Menlu AS Sebut Iran sebagai Bajak Laut di Selat Hormuz

Kompas.com - 14/01/2021, 15:46 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo saat berbicara di briefing virus corona di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, 6 Mei 2020. KEVIN LAMARQUE/REUTERSMenteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo saat berbicara di briefing virus corona di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, 6 Mei 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) Mike Pompeo menyebut Iran sebagai bajak laut dalam serangkaian unggahannya di Twitter.

Dalam serangkaian twit yang diungganya pada Kamis (14/1/2021), Pompeo juga memuji upaya sejumlah negara dalam mengamankan Selat Hormuz dari aksi Iran.

Pompeo berterima kasih kepada Bahrain, Inggris, Albania, Lithuania, Australia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi karena melindungi salah satu jalur pelayaran paling kritis di dunia itu.

Pompeo juga menggunakan tanda pagar (tagar) #piratesofhormuz yang berarti bajak laut di Selat Hormuz yang merujuk pada Garda Revolusi Iran sebagaimana dilansir dari The National.

Baca juga: Gara-gara Cecar Pertanyaan ke Menlu AS, Jurnalis VOA Asal Indonesia Dibebastugaskan dari Gedung Putih

Dalam salah satu twitnya, Pompeo melampirkan video hitam putih yang konon menunjukkan pasukan Garda Revolusi Iran mengeluarkan ranjau anti-kapal dari sebuah kapal tanker minyak.

Video tersebut awalnya dirilis oleh militer AS pada 2019 ketika kapal tanker Kokuka Courageous, yang dikelola Singapura, diserang di Teluk Oman, sekitar 129 kilometer di lepas pantai Fujairah.

Pada Agustus 2019, AS memimpin gugus tugas angkatan laut internasional untuk melindungi pelayaran kapal tanker.

Pasalnya, serangan terhadap kapal tanker terus meningkat, termasuk penyitaan kapal tanker minyak Inggris, Stener Impero.

Baca juga: Menlu AS Batalkan Perjalanan Terakhir ke Luar Negeri Seiring Meningkatnya Potensi Bahaya Keamanan

Pada awal 2020, dua gugus tugas angkatan laut internasional, Operasi Sentinel dan Koalisi pimpinan Eropa di Selat Hormuz, melindungi rute pengiriman penting tersebut.

Meski demikian, aktivitas Garda Revolusi Iran yang mengancam pelayaran kapal tanker dilaporkan telah meningkat.

Pada 5 Januari, Garda Revolusi Iran menyita sebuah kapal tanker Hankuk Chemi berbendera Korea Selatan di Selat Hormuz.

Baca juga: Menlu AS: Washington Cabut Pembatasan Hubungan dengan Taiwan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X