ISIS Klaim 2 Bom Bunuh Diri di Baghdad yang Tewaskan 32 Orang

Kompas.com - 22/01/2021, 14:39 WIB
Pasukan keamanan berada di lokasi serangan bom mematikan di Baghdad, Irak, Kamis (21/1/2021). Militer Irak mengatakan dua bom bunuh diri itu  menghancurkan pasar yang sibuk menewaskan lebih dari dua lusin orang dan melukai lebih dari 70 orang dengan beberapa orang dalam kondisi serius. AP PHOTO/HADI MIZBANPasukan keamanan berada di lokasi serangan bom mematikan di Baghdad, Irak, Kamis (21/1/2021). Militer Irak mengatakan dua bom bunuh diri itu menghancurkan pasar yang sibuk menewaskan lebih dari dua lusin orang dan melukai lebih dari 70 orang dengan beberapa orang dalam kondisi serius.

BAGHDAD, KOMPAS.com - ISIS mengeklaim serangan bom bunuh diri ganda yang menewaskan 32 orang dan melukai 110, di pasar Baghdad pada Kamis (21/1/2021).

Serangan bom bunuh diri ganda di Baghdad ini adalah yang paling mematikan di kota itu dalam tiga tahun terakhir.

Bom bunuh diri pertama diledakkan di tengah kerumunan pengunjung Tarayan Square. Pelaku mengaku merasa sakit lalu meledakkan bom yang terlilit di tubuhnya, kata Kementerian Dalam Negeri.

Baca juga: Baghdad Diserang Bom Bunuh Diri Terbesar, 32 Orang Tewas

Kemudian saat orang-orang berbondong-bondong menuju TKP untuk menyelamatkan para korban, pelaku kedua meledakkan bomnya.

Tarayan Square adalah pasar yang terbuka dan menjual pakaian bekas di kios-kios. Pasar ini ramai lagi setelah restriksi setahun guna mencegah penyebaran Covid-19 dicabut.

Fotografer AFP di lokasi kejadian mengatakan, pasukan keamanan sudah menutup TKP dan paramedis bergegas mengevakuasi para korban.

Baca juga: AS Pangkas Kehadiran Tentara di Afghanistan dan Irak, Tersisa 2.500 Personel

Kementerian Kesehatan Irak mengatakan, korban tewas langsung meninggal di TKP dan sebagian besar yang terluka dilarikan ke rumah sakit tetapi kini sudah pulang.

Klaim ISIS diumumkan tengah malam setelah insiden bom Baghdad melalui saluran propaganda online-nya.

Insiden seperti itu kerap terjadi di Baghdad setelah invasi AS tahun 2003, dan ketika ISIS menargetkan ibu kota Irak tersebut.

Namun seiring kekalahan teritorial ISIS pada akhir 2017, insiden bom bunuh diri mulai jarang terjadi di sana.

Baca juga: ISIS Serang Konvoi Militer Nigeria, 13 Tentara Tewas


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X