Instalasi Militer di Irak Diserang Roket, 6 Orang Korban Termasuk Tentara AS

Kompas.com - 16/02/2021, 08:02 WIB
Irak telah melakukanserangan berulang kali terhadap target Amerika sejak pembunuhan terhadap jenderal Iran Qasem Soleimani dan komandan Irak Abu Mahdi al-Muhandis oleh Washington pada Januari 2020. AFP PHOTO/AHMAD AL-RUBAYEIrak telah melakukanserangan berulang kali terhadap target Amerika sejak pembunuhan terhadap jenderal Iran Qasem Soleimani dan komandan Irak Abu Mahdi al-Muhandis oleh Washington pada Januari 2020.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Satu tembakan roket yang menargetkan pangkalan udara di wilayah Kurdistan Irak pada Senin malam (15/2/2021).

Koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) menyatakan seorang kontraktor sipil asing dan lima orang lainnya serta seorang tentara AS menjadi korban dalam serangan ini.

Serangan itu merupakan untuk pertama kalinya dilancarkan ke instalasi militer atau diplomatik Barat. Sebelumnya serangkaian insiden menyasar target itu di Irak berhenti dalam hampir dua bulan terakhir.

Di bawah mantan Presiden AS Donald Trump, Washington bersumpah bahwa pembunuhan seorang warga negara AS dalam serangan roket seperti itu akan memicu kampanye pemboman massal di Irak. Namun para pejabat Irak tidak yakin apakah pemerintahan Biden akan tetap berpegang pada kebijakan tersebut.

Sekitar pukul 21.30 waktu setempat (01.30 WIB), seorang reporter AFP mendengar beberapa ledakan keras di pinggiran barat laut Arbil, ibu kota wilayah otonom Kurdistan Irak.

Kepada AFP, sumber keamanan Irak dan Barat mengatakan setidaknya tiga roket ditembakkan ke arah bandara kota. Tempat itu merupakan bagian dari aliansi internasional yang memerangi kelompok ISIS, sejumlah pasukan asing ditempatkan di sana.

Juru bicara koalisi Kolonel Wayne Marotto mengonfirmasi kontraktor yang tewas itu bukan warga Irak. Tetapi, dia tidak dapat memberikan rincian langsung tentang kewarganegaraan korban.

Dua roket lainnya menghantam lingkungan perumahan di pinggiran Arbil.

Delovan Jalal, kepala direktorat kesehatan Arbil, mengatakan sedikitnya lima warga sipil terluka dan satu dalam kondisi kritis.

Melansir AFP, Kementerian Dalam Negeri Wilayah Kurdistan mengonfirmasi "beberapa roket" telah menghantam kota itu. Badan-badan keamanan telah melancarkan "penyelidikan terperinci", mendesak warga sipil untuk tinggal di rumah sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X