Pantau Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh, Rusia dan Turki Resmikan Joint Centre

Kompas.com - 30/01/2021, 19:08 WIB
Asap mengepul dari rumah yang terbakar di Nagorno-Karabakh, dan kendaraan terjebak macet di jalan Kaljabar yang menuju Armenia pada Sabtu (14/11/2020). Wilayah itu akan diserahkan ke Azerbaijan sesuai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang selama 6 minggu. AP PHOTO/DMITRY LOVETSKYAsap mengepul dari rumah yang terbakar di Nagorno-Karabakh, dan kendaraan terjebak macet di jalan Kaljabar yang menuju Armenia pada Sabtu (14/11/2020). Wilayah itu akan diserahkan ke Azerbaijan sesuai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang selama 6 minggu.

BAKU, KOMPAS.com – Rusia dan Turki membuka joint centre untuk mengamati gencatan senjata di Nagorno-Karabakh.

Hal itu diutarakan oleh Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada Sabtu (30/1/2021) sebagaimana dilansir dari Reuters.

Joint centre tersebut, yang sebelumnya telah disepakati kedua negara pada November 2020, secara resmi dibuka di wilayah Agdam Azerbaijan pada Sabtu.

Baca juga: Sergapan Armenia Tewaskan 1 Tentara Azerbaijan di Dekat Nagorno-Karabakh

Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan, lokasi tersebut akan dikelola oleh hingga 60 prajurit masing-masing dari Turki dan dari Rusia.

Setelah bertempur selama enam pekan, Azerbaijan dan Armenia menandatangani gencatan senjata terkait wilayah Nagorno-Karabakh yang ditengahi Rusia.

Nagorno-Karabakh diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi sebagian besar dihuni oleh etnik Armenia.

Baca juga: Kisah Perang Armenia-Azerbaijan 1990-an dan Awal Sengketa Nagorno-Karabakh

Turki mengatakan pada Jumat (29/1/2021) bahwa satu jenderal Turki dan 38 personel akan bekerja di joint centre tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia, dikutip oleh Interfax, mengatakan bahwa pemantauan gencatan senjata akan dilakukan melalui penggunaan pesawat nirawak (UAV).

Selain itu, mereka akan melakukan evaluasi data yang diterima dari sumber lain.

Baca juga: Ranjau Meledak di Nagorno-Karabakh, 1 Tentara Rusia Tewas

Turki mendukung Azerbaijan atas Nagorno-Karabakh, dan mengkritik ketua bersama OSCE yang disebut Minsk Group karena tidak menyelesaikan konflik berkepanjangan dalam beberapa dekade mediasi.

Minsk Group dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), Perancis, dan Rusia.

Baca juga: Azerbaijan-Armenia Adu Tembak Lagi di Nagorno-Karabakh, 4 Tentara Tewas


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Mereda, Raja Jordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama

Krisis Mereda, Raja Jordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama

Global
Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Global
PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

Global
Menteri Kesehatan Austria Mundur karena Lelah Tangani Wabah Covid-19

Menteri Kesehatan Austria Mundur karena Lelah Tangani Wabah Covid-19

Global
Netizen Indonesia Disebut Tak Sopan se-Asia Tenggara, Ini 5 'Serangan' Mereka

Netizen Indonesia Disebut Tak Sopan se-Asia Tenggara, Ini 5 "Serangan" Mereka

Global
Jatuh Cinta, Seorang Pastor di Italia Mengundurkan Diri

Jatuh Cinta, Seorang Pastor di Italia Mengundurkan Diri

Global
Ramadhan 2021, KBRI Roma Adakan Beragam Acara Virtual, Ini Jadwalnya

Ramadhan 2021, KBRI Roma Adakan Beragam Acara Virtual, Ini Jadwalnya

Global
Pengantin Gay Thailand Tuntut Netizen Indonesia di Jalur Hukum Usai Diancam Mati

Pengantin Gay Thailand Tuntut Netizen Indonesia di Jalur Hukum Usai Diancam Mati

Global
Nasib Para Mantan Juara Tinju Kenya, Hidup dalam Kemiskinan dan Depresi

Nasib Para Mantan Juara Tinju Kenya, Hidup dalam Kemiskinan dan Depresi

Internasional
Inilah Para Korban Penembakan Maut Aparat Myanmar, dari Penyuka TikTok hingga Tukang Ojek

Inilah Para Korban Penembakan Maut Aparat Myanmar, dari Penyuka TikTok hingga Tukang Ojek

Global
Kelinci Terbesar di Dunia Hilang, Imbalan Rp 20 Juta bagi yang Menemukan

Kelinci Terbesar di Dunia Hilang, Imbalan Rp 20 Juta bagi yang Menemukan

Global
Duterte Siap Lepas Jatah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya...

Duterte Siap Lepas Jatah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya...

Global
Istri Kerja Diduga Selingkuh, Suami Membunuhnya di Tengah Jalan dan Dibiarkan Warga

Istri Kerja Diduga Selingkuh, Suami Membunuhnya di Tengah Jalan dan Dibiarkan Warga

Global
Ingin Cium Bau Sepatu Wanita, Pria Ini Nekat Lakukan Pencurian

Ingin Cium Bau Sepatu Wanita, Pria Ini Nekat Lakukan Pencurian

Global
Aligator 3,6 Meter Ini Ditangkap dan Dibedah, Misteri Selama 20 Tahun Terpecahkan

Aligator 3,6 Meter Ini Ditangkap dan Dibedah, Misteri Selama 20 Tahun Terpecahkan

Global
komentar
Close Ads X