Pekerja Medis di AS Dipecat Setelah Rusak 500 Dosis Vaksin Covid-19

Kompas.com - 01/01/2021, 12:53 WIB
Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19. DPA/ILIYA PITALEV via DW INDONESIAIlustrasi penyuntikan vaksin Covid-19.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pekerja medis di Negara Bagian Wisconsin, AS, dipecat setelah ketahuan merusak 500 dosis vaksin Covid-19.

Polisi, Biro Penyelidik Federal (FBI), maupun Badan Obat-obatan AS dikerahkan untuk menyelidiki kasus yang terjadi di luar Milwaukee.

Baca juga: Kuasai Vaksin dan Air, Pria ini Jadi Orang Terkaya Terbaru di Asia

Investigasi dihelat setelah muncul laporan bahwa si tenaga medis mengambil dosis vaksin virus corona dari lembari pendingin di Pusat Medis Aurora.

Pihak berwajib menerangkan, mereka sudah mendapatkan laporan mengenai upaya perusakan itu pada Rabu malam (30/12/2020). Namun hingga Kamis (31/12/2020), belum ada yang ditangkap.

Dalam rilis resminya, Aurora menyatakan benar ada pekerja medis yang memang berniat jahat merusak vaksin Covid-19 yang mereka simpan.

Pihak Aurora menerangkan vaksin Covid-19 yang mereka dapatkan merupakan salah satu cara untuk keluar dari virus corona yang tengah mewabah.

"Kami sangat kecewa karena aksi yang bersangkutan sudah menyebabkan sekitar 500 orang terlambat menerima vaksin'," kata Aurora.

Hanya saja sebagaimana diberitakan Sky News, pusat medis itu tidak menjabarkan motif mengapa si pekerja medis merusak vaksin.

Kabar perusakan obat yang penting itu muncul setelah infeksi virus corona di Wisconsin mengalami kenaikan, dengan sebelumnya sempat menyusut pada awal Desember.

Data dari Universitas Johns Hopkins menyatakan, saat otoritas kesehatan setempat melaporkan 516.226 kasus positif dan 5.192 korban meninggal.

Sekitar 47.157 orang sudah menerima vaksinasi Covid-19, sementara total penduduk di Wisconsin mencapai 5,8 juta jiwa.

Baca juga: Sah! China Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm Covid-19

Baca tentang

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Kegiatan Ramadhan di Amerika, dari Tadarus Virtual hingga Vaksinasi Covid-19

Melihat Kegiatan Ramadhan di Amerika, dari Tadarus Virtual hingga Vaksinasi Covid-19

Global
Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam

Konflik dengan Ukraina Makin Panas, Rusia Batasi Pelayaran di Laut Hitam

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Mohammed Reza Shah Pahlavi, Raja Terakhir Iran yang Runtuh karena Pemberontakan

[Biografi Tokoh Dunia] Mohammed Reza Shah Pahlavi, Raja Terakhir Iran yang Runtuh karena Pemberontakan

Internasional
Tiap 10 Jam, FBI Buka Investigasi Baru Terkait Pemerintah China

Tiap 10 Jam, FBI Buka Investigasi Baru Terkait Pemerintah China

Global
Takut Kecoak, Istri Minta Pindah 18 Kali dalam 3 Tahun, Suami Tak Tahan dan Minta Cerai

Takut Kecoak, Istri Minta Pindah 18 Kali dalam 3 Tahun, Suami Tak Tahan dan Minta Cerai

Global
Video Viral Bos Dipukuli Karyawati dengan Tongkat Pel karena Chat Mesum, Akhirnya Dipecat

Video Viral Bos Dipukuli Karyawati dengan Tongkat Pel karena Chat Mesum, Akhirnya Dipecat

Global
Serius Rapat via Zoom, Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Telanjang

Serius Rapat via Zoom, Anggota Parlemen Kanada Ketahuan Telanjang

Global
Junta Myanmar Bobol Kotak Amal Masjid dan Tembak Mati 2 Warga Sipil

Junta Myanmar Bobol Kotak Amal Masjid dan Tembak Mati 2 Warga Sipil

Global
Seorang Pria Nonton Film Porno, Kaget Pemerannya Ternyata Pacar Sendiri

Seorang Pria Nonton Film Porno, Kaget Pemerannya Ternyata Pacar Sendiri

Global
Perawat Brasil Bentuk 'Genggaman Palsu' untuk Tenangkan Pasien Covid-19

Perawat Brasil Bentuk "Genggaman Palsu" untuk Tenangkan Pasien Covid-19

Global
Cegah Kapal Perang Asing Masuk Ukraina, Rusia Tutup Selat Kerch

Cegah Kapal Perang Asing Masuk Ukraina, Rusia Tutup Selat Kerch

Global
Iran Klaim Mampu Perkaya Uranium Hingga 60 Persen

Iran Klaim Mampu Perkaya Uranium Hingga 60 Persen

Global
Pasangan Ini Pindah Rumah Sampai 18 Kali karena Istri Takut Kecoak

Pasangan Ini Pindah Rumah Sampai 18 Kali karena Istri Takut Kecoak

Global
China Jebloskan Bos Besar Media Hong Kong Jimmy Lai ke Penjara 12 Bulan

China Jebloskan Bos Besar Media Hong Kong Jimmy Lai ke Penjara 12 Bulan

Global
Militer Myanmar Bombardir Kotapraja Momauk, Penduduk Kabur Berlindung

Militer Myanmar Bombardir Kotapraja Momauk, Penduduk Kabur Berlindung

Global
komentar
Close Ads X