Ukraina Sebut Iran Menghindar dari Tanggung Jawab Penyelidikan Pesawat yang Ditembak Jatuh

Kompas.com - 14/11/2020, 22:36 WIB
Puing pesawat di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Parand, wilayah barat daya Teheran, Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat. Pesawat berjenis Boeing 737-800 itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran. AFP/STRINGERPuing pesawat di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Parand, wilayah barat daya Teheran, Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat. Pesawat berjenis Boeing 737-800 itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran.

KIEV, KOMPAS.com - Pemerintah Ukraina mengeluhkan, Iran mulai dari lari dari tanggung jawab pesawat mereka yang ditembak jatuh pada Januari lalu.

Bentuk menghindari yang dilakukan Teheran adalah selain tidak membagikan informasi penting, juga tak merespons permintaan kerja sama.

Wakil Jaksa Agung Gyunduz Mamedov mengungkapkan, Teheran juga menolak permintaan agar pelaku mendapatkan hukuman penjara seumur hidup.

Baca juga: Fakta Baru, Pilot Pesawat Ukraina Sempat Masih Hidup Usai Dihantam Rudal Iran

Pada 8 Januari, Garda Revolusi Iran mengakui bahwa mereka tidak sengaja menembak pesawat Ukraine Internasional Airlines bernomor penerbangan PS752.

Insiden itu terjadi setelah Teheran menghujani pangkalan militer AS, sebagai balasan atas terbunuhnya komandan mereka, Qasem Soleimani.

Saat itu, Garda Revolusi mengira pesawat itu sebagai rudal dan menembaknya, membunuh 176 orang yang berada dalam Ukraina Internasional Airlines.

Pejabat setempat, yang bungkam pada Jumat (13/11/2020), sebelumnya menyalahkan isu teknis dan wabah virus corona sebagai penyebab investigasi berlangsung lambat.

"Penyelidikan awal kami mengemukakan tragedi ini adalah kejahatan berat, di mana 176 orang ditembak dengan peralatan militer," kata Mamedov.

Dilansir Reuters, Mamedov menerangkan hukuman bagi pelanggarnya tidak saja menerima penjara seumur hidup. Namun juga membayar kompensasi ke keluarga dan maskapai.

Baca juga: Insiden Salah Tembak Pesawat Ukraina, Iran Sebut Adanya Human Error

"Permintaan kami jelas tak bisa diterima Iran. Tapi mereka tak memberikan kami penjelasan apa pun mengenai kejahatannya," keluh Mamedov.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X