Demo Ricuh Melanda 2 Kota AS Beberapa Jam Usai Pelantikan Joe Biden

Kompas.com - 22/01/2021, 15:15 WIB
Sekelompok pedemo berlindung dengan tameng mereka dari gas air mata yang ditembakkan polisi, dalam demo pada Rabu (20/1/2021), di luar gedung Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat, Portland, Oregon. ASSFAULT PIRATES via APSekelompok pedemo berlindung dengan tameng mereka dari gas air mata yang ditembakkan polisi, dalam demo pada Rabu (20/1/2021), di luar gedung Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat, Portland, Oregon.

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Demonstrasi yang berujung ricuh terjadi di Portland dan Seattle, Amerika Serikat (AS), beberapa jam usai pelantikan Joe Biden sebagai presiden.

Kantor imigrasi federal dan kantor Partai Demokrat menjadi sasaran amuk massa dalam demo pada Rabu (20/1/2021) itu.

Diwartakan AFP, sekitar 150 orang merusak kantor Partai Demokrat negara bagian Oregon pada Rabu sore, lalu massa dengan jumlah yang sama menyerbu gedung Imigrasi dan Bea Cukai federal di Portland malam harinya.

Baca juga: Ruang Kerja Joe Biden, Penuh Lukisan dan Patung Tokoh Ternama

"Beberapa orang membawa senjata PepperBall, senjata elektrik, kembang api besar, tameng dan batu," kata juru bicara polisi Portland, Kevin Allen.

"Polisi federal melepaskan tembakan pengendali kerumunan," tambahnya tetapi tidak menyebutkan jenisnya. Sedikitnya 8 orang ditangkap.

Afiliasi lokal CBS, KOIN 6 News, melaporkan ada tembakan seperti gas air mata, granat setrum, serta amunisi yang tidak terlalu mematikan seperti PepperBall.

Baca juga: Biden Pecat Direktur VOA yang Bebas Tugaskan Koresponden Asal Indonesia

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Dipindah dari Penjara Moskwa, Dibawa ke Mana Alexei Navalny?

Global
Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Gedung Capitol Kembali Terancam Pendukung Trump Ingin Ledakkan dan Bunuh Anggota Kongres

Global
Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Raja Yordania: Selama Covid 19, Terorisme dan Ekstremisme Kian Subur

Global
[POPULER GLOBAL] Dokumen 'Sangat Rahasia' Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

[POPULER GLOBAL] Dokumen "Sangat Rahasia" Peran Putra Mahkota Arab Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi | Seorang Wanita Singapura Siksa dan Bunuh PRT

Global
Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Survei Ketakutan Warga Amerika terhadap Risiko Kematian Covid-19 Menurun

Global
5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

5 Destinasi Wisata Thailand Masuk Kelompok Pertama Peneriman Program Vaksin Covid-19

Global
China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

China Setujui Pemakaian Vaksin Sinopharm dan CanSino

Global
China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin Covid-19

Global
Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Media Asing Ramai Beritakan Hiu Berwajah Mirip Manusia di NTT

Global
Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Global
Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Duterte Sedih atas Baku Tembak Antar-anggota Aparat Penegak Hukum Filipina

Global
Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, 'Dyatlov Pass' Semakin Misterius

Kisah Misteri: 8 Pendaki Dilaporkan Hilang, "Dyatlov Pass" Semakin Misterius

Global
Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Diisukan Meninggal, Menteri Ini Tiba-tiba Muncul dengan Napas Terengah-engah

Global
14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

14 Jam Mengapung di Samudera Pasifik, Pelaut Setengah Baya Berhasil Selamat

Global
Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Pria Ini Tak Sengaja Tembak Mati Tunangan Saat Sedang Pamerkan Senjata ke Teman

Global
komentar
Close Ads X