal itu membuat Rusia marah. Foto diambil pada Rabu (30/11/2016).
ReutersUkraina bersiap melakukan uji rudalnya di dekat Crimea, dan hal itu membuat Rusia marah. Foto diambil pada Rabu (30/11/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tujuh tahun yang lalu, agresi militer Rusia terhadap Ukraina dimulai, yang menelan banyak korban jiwa.

Okupasi terjadi di mana-mana, di Republik Otonomi Krimea, kota Sevastopol, serta beberapa area tertentu di wilayah Donetsk dan Luhansk.

Federasi Rusia semakin memperketat kontrolnya atas Krimea melalui upaya aneksasi, menekan perbedaan pendapat dan penindasan terhadap minoritas di Krimea.

Baca juga: Ukraina Blokir Tiga Saluran TV, Dituding Lakukan Propaganda Rusia

Banyak inisiatif yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik Ukraina-Rusia secara damai, tapi agresi bersenjata Rusia tetap berlangsung.

Situasi terkini menurut laporan Kedutaan Besar Ukraina di Republik Indonesia, di wilayah yang diduduki sementara secara umum di sana dapat dicirikan sebagai kemunduran di semua bidang.

Rusia secara brutal melanggar hak-hak politik Tatar Krimea, penduduk asli Krimea, demikian menurut pernyataan resmi yang diterima Kompas.com dari Kedutaan Besar Ukraina di RI.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih dari 100 warga Ukraina tetap ditahan secara ilegal sebagai tahanan politik di Krimea dan Rusia. Kebanyakan dari mereka adalah Tatar Krimea.

Baca juga: 5 Negara Desak Iran soal Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Federasi Rusia melakukan perubahan demografis secara paksa. Menurut data resmi, sejak 2014 lebih dari 50.000 warga Ukraina harus meninggalkan Krimea.

Dengan alasan epidemi Covid-19, Rusia membatasi kebebasan pergerakan penduduk Krimea dan kontak mereka dengan Ukraina.

Rusia terus mengubah Krimea dan perairan sekitarnya menjadi pos militernya di wilayah Azov-Laut Hitam.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Novavax Klaim Vaksinnya Efektif di Atas 90 Persen dan Lebih Mudah Disimpan

Novavax Klaim Vaksinnya Efektif di Atas 90 Persen dan Lebih Mudah Disimpan

Global
Pemerintahan Baru Israel Masih Rapuh, Palestina Bisa Kena Dampak

Pemerintahan Baru Israel Masih Rapuh, Palestina Bisa Kena Dampak

Global
Perdana Menteri Palestina: Naftali Bennett dan Benjamin Netanyahu Sama Buruknya

Perdana Menteri Palestina: Naftali Bennett dan Benjamin Netanyahu Sama Buruknya

Global
Biografi Tokoh Dunia: Amerigo Vespucci, Penjelajah Dunia Baru yang Sebut Amerika sebagai Benua

Biografi Tokoh Dunia: Amerigo Vespucci, Penjelajah Dunia Baru yang Sebut Amerika sebagai Benua

Global
Netanyahu Lengser dari PM Israel, Palestina: Periode Terburuk Berakhir

Netanyahu Lengser dari PM Israel, Palestina: Periode Terburuk Berakhir

Global
Rangkuman KTT NATO 14 Juni: Tentang China, Rusia, dan Luar Angkasa

Rangkuman KTT NATO 14 Juni: Tentang China, Rusia, dan Luar Angkasa

Global
Tentara Burkina Faso Kembali Bunuh 10 Teroris dalam Operasi di Solhan

Tentara Burkina Faso Kembali Bunuh 10 Teroris dalam Operasi di Solhan

Global
POPULER GLOBAL: Benjamin Netanyahu Resmi Lengser | Bintang Baru 100 Kali Matahari

POPULER GLOBAL: Benjamin Netanyahu Resmi Lengser | Bintang Baru 100 Kali Matahari

Global
Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Global
Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Global
Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Global
Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Global
Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Global
China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

Global
 Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Global
komentar
Close Ads X