Seorang Perusuh Capitol yang Pakai Topi Bertanduk Hendak Bersaksi di Sidang Pemakzulan Trump

Kompas.com - 30/01/2021, 08:45 WIB
Pendukung Presiden Donald Trump dihadapkan oleh petugas Kepolisian Capitol di luar Kamar Senat di dalam Capitol, Rabu, 6 Januari 2021 di Washington. AP PHOTO/ MANUEL BALCE CENETAPendukung Presiden Donald Trump dihadapkan oleh petugas Kepolisian Capitol di luar Kamar Senat di dalam Capitol, Rabu, 6 Januari 2021 di Washington.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Salah satu pendukung mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ikut dalam kerusuhan di Capitol Hill dan memakai kostum Shaman bersedia bersaksi di persidangan pemakzulan Trump untuk melawannya.

Perusuh yang lebih dikenal dengan julukan 'The QAnon Shaman' itu ikut menyerbu Capitol pada 6 Januari lalu memakai topi bertanduk dan berbulu, dengan wajah diwarnai dan bertelanjang dada.

Melansir Business Insider, Sabtu (30/1/2021) pria bernama asli Jacob Chansley itu menawarkan dirinya untuk berbicara di sidang pemakzulan Donald Trump bulan depan, tepatnya pada 8 Februari.

Baca juga: Donald Trump Baru Muncul Setelah Kerusuhan Capitol Hill, Serukan Pemulihan dan Rekonsiliasi

Tawarannya itu dia berikan melalui pengacaranya, Albert S. Whatley kepada kantor berita Associated Press. Whatley mengatakan bahwa kliennya akan hadir dan bersaksi melawan Trump.

Menurut Whatley, kliennya itu telah sangat terpukul dengan perbuatan Trump yang gagal memberinya dan perusuh Capitol lain pengampunan.

Chansley merasa seperti dikhianati oleh presiden yang selama ini 'dibela' olehnya.

Jacob Chansley dan para perusuh Capitol lainnya memang meminta pengampunan kepada Trump akibat tindakan brutal mereka itu namun mereka tidak menerimanya di hari-hari terakhir pemerintahan orang yang mereka puja.

Baca juga: Trump Disebut Hanya Duduk Menonton TV Saat Kerusuhan di Capitol AS

Padahal, menurut Chansley yang meyakini teori konspirasi QAnon, mantan presiden Trump meminta semua 'patriot' untuk datang ke Washington DC pada 6 Januari.

Sesuatu yang memang dikemukakan oleh Trump yang kala itu masih belum menerima kekalahannya dari Presiden yang baru dilantik, Joe Biden.

Salah seorang pendukung Trump yang terbang dari Texas menggunakan jet pribadi juga mendukung pernyataan Chansley dengan mengatakan kepada TV Dallas,

"Saya pikir saya sudah mengikuti arahan presiden saya. Saya mengikuti apa yang diperintahkan kepada kami. Dia meminta kami untuk ke sini."

Baca juga: Biden Sah Jadi Presiden, Para Penganut Konspirasi QAnon Merasa Kacau

Sidang pemakzulan Trump bagaimanapun akan segera dimulai. Menurut pengacara AS untuk Distrik Columbia, Michael Sherwin, FBI telah mengidentifikasi sekitar 400 tersangka dan menangkap 135 orang.

Di antara mereka yang ditangkap mengaku melakukan pengepungan dan kerusuhan di Capitol karena mengikuti perintah Trump.

Chansley sendiri menghadapi beberapa dakwaan seperti pelanggaran, melakukan kekerasan saat masuk gedung dan secara ilegal masuk di ruangan yang dilarang. 

Baca juga: Facebook Akan Hapus Akun-akun Pendukung Grup Teori Konspirasi QAnon


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X