Kompas.com - 30/01/2021, 10:16 WIB
Polisi berjaga-jaga di sepanjang jalan di ibu kota Myanmar, Naypyidaw, pada 29 Januari 2021, menjelang pembukaan kembali parlemen pada 1 Februari menyusul pemilu November 2020 yang dimenangkan Aung San Suu Kyi dari NLD secara telak. [Thet Aung/AFP] Thet Aung/AFPPolisi berjaga-jaga di sepanjang jalan di ibu kota Myanmar, Naypyidaw, pada 29 Januari 2021, menjelang pembukaan kembali parlemen pada 1 Februari menyusul pemilu November 2020 yang dimenangkan Aung San Suu Kyi dari NLD secara telak. [Thet Aung/AFP]

NAYPIDAW, KOMPAS.com - Jalan-jalan di ibu kota Myanmar dikelilingi pagar dan kawat berduri dengan pengerahan sejumlah aparat polisi untuk berjaga di tengah ancaman kudeta militer, Jumat (29/1/2021).

Anggota parlemen Partai National League for Democracy (NLD) Zin Mar Aung mengatakan, saat ini polisi juga telah berpatroli di kompleks parlemen untuk kebutuhan berjaga-jaga.

"Kami tidak bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa," ujar Zin Mar Aung melalui sambungan telepon seperti yang dilansir dari Reuters pada Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Komisi Pemilihan Umum Tolak Tuduhan Militer Myanmar Terkait Kecurangan Pemilu 2020

Ketegangan tengah terjadi di Myanmar selama beberapa pekan terakhir saat pihak militer menuduh terjadinya kecurangan besar dalam pemilu yang digelar pada 8 November 2020.

Pemilu itu menandai satu dekade terakhir demokrasi Myanmar, setelah 50 tahun berada di bawah kekuasaan militer.

Hasil dari pemilu Myanmar itu diumumkan oleh komisi pemilihan, yang menunjukkan kemenangan telak NLD dengan kuasai 346 kursi atau lebih dari 50 persen kursi parlemen, seperti yang telah diberitakan Kompas.com sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komisi pemilihan umum Myanmar mengatakan, pemilu telah diselenggarakan secara bebas dan adil.

Baca juga: Myanmar di Ambang Kudeta Militer, Belasan Kedubes Beri Peringatan

Namun, militer Myanmar yang sangat kuat mempertanyakan validitas kemenangan partai dari Aung San Suu Kyi itu.

Militer mengatakan, pihaknya berencana untuk "mengambil tindakan" jika keluhannya tentang pemilihan tidak ditanggapi dan seorang juru bicara pekan ini menolak untuk mengesampingkan kemungkinan kudeta militer.

Sementara itu, Suu Kyi belum memberikan komentar publik tentang perselisihan pemilu Myanmar, tetapi juru bicara NLD mengatakan bahwa para anggota telah bertemu dengan para pemimpin militer pada Kamis (28/1/2021).

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X