Setelah Gencatan Senjata, Azerbaijan-Armenia Bentuk Kelompok Kerja dengan Rusia

Kompas.com - 31/01/2021, 17:25 WIB
Asap mengepul dari rumah yang terbakar di Nagorno-Karabakh, dan kendaraan terjebak macet di jalan Kaljabar yang menuju Armenia pada Sabtu (14/11/2020). Wilayah itu akan diserahkan ke Azerbaijan sesuai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang selama 6 minggu. AP PHOTO/DMITRY LOVETSKYAsap mengepul dari rumah yang terbakar di Nagorno-Karabakh, dan kendaraan terjebak macet di jalan Kaljabar yang menuju Armenia pada Sabtu (14/11/2020). Wilayah itu akan diserahkan ke Azerbaijan sesuai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang selama 6 minggu.

MOSKWA, KOMPAS.com – Kelompok kerja trilateral antara Rusia, Azerbaijan, dan Armenia di Nagorno-Karabakh mengadakan pertemuan pertamanya di Moskwa pada Sabtu (30/1/2021).

Pertemuan itu dipimpin oleh wakil perdana menteri dari masing-masing tiga negara, menurut pernyataan Pemerintah Rusia.

Dilansir dari Yeni Safak, ketiga belah pihak sepakat untuk membentuk subkelompok ahli yang terkait dengan kereta api dan transportasi antar-moda.

Baca juga: Sergapan Armenia Tewaskan 1 Tentara Azerbaijan di Dekat Nagorno-Karabakh

“Termasuk (membahas) keamanan perbatasan, sanitasi, veteriner, fitosanitasi, dan jenis pengawasan lainnya,” tulis pernyataan itu.

Tim yang terdiri dari para kelompok ahli akan dibentuk pada 2 Februari dan tim tersebut akan mengadakan pertemuan pertamanya pada 5 Februari.

Kelompok kerja trilateral dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan berikutnya di Moskwa dengan tanggal yang akan ditentukan oleh ketua bersama pada waktunya.

Baca juga: Pantau Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh, Rusia dan Turki Resmikan Joint Centre

Apa yang terjadi di Nagorno-Karabakh?

Hubungan antara Armenia dan Azerbaijan telah tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh setelah keruntuhan Uni Soviet.

Bentrokan terbaru antara dua bekas wilayah Uni Soviet tersebut meletus pada 27 September 2020.

Kedua belah pihak melanggar gencatan senjata dan saling menuduh sebagai pihak yang memulai serangan.

Pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia berlangsung selama enam pekan. Azerbaijan berhasil merebut beberapa kota di wilayah Nagorno-Karabakh.

Baca juga: Kisah Perang Armenia-Azerbaijan 1990-an dan Awal Sengketa Nagorno-Karabakh

Halaman:

Sumber Yeni Safak
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pejabat Kesehatan China Beri Klarifikasi setelah Sebut Vaksin Negaranya Kurang Efektif

Pejabat Kesehatan China Beri Klarifikasi setelah Sebut Vaksin Negaranya Kurang Efektif

Global
Wakil Menteri di Malaysia Tertidur saat Acara Sekolah, Berulang Kali Dibangunkan Tidak Merespons

Wakil Menteri di Malaysia Tertidur saat Acara Sekolah, Berulang Kali Dibangunkan Tidak Merespons

Global
Rusia Rayakan 60 Tahun Penerbangan Pertama Manusia ke Luar Angkasa

Rusia Rayakan 60 Tahun Penerbangan Pertama Manusia ke Luar Angkasa

Global
Sudah Tepat, Chile Bela Vaksin Covid-19 Sinovac di Tengah Isu Soal Efektivitas Penggunaan

Sudah Tepat, Chile Bela Vaksin Covid-19 Sinovac di Tengah Isu Soal Efektivitas Penggunaan

Global
5 Pastor dan 2 Biarawati Diculik di Haiti, Pelaku Minta Tebusan Rp 14 Miliar

5 Pastor dan 2 Biarawati Diculik di Haiti, Pelaku Minta Tebusan Rp 14 Miliar

Global
Bill Hwang, Miliarder yang Kehilangan Rp 291,3 Triliun dalam 2 Hari

Bill Hwang, Miliarder yang Kehilangan Rp 291,3 Triliun dalam 2 Hari

Global
Duta Besar Myanmar untuk PBB Desak Larangan Terbang ke Myanmar, Usai Lebih dari 600 Jiwa Tewas

Duta Besar Myanmar untuk PBB Desak Larangan Terbang ke Myanmar, Usai Lebih dari 600 Jiwa Tewas

Global
Iran Sebut Ada Teroris yang Menyerang Fasilitas Nuklirnya

Iran Sebut Ada Teroris yang Menyerang Fasilitas Nuklirnya

Global
Mesir dan Lebanon Umumkan 1 Ramadhan Jatuh pada Selasa, 13 April

Mesir dan Lebanon Umumkan 1 Ramadhan Jatuh pada Selasa, 13 April

Global
Insiden Salah Duduk Presiden Komisi Eropa Saat Temui Erdogan, Presiden Dewan Eropa Malu

Insiden Salah Duduk Presiden Komisi Eropa Saat Temui Erdogan, Presiden Dewan Eropa Malu

Global
Raja Salman Perintahkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Dipersingkat

Raja Salman Perintahkan Shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Dipersingkat

Global
Caroline Jurie Copot Mahkota Sendiri Setelah Ditangkap atas Insiden Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Copot Mahkota Sendiri Setelah Ditangkap atas Insiden Mrs Sri Lanka

Global
Pengakuan Langka, Pejabat China Akui Vaksinnya Kurang Efektif

Pengakuan Langka, Pejabat China Akui Vaksinnya Kurang Efektif

Global
Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul 'Dokter Hantu' yang Memakan Korban

Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul "Dokter Hantu" yang Memakan Korban

Internasional
Pasukan Rusia Mendekat, Ukraina Ancam Mereka Bisa 'Terprovokasi'

Pasukan Rusia Mendekat, Ukraina Ancam Mereka Bisa "Terprovokasi"

Global
komentar
Close Ads X