Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Kompas.com - 21/01/2021, 21:39 WIB
Presiden Joe Biden berpidato dalam pelantikannya di Gedung Capitol, Washington DC, Rabu (20/1/2021). AP PHOTO/PATRICK SEMANSKYPresiden Joe Biden berpidato dalam pelantikannya di Gedung Capitol, Washington DC, Rabu (20/1/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Joe Biden akhirnya resmi menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46 setelah dilantik di tengah kekhawatiran keamanan Gedung Capitol AS.

Pengukuhan dan pidato kepresidenannya disampaikan tepat tiga minggu pasca kerusuhan mematikan di tempat itu.

Dalam pidato pengukuhannya, Presiden Joe Biden menggunakan kata "demokrasi" lebih sering dari pada pidato pelantikan lainnya dalam sejarah AS.

“Ini adalah harinya Amerika. Ini adalah hari demokrasi,”kata Biden di awal pidatonya.

“Keinginan rakyat telah didengar, dan keinginan rakyat telah diperhatikan. Kami telah belajar lagi bahwa demokrasi itu berharga. Demokrasi itu rapuh. Dan pada jam ini, teman-teman saya semuanya, demokrasi telah menang."

Biden menggunakan kata itu 11 kali di seluruh pidatonya.

Jumlah itu di atas jumlah kata “demokrasi” dalam pidato dari Harry Truman yang mengatakannya sembilan kali dalam pidato 1949. Presiden Franklin D. Roosevelt, juga melakukan hal yang sama selama upacara pelantikan ketiganya pada 1941, menurut analisis CNBC tentang pidato dari Proyek Kepresidenan AS.

Proyek ini merupakan arsip dokumen publik yang dikelola oleh University of California, Santa Barbara.

Baca juga: Badan Intelijen AS untuk Pertama Kalinya Dipimpin Seorang Wanita, Ini Pilihan Biden

“Yang menarik bagi saya tentang hal itu adalah dia memulai dan mengakhiri dengan demokrasi,” kata Bill Antholis, Direktur dan CEO Miller Center, afiliasi non-partisan dari University of Virginia.

Antholis, yang merupakan mantan Direktur Pelaksana di Brookings Institution dan bertugas di pemerintahan Clinton, mengaitkan tema pidato Biden dengan kerusuhan Gedung Capitol dan peristiwa-peristiwa sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukan dengan Pasukan Militer, Senjata Ini Akan Digunakan Biden untuk Lawan China

Bukan dengan Pasukan Militer, Senjata Ini Akan Digunakan Biden untuk Lawan China

Global
Ritual Pengusiran Setan di Sri Lanka Tewaskan Anak 9 Tahun

Ritual Pengusiran Setan di Sri Lanka Tewaskan Anak 9 Tahun

Global
Kapasitas RS Kritis, Nakes Brasil Mohon Pemerintah Terapkan Lockdown Ketat

Kapasitas RS Kritis, Nakes Brasil Mohon Pemerintah Terapkan Lockdown Ketat

Global
China Masih Tahan Izin Terbang Kembali Pesawat Boeing 737 Max

China Masih Tahan Izin Terbang Kembali Pesawat Boeing 737 Max

Global
3 Nama Tiba-tiba Hilang dalam Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi

3 Nama Tiba-tiba Hilang dalam Laporan Intelijen AS Soal Pembunuhan Khashoggi

Global
Diam-diam, Ternyata Trump dan Melania Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Diam-diam, Ternyata Trump dan Melania Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Global
Pangeran Philip Pindah Rumah Sakit untuk Tes Jantung

Pangeran Philip Pindah Rumah Sakit untuk Tes Jantung

Global
Jerman Kecam Tindakan Keras Rezim Militer Myanmar yang Bunuh Demonstran

Jerman Kecam Tindakan Keras Rezim Militer Myanmar yang Bunuh Demonstran

Global
Eks Presiden Perancis Nicolas Sarkozy Dipenjara 3 Tahun karena Korupsi

Eks Presiden Perancis Nicolas Sarkozy Dipenjara 3 Tahun karena Korupsi

Global
Pertama dalam Sejarah UEA Tempatkan Duta Besar di Israel

Pertama dalam Sejarah UEA Tempatkan Duta Besar di Israel

Global
Dakwaan Kriminal untuk Suu Kyi Ditambah Dua

Dakwaan Kriminal untuk Suu Kyi Ditambah Dua

Global
[POPULER GLOBAL] Siswi SMA Berbaju Seperti 'Pakaian Dalam' | Hari Paling Berdarah di Myanmar 18 Orang Tewas Sehari

[POPULER GLOBAL] Siswi SMA Berbaju Seperti "Pakaian Dalam" | Hari Paling Berdarah di Myanmar 18 Orang Tewas Sehari

Global
Setelah AS, Jepang Mengeluh Warganya Diminta Tes Swab di Anus oleh China

Setelah AS, Jepang Mengeluh Warganya Diminta Tes Swab di Anus oleh China

Global
Jelang Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak, Paus Benediktus XVI Sampaikan Kekhawatiran

Jelang Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak, Paus Benediktus XVI Sampaikan Kekhawatiran

Global
Kucing Masuk Kokpit dan Mencakar Pilot, Pesawat Tarco Airlines Putar Balik

Kucing Masuk Kokpit dan Mencakar Pilot, Pesawat Tarco Airlines Putar Balik

Global
komentar
Close Ads X