Militer Myanmar Berlakukan Jam Malam dan Larang Pertemuan Lebih dari 5 Orang Pasca-demo Terbesar

Kompas.com - 09/02/2021, 07:53 WIB
Massa pro-militer Myanmar mengibarkan bendera negara, dalam demo mendukung kudeta di Naypyidaw, Myanmar, pada Kamis (4/2/2021). AP PHOTOMassa pro-militer Myanmar mengibarkan bendera negara, dalam demo mendukung kudeta di Naypyidaw, Myanmar, pada Kamis (4/2/2021).

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Junta militer Mynamar memberlakukan jam malam dan melarang pertemuan lebih dari 5 orang di kota terbesar kedua, setelah demo skala terbesar dalam lebih dari satu dekade untuk melawan kudeta militer.

Pertemuan sekarang ilegal setidaknya di 7 wilayah di Yangon dan Mandalay dengan lebih banyak kota diharapkan mengeluarkan keputudan serupa.

Orang-orang juga dilarang untuk meninggalkan rumah antara jam 8 malam hingga jam 4 pagi waktu setempat.

Baca juga: Jenderal Senior Myanmar Sebut Alasan Mereka Lakukan Kudeta Sudah Benar

Menurut perintah yang dikeluarkan, aturan itu berlaku setelah Senin jam 10 malam waktu setempat yang tetap berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Perintah tersebut menyusul protes hari ketiga dari kota Putao ke kota-kota di pantai Andaman, sebuah unjuk rasa nasional melawan penggulingan pemerintah terpilih secara demokratis dari Aung San Suu Kyi.

Sebagian besar demonstrasi berlangsung damai, tapi di ibu kota Naypyidaw, polisi mengeluarkan mengerahkan tembakan singkat meriam air terhadap para pengunjuk rasa, beberapa di antaranya tampak terluka ketika mereka terlempar ke tanah.

Polisi tampaknya berhenti menggunakan meriam air setelah pengunjuk rasa mengajukan protes terhadap tindakan polisi itu.

Baca juga: Militer Myanmar Berjanji Kembalikan Kekuasaan Setelah Pemilu

Junta telah menolak tanggapan yang lebih keras, tetapi televisi pemerintah pada Senin sore waktu setempat (8/2/2021) menyiarkan pernyataan yang mengklaim rakyat Myanmar menolak untuk menerima "pelaku pelanggaran hukum" dan bahwa tindakan hukum harus diambil terhadap tindakan yang merusak stabilitas negara, keamanan publik dan supremasi hukum.

Para pengunjuk rasa di Yangon mengatakan polisi meminta mereka untuk bubar sekitar pukul 17.30 waktu setempat, dan sebagian besar mematuhinya pada malam hari.

Di Naypyidaw, 3 baris polisi bersenjata dengan truk meriam air memperingatkan para demonstran untuk pergi atau dibubarkan secara paksa.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Akan Buang 1,25 Juta Ton Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut

Jepang Akan Buang 1,25 Juta Ton Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut

Global
Suku Vanuatu Pemuja Almarhum Pangeran Philip Adakan Upacara Berkabung

Suku Vanuatu Pemuja Almarhum Pangeran Philip Adakan Upacara Berkabung

Global
Pembuatan Patung Pangeran Philip Didukung PM Inggris, Bisa Habiskan Jutaan Poundsterling

Pembuatan Patung Pangeran Philip Didukung PM Inggris, Bisa Habiskan Jutaan Poundsterling

Global
Video Detik-detik Penembakan Daunte Wright: Polisi Salah Ambil Pistol, Korban Kabur lalu Tewas

Video Detik-detik Penembakan Daunte Wright: Polisi Salah Ambil Pistol, Korban Kabur lalu Tewas

Global
Jelang Ramadhan Muslim Bulgaria Gelar Tradisi Sunatan Massal

Jelang Ramadhan Muslim Bulgaria Gelar Tradisi Sunatan Massal

Internasional
Penembakan Daunte Wright Terjadi akibat Polisi Salah Ambil Pistol

Penembakan Daunte Wright Terjadi akibat Polisi Salah Ambil Pistol

Global
WHO: Wabah Covid-19 Masih Jauh dari Selesai

WHO: Wabah Covid-19 Masih Jauh dari Selesai

Global
Penembakan Daunte Wright Berujung Demo Ricuh, Minneapolis dalam Kondisi Darurat

Penembakan Daunte Wright Berujung Demo Ricuh, Minneapolis dalam Kondisi Darurat

Global
Pasangan Gay Thailand Ini Menikah, Dapat Ancaman Mati Netizen Indonesia

Pasangan Gay Thailand Ini Menikah, Dapat Ancaman Mati Netizen Indonesia

Global
Minum Segelas Disinfektan, Wanita Ini Alami Luka di Perut

Minum Segelas Disinfektan, Wanita Ini Alami Luka di Perut

Global
Aktivitas Militer Melonjak, AS dan China Kerahkan Kapal Induk ke Laut China Selatan

Aktivitas Militer Melonjak, AS dan China Kerahkan Kapal Induk ke Laut China Selatan

Global
Ever Given Tertahan Lagi, Harus Bayar 14,5 T Kerugian Terusan Suez Baru Bebas Pergi

Ever Given Tertahan Lagi, Harus Bayar 14,5 T Kerugian Terusan Suez Baru Bebas Pergi

Global
Beda Pesan Penghormatan dari Pangeran William dan Harry untuk Pangeran Philip

Beda Pesan Penghormatan dari Pangeran William dan Harry untuk Pangeran Philip

Global
Pria Kulit Hitam Ini Ditembak Mati, Polisi Sebut Kecelakaan

Pria Kulit Hitam Ini Ditembak Mati, Polisi Sebut Kecelakaan

Global
Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Bulan Puasa Tiba, Malaysia Longgarkan Aturan Covid-19

Global
komentar
Close Ads X