[UPDATE] Korban Tewas akibat Ebola di Guinea Meningkat Jadi 5 Orang

Kompas.com - 16/02/2021, 07:17 WIB
(Ilustrasi Ebola) Foti ini diambil pada tanggal 30 September 2014, orang Liberia mencuci tangan di sebelah stasiun informasi dan sanitasi Ebola, meningkatkan kesadaran tentang virus di Monrovia. AFP/PASCAL GUYOT(Ilustrasi Ebola) Foti ini diambil pada tanggal 30 September 2014, orang Liberia mencuci tangan di sebelah stasiun informasi dan sanitasi Ebola, meningkatkan kesadaran tentang virus di Monrovia.

CONAKRY, KOMPAS.com - Lima orang dilaporkan meninggal karena virus ebola di Guinea, menurut badan kesehatan pada Senin (15/2/2021) ketika pemerintah dan kelompok bantuan mulai menanggapi wabah tersebut.

Guinea mengumumkan wabah pada Sabtu, merupakan yang pertama di Afrika Barat sejak epidemi ebola 2013-2016 yang menewaskan lebih dari 11.300 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Menurut update laporan epidemiologi dari badan kesehatan negara itu pada 15 Februari, 5 orang telah meninggal karena virus tersebut, meningkat dari jumlah kematian empat yang dilaporkan sebelumnya pada Senin.

Baca juga: Mengenal Penyakit Ebola, Ini 8 Fakta tentang Virus Ebola yang Mematikan

Hanya satu dari korban yang dipastikan positif terinfeksi virus ebola, dengan empat sisanya terdaftar sebagai "kasus yang mungkin terjadi".

Dua orang lainnya dinyatakan positif, kata badan kesehatan, sementara 10 lainnya menunjukkan gejala.

Korban pertama yang dikonfirmasi adalah seorang perawat berusia 51 tahun, yang meninggal pada akhir Januari. Dia berasal dari Nzerekore dekat kota Gouecke di wilayah hutan bagian selatan negara itu.

Baca juga: 3 Orang Meninggal Dunia, Guinea Nyatakan Virus Ebola Jadi Epidemi

Dua saudara laki-laki perawat yang menghadiri pemakamannya pada 1 Februari juga meninggal, kata seorang pejabat kesehatan yang tidak mau disebutkan namanya.

Masih belum jelas siapa korban lainnya, atau apakah mereka menghadiri pemakaman perawat yang tewas akibat ebola itu.

Kantor PBB Guinea men-twit di Twitter bahwa penerbangan pertama yang membawa para ahli dan peralatan sanitasi telah tiba di Nzerekore pada Senin.

Baca juga: Epidemi Ebola di Guinea Berawal dari Pemakaman Satu Pasien Positif

Perdana Menteri Ibrahima Kassory Fofana mengatakan Guinea telah "membuat struktur untuk menangani jenis epidemi ini".

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Kisah Jess, Model yang Foto Telanjangnya Beredar di Internet, Mengusut Penyebarnya

Global
8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

8 Tokoh Dunia Punya Cara Unik untuk Bekerja, Apa Sajakah Itu?

Internasional
Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Militer Myanmar Akan Bebaskan 23.000 Tahanan Jelang Tahun Baru Buddha

Global
Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Ayah dari Remaja dengan AK-47 di Times Square, Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi Bulan Lalu

Global
Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Remaja 18 Tahun Ditangkap dengan AK-47 di Stasiun Kereta Bawah Times Square

Global
“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

“Senang Dilihat,” Reuni William dan Harry Jadi Obat bagi Pendukung Monarki Inggris

Global
[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

[UNIK GLOBAL] Jam Berusia 1 Abad Berdetak Lagi Setelah Gempa | Budidaya Melon Jepang dengan Pinjat dan Musik

Global
Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Para Junior Pangeran Philip di Sekolah Gordonstoun Beri Penghormatan di Tengah Laut

Global
Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Wanita Telanjang Dada Muncul di Pemakaman Pangeran Philip

Global
Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Ratu Elizabeth II Duduk Sendiri Selama Upacara Pemakaman Pangeran Philip, Kenapa?

Global
Narsisis, Apa Buruknya?

Narsisis, Apa Buruknya?

Internasional
Akhir Sebuah Era: Kematian Pangeran Philip Membuat Peran Monarki Modern Jadi Sorotan

Akhir Sebuah Era: Kematian Pangeran Philip Membuat Peran Monarki Modern Jadi Sorotan

Global
Begini Cara Menonton Pemakaman Pangeran Philip di AS, Inggris, dan di Seluruh Dunia

Begini Cara Menonton Pemakaman Pangeran Philip di AS, Inggris, dan di Seluruh Dunia

Global
Musik dan Pijat, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Musik dan Pijat, Rahasia Petani Malaysia Berhasil Budidayakan Melon Jepang

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar Akan ke Jakarta, Hadiri Pertemuan ASEAN

Pemimpin Junta Militer Myanmar Akan ke Jakarta, Hadiri Pertemuan ASEAN

Global
komentar
Close Ads X