Kompas.com - 30/01/2021, 13:50 WIB
Polisi berjaga di Naypyidaw pada Jumat (29/1/2021), jelang pembukaan kembali parlemen pada 1 Februari usai kemenangan Aung San Suu Kyi dan partainya, National League for Democracy (NLD), di pemilu Myanmar November 2020. AFP PHOTO/THET AUNGPolisi berjaga di Naypyidaw pada Jumat (29/1/2021), jelang pembukaan kembali parlemen pada 1 Februari usai kemenangan Aung San Suu Kyi dan partainya, National League for Democracy (NLD), di pemilu Myanmar November 2020.

NAYPIDAW, KOMPAS.com - Kekhawatiran kudeta militer mengguncang Myanmar beberapa hari sebelum jadwal pembukaan Parlemen Majelis Rendah yang baru terpilih, pada Senin (1/2/2021).

Anggota parlemen yang akan menduduki kursinya berada di tengah ketegangan yang semakin meluas di Myanmar, antara pemerintah sipil dengan kekuatan militer, menyusul tuduhan kecurangan pemilu pada 8 November lalu, oleh pihak militer.

Bagaimana pemilu Myanmar 2020 memicu kemungkinan kudeta militer yang digaungkan baru-baru ini? Berikut rentetan peristiwa pemilu Myanmar hingga sampai pada ancaman kudeta militer, yang dirangkum Kompas.com melansir dari beberapa sumber:

Baca juga: Ibu Kota Myanmar Dikelilingi Pagar Berduri di Tengah Ancaman Kudeta Militer

1. Kemenangan Aung San Suu Kyi

Pemilu Myanmar yang digelar pada 8 November adalah menandai pemilu kedua yang diselenggarakan di sana setelah hampir 50 tahun di bawah kekuasaan militer.

Hasil dari pemilu itu diumumkan oleh komisi pemilihan, yang menunjukkan kemenangan telak Partai National League for Democracy (NLD) dengan kuasai 346 kursi atau lebih dari 50 persen kursi parlemen, seperti yang telah diberitakan Kompas.com sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir BBC Indonesia pada Sabtu (29/1/2021), kemenangan besar Aung San Suu Kyi yang menyapu hasil pemilu telah diperkirakan terjadi.

Ia adalah figur yang sangat dihormati di Myanmar.

Namun militer menuding ada sekitar 10 juta kasus pelanggaran secara nasional, klaim yang mereka tuntut diselidiki. Militer juga menuntut komisi pemilihan menerbitkan daftar pemilih untuk verifikasi.

Komisi pemilihan mengeluarkan pernyataan pada Kamis (28/1/2021) dengan mengatakan pemilu diselenggarakan bebas dan adil dan mencerminkan "keinginan rakyat".

Komisi juga menyanggah adanya tudingan kecurangan. Namun, mengakui ada "kejanggalan" dalam daftar pemilih dan tengah menyelidiki 287 keluhan yang mereka terima.

Baca juga: Komisi Pemilihan Umum Tolak Tuduhan Militer Myanmar Terkait Kecurangan Pemilu 2020

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Kevin Cordon, Pebulu Tangkis Guatemala yang Tak Pernah Ditonton Orangtuanya

Kisah Kevin Cordon, Pebulu Tangkis Guatemala yang Tak Pernah Ditonton Orangtuanya

Global
Atlet Korea Selatan Sebut Atlet Iran Teroris, Tagar #SouthKoreaRacist Trending di Twitter

Atlet Korea Selatan Sebut Atlet Iran Teroris, Tagar #SouthKoreaRacist Trending di Twitter

Global
Iran Bantah Jadi Pelaku Serangan Kapal Tanker Minyak Seperti yang Dituduhkan Musuh Bebuyutannya

Iran Bantah Jadi Pelaku Serangan Kapal Tanker Minyak Seperti yang Dituduhkan Musuh Bebuyutannya

Global
Mesin Rusak, Jet Tempur Su-35S Milik Rusia Jatuh di Laut

Mesin Rusak, Jet Tempur Su-35S Milik Rusia Jatuh di Laut

Global
Sebut Lawannya dari Iran Teroris, Atlet Korea Selatan Ini Minta Maaf

Sebut Lawannya dari Iran Teroris, Atlet Korea Selatan Ini Minta Maaf

Global
Israel Berusaha Ciptakan Terobosan Vaksin Covid-19 Oral, Apa Alasannya?

Israel Berusaha Ciptakan Terobosan Vaksin Covid-19 Oral, Apa Alasannya?

Global
5 Smash Tercepat di Dunia Badminton, Ada yang Nyaris 500 Km/Jam

5 Smash Tercepat di Dunia Badminton, Ada yang Nyaris 500 Km/Jam

Internasional
Taliban Serang Bandara Kandahar di Afghanistan dengan Roket

Taliban Serang Bandara Kandahar di Afghanistan dengan Roket

Global
Pelatih Renang Australia Ini Berselebrasi Heboh, Relawan Olimpiade Tokyo Ketakutan

Pelatih Renang Australia Ini Berselebrasi Heboh, Relawan Olimpiade Tokyo Ketakutan

Global
Ketatnya Lockdown Covid-19 di Australia, Kerahkan Militer dan Helikopter Terapkan Sanksi Jutaan

Ketatnya Lockdown Covid-19 di Australia, Kerahkan Militer dan Helikopter Terapkan Sanksi Jutaan

Global
An San, Pemanah Korea Selatan di Olimpiade Tokyo, Berjuang Lawan Seksisme Negaranya Sendiri

An San, Pemanah Korea Selatan di Olimpiade Tokyo, Berjuang Lawan Seksisme Negaranya Sendiri

Global
Tanah Longsor di Colorado, Lebih dari 100 Orang Terjebak di Jalanan Berlumpur

Tanah Longsor di Colorado, Lebih dari 100 Orang Terjebak di Jalanan Berlumpur

Global
Xi Jinping Desak China Persiapkan Militer di Tengah Kekhawatiran Keamanan Afghanistan

Xi Jinping Desak China Persiapkan Militer di Tengah Kekhawatiran Keamanan Afghanistan

Global
Junta Militer Myanmar Janjikan Pemilu dalam 2 Tahun

Junta Militer Myanmar Janjikan Pemilu dalam 2 Tahun

Global
Israel yang Dulu dapat Atasi Covid-19, Kini Alami Lonjakan Kasus Lagi

Israel yang Dulu dapat Atasi Covid-19, Kini Alami Lonjakan Kasus Lagi

Global
komentar
Close Ads X