Pengawal Revolusi Iran Gencar Latihan Militer di Tengah Ketegangan Tinggi dengan AS

Kompas.com - 16/01/2021, 10:42 WIB
Foto yang dirilis pada 10 Juli 2008 oleh situs berita Garda Revolusi Iran, Sepah News, memperlihatkan tiga rudal meluncur di udara dari lokasi yang dirahasiakan pada 9 Juli 2008. AFP/SEPAH NEWSFoto yang dirilis pada 10 Juli 2008 oleh situs berita Garda Revolusi Iran, Sepah News, memperlihatkan tiga rudal meluncur di udara dari lokasi yang dirahasiakan pada 9 Juli 2008.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pengawal Revolusi Iran pada Jumat (15/1/2021) latihan peluncuran rudal dan drone di Iran tengah, menurut laporan dalam situs web resminya.

Latihan militer tersebut sudah dilakukan ketiga kalinya dalam waktu kurang dari 2 pekan.

Melansir AFP pada Jumat (15/1/2021), langkah tersebut terjadi pada saat ketegangan Iran yang meningkat dengan Amerika Serikat (AS) di hari-hari terakhir pemerintahan Presiden Donald Trump.

Baca juga: Iran Tepis Tuduhan Jadi Markas Baru Al-Qaeda

Latihan pada Jumat itu dijuluki "Nabi Agung 15", yang menampilkan "generasi baru" rudal balistik permukaan ke permukaan, menurut situs Sepahnews.

Latihan itu melibatkan serangan pesawat tak berawak di sistem pertahanan rudal yang diikuti oleh "rentetan rudal balistik kelas Zolfaghar, Zelzal, dan Dezful," kata situs itu.

Baca juga: Lagi, Iran Akan Eksekusi Pegulat Mehdi Ali Hosseini di Tengah Protes

Menurut Pengawal, rudal itu "dilengkapi dengan hulu ledak yang dilepas dan mampu dikendalikan di luar atmosfer".

Sebuah video dirilis oleh televisi pemerintah yang menunjukkan beberapa rudal yang diluncurkan di daerah gurun dengan Komandan Pengawal Hossein Salami dan dihadiri kepala pasukan kedirgantaraan Amirali Hajizadeh.

Baca juga: Menlu AS Sebut Iran sebagai Bajak Laut di Selat Hormuz

"Pesan dari latihan ini adalah kekuatan dan tekad kami untuk mempertahankan kedaulatan kami, sistem suci kami dan nilai-nilai kami melawan musuh-musuh Islam dan Iran," kata Salami seperti dikutip dari televisi pemerintah. 

Hajizadeh mengatakan operasi itu menunjukkan "kekuatan baru" dan kemampuan Pengawal.

Operasi tediri dari latihan angkatan laut Iran yang diadakan pada Rabu (13/1/2021) dan Kamis (14/1/2021) di Teluk Oman, dan latihan drone militer pada 5-6 Januari.

Baca juga: Kapal Tankernya Masih Ditahan Iran, Korea Selatan Minta Bantuan Qatar

Latihan tersebut dimulai 2 hari setelah Iran menandai tahun pertama pembunuhan komandannya yang dihormati, Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak pada Januari tahun lalu.

Presiden terpilih AS, Joe Biden dijadwalkan menggantikan Trump pada 20 Januari.

Baca juga: Di Depan Kapal Selam AS, Iran Pamerkan Peluncuran Rudal Jelajahnya


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Direktur CIA Sebut Kunci Keamanan Nasional AS Adalah Perlawanan terhadap China

Calon Direktur CIA Sebut Kunci Keamanan Nasional AS Adalah Perlawanan terhadap China

Global
Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Ternyata Ini Motif Hacker Korea Utara Retas Data Vaksin Covid-19 Pfizer

Global
2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

2 Pilot dan Pejabat Maskapai Turki Terancam Penjara, Dituduh Mambantu Pelarian Mantan Bos Nissan

Global
Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Biden Akan Bagi 25 Juta Masker Gratis untuk Populasi Rentan AS

Global
PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

Global
Dokumen 'Sangat Rahasia' Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Dokumen "Sangat Rahasia" Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Global
Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Global
Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Global
[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

Global
Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
komentar
Close Ads X