Johnson Janji Ubah Inggris Jadi Negara Adidaya Sains Setelah Brexit

Kompas.com - 01/01/2021, 14:25 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan acungan jempol ganda setelah menandatangani Perjanjian Perdagangan dan Kerjasama antara Inggris dan Uni Eropa, kesepakatan perdagangan Brexit, pada 30 Desember 2020. AFP PHOTO/LEON NEALPerdana Menteri Inggris Boris Johnson memberikan acungan jempol ganda setelah menandatangani Perjanjian Perdagangan dan Kerjasama antara Inggris dan Uni Eropa, kesepakatan perdagangan Brexit, pada 30 Desember 2020.

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana menjadikan Inggris sebagai "negara adidaya sains" setelah Brexit.

Hal ini disampaikan dalam pesan tahun barunya, yang disampaikan hingga saat waktu menunjukkan akhir perpisahan Inggris dari pasar tunggal dan aturan bea cukai Uni Eropa (UE).

Masa transisi Brexit berakhir pada pukul 11 malam waktu London, menandai pemisahan terakhir Inggris dari Uni Eropa (UE). Setelah empat tahun negara itu memilih untuk keluar dari blok tersebut.

Melansir Bloomberg pada Kamis (31/12/2020), dalam pesan Tahun Barunya, perdana menteri mengatakan dia ingin menggunakan peluang baru yang diberikan Brexit untuk menjadi perintis perkembangan di sektor sains.

Baca juga: Inggris Tidak Lagi Terlibat Program Beasiswa Erasmus Pasca Brexit

Khususnya dalam sektor ilmu biosains, kecerdasan buatan (AI) dan baterai, serta teknologi tenaga angin. Dia juga berjanji akan menciptakan jutaan pekerjaan dengan keterampilan tinggi.

"Ini momen yang luar biasa bagi negara ini," kata Johnson dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya.

"Kami memiliki kebebasan di tangan kami dan terserah kami untuk memanfaatkannya sebaik mungkin."

Selama beberapa bulan ke depan, pemerintah Johnson masih menghadapi keadaan darurat yang lebih mendesak, berlomba untuk meluncurkan vaksin dengan cepat untuk mengendalikan virus corona.

Baca juga: Masa Transisi Brexit Berakhir, Inggris-UE Sambut Hubungan Baru

Dengan rekor 55.892 kasus harian baru yang tercatat pada Kamis (31/12/2020), dan 964 tambahan kematian, pandemi memasuki tahap yang menurut para menteri sebagai fase yang sangat berbahaya.

“Kami tahu bahwa kami memiliki perjuangan keras masih di depan kami selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan, karena kami menghadapi varian baru dari penyakit yang membutuhkan kewaspadaan baru,” kata Johnson.

"Tapi saat matahari terbit besok pada 2021, kami memiliki kepastian akan vaksin tersebut, yang dipelopori di Inggris, yang juga bebas melakukan berbagai hal secara berbeda, dan jika perlu lebih baik, daripada teman-teman kami di UE."

Baca juga: Inggris Ratifikasi Kesepakatan Brexit, Saat Uni Eropa Resmikan Aturan Baru


Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uni Eropa Bakal Jatuhkan Sanksi kepada Junta Militer Myanmar

Uni Eropa Bakal Jatuhkan Sanksi kepada Junta Militer Myanmar

Global
Demo Thailand Makin Ricuh, Polisi Bentrok dan Tembaki Massa

Demo Thailand Makin Ricuh, Polisi Bentrok dan Tembaki Massa

Global
Israel Serang Suriah dengan Serentetan Rudal

Israel Serang Suriah dengan Serentetan Rudal

Global
Masih Dendam ke Biden, Trump Tegaskan Maju ke Pilpres AS 2024

Masih Dendam ke Biden, Trump Tegaskan Maju ke Pilpres AS 2024

Global
Berbaju Seperti 'Pakaian Dalam' Murid SMA Dipulangkan Sekolah, Ayahnya Tak Terima

Berbaju Seperti "Pakaian Dalam" Murid SMA Dipulangkan Sekolah, Ayahnya Tak Terima

Global
Hari Paling Berdarah Sejak Kudeta Militer Myanmar, 18 Orang Tewas dalam Sehari

Hari Paling Berdarah Sejak Kudeta Militer Myanmar, 18 Orang Tewas dalam Sehari

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Junta Militer Myanmar Keluarkan Ancaman | Covid-19 di AS Tewaskan 500.000 Orang Lebih

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Junta Militer Myanmar Keluarkan Ancaman | Covid-19 di AS Tewaskan 500.000 Orang Lebih

Global
Spanyol Minta 859 Ternak dari Kapal Karim Allah Dimusnahkan

Spanyol Minta 859 Ternak dari Kapal Karim Allah Dimusnahkan

Global
Cerita Najbullah Jual Ginjal demi Uang Nikah, agar Keluarganya Tak Dibunuh

Cerita Najbullah Jual Ginjal demi Uang Nikah, agar Keluarganya Tak Dibunuh

Global
Dari Ed Sheeran sampai Sting, Waswas Soal Masa Depan Musik Inggris, Kenapa?

Dari Ed Sheeran sampai Sting, Waswas Soal Masa Depan Musik Inggris, Kenapa?

Global
Mike Pompeo Vokal Lagi Kritik Pemerintahan Biden dan Agungkan Trump

Mike Pompeo Vokal Lagi Kritik Pemerintahan Biden dan Agungkan Trump

Global
Warga Afghanistan Ramai-ramai Jual Ginjal demi Bayar Utang, Ini Kisahnya...

Warga Afghanistan Ramai-ramai Jual Ginjal demi Bayar Utang, Ini Kisahnya...

Global
Mantan Kepala CIA Desak Biden Tak 'Tutup Mata' dan Hukum Keras Putra Mahkota Arab Saudi

Mantan Kepala CIA Desak Biden Tak "Tutup Mata" dan Hukum Keras Putra Mahkota Arab Saudi

Global
Gubernur New York Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual oleh Mantan Pegawainya

Gubernur New York Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual oleh Mantan Pegawainya

Global
Selingkuh dengan Istri Tetangga, Kuli Bangunan Bikin Terowongan Bawah Tanah

Selingkuh dengan Istri Tetangga, Kuli Bangunan Bikin Terowongan Bawah Tanah

Global
komentar
Close Ads X