Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Kompas.com - 21/01/2021, 21:15 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pernyataan mengenai obat Regeneron yang dipakai untuk menyembuhkannya dari Covid-19 di depan Ruang Oval, Gedung Putih, pada 7 Oktober 2020. Twitter via Sky NewsPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pernyataan mengenai obat Regeneron yang dipakai untuk menyembuhkannya dari Covid-19 di depan Ruang Oval, Gedung Putih, pada 7 Oktober 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Donald Trump disebut lebih dari 30.000 kali berbohong ke publik selama menjadi presiden Amerika Serikat (AS), atau rata-rata 21 kali per hari.

Menurut analisis yang dibuat The Washington Post, Trump membuat 30.573 klaim palsu selama 4 tahun menjabat, atau rata-rata tepatnya 20,94 kebohongan per hari.

Jumlah kebohongan itu dihitung dari hari pertama dia menjabat pada 20 Januari 2017, sampai hari terakhirnya Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Kata-kata Trump Dipakai Greta Thunberg Menyindirnya Balik Saat Lengser

Salah satu klaim palsu yang sering Trump kemukakan adalah pemerintahannya membangun ekonomi terbesar dalam sejarah dunia.

Analisis dari Washington Post menunjukkan frasa itu diucapkan setidaknya 493 kali.

Kebohongan favorit kedua adalah klaim bahwa pemotongan pajak yang dilakukan oleh pemerintahannya merupakan yang terbesar sepanjang sejarah AS.

Analis mengatakan, kalimat itu diucapkan 296 kali termasuk baru-baru ini saat pidato perpisahan di Joint Base Andrews, beberapa jam sebelum pelantikan Joe Biden.

"Kami juga melakukan pemotongan pajak, pemotongan pajak terbesar dan reformasi dalam sejarah negara kami, sejauh ini," kata Trump kepada para pengawalnya di hari terakhir.

Baca juga: Iran Lega karena Tiran Trump Sudah Keluar dari Gedung Putih


Melansir The Independent pada Kamis (21/1/2021), pemotongan pajak era Trump adalah 0,9 persen atau 2 persen lebih rendah dari pemotongan pajak pemerintahan Ronald Reagan pada 1980-an.

Kebohongan lainnya ia ucapkan di pidato perpisahan, seperti ibu negara Melania Trump yang disebutnya sangat populer di mata rakyat, tetapi menurut CNN dia adalah ibu negara paling tidak populer sepanjang sejarah Amerika.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Ancam Balas Sanksi yang 'Tak Bisa Dihindari' AS

Rusia Ancam Balas Sanksi yang "Tak Bisa Dihindari" AS

Global
Kim Jong Un Rayakan Ulang Tahun Pendiri Korea Utara

Kim Jong Un Rayakan Ulang Tahun Pendiri Korea Utara

Global
[POPULER GLOBAL] Ratusan Orang Positif Covid-19 Setelah Ikut Ritual | Ratu Elizabeth II Beri Pantangan di Makam Pangeran Philip

[POPULER GLOBAL] Ratusan Orang Positif Covid-19 Setelah Ikut Ritual | Ratu Elizabeth II Beri Pantangan di Makam Pangeran Philip

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Jack the Ripper, Sosok Pembunuh Misterius Abad ke-19

[Biografi Tokoh Dunia] Jack the Ripper, Sosok Pembunuh Misterius Abad ke-19

Internasional
Warga Heboh Ada Makhluk Aneh di Pohon sampai Telepon Polisi, Ternyata...

Warga Heboh Ada Makhluk Aneh di Pohon sampai Telepon Polisi, Ternyata...

Global
Warga Korea Utara Rayakan Ulang Tahun Kakek Kim Jong Un

Warga Korea Utara Rayakan Ulang Tahun Kakek Kim Jong Un

Global
Tegang dengan Ukraina, Rusia Tank Catnya dengan 'Garis Invasi'

Tegang dengan Ukraina, Rusia Tank Catnya dengan "Garis Invasi"

Global
1.000 Orang Mandi Massal di Sungai Gangga Positif Covid-19, Panitia: Kami Percaya 'Ibu' Akan Menyelamatkan

1.000 Orang Mandi Massal di Sungai Gangga Positif Covid-19, Panitia: Kami Percaya "Ibu" Akan Menyelamatkan

Global
Entesar Al-Hammadi Ditahan Houthi, Pemerintah Yaman Serukan PBB Turun Tangan

Entesar Al-Hammadi Ditahan Houthi, Pemerintah Yaman Serukan PBB Turun Tangan

Global
Olimpiade Tokyo Tanpa Ragu-ragu Harus Dibatalkan jika Covid-19 Jepang Semakin Parah

Olimpiade Tokyo Tanpa Ragu-ragu Harus Dibatalkan jika Covid-19 Jepang Semakin Parah

Global
Digigit Ular Beludak Afrika Tanpa Penawar, Ini Gejala yang Bisa Dialami Petugas San Diego Zoo

Digigit Ular Beludak Afrika Tanpa Penawar, Ini Gejala yang Bisa Dialami Petugas San Diego Zoo

Global
Entesar Al-Hammadi Diculik dan Dituduh Melakukan Tindakan Kriminal oleh Houthi

Entesar Al-Hammadi Diculik dan Dituduh Melakukan Tindakan Kriminal oleh Houthi

Global
AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

Global
Kirim Pesan Cabul ke Anak Buahnya, Bos Ini Dipukul Kain Pel

Kirim Pesan Cabul ke Anak Buahnya, Bos Ini Dipukul Kain Pel

Global
Perancis Imbau Semua Warganya Tinggalkan Pakistan, Ada Apa?

Perancis Imbau Semua Warganya Tinggalkan Pakistan, Ada Apa?

Global
komentar
Close Ads X