Tentaranya Dituduh Bunuh Remaja Palestina, Israel Luncurkan Penyelidikan

Kompas.com - 08/12/2020, 09:22 WIB
Anggota pasukan Israel membidikkan senjatanya ke arah pendemo Palestina saat aksi protes menentang rencana Israel menganeksasi bagian wilayah pendudukan Tepi Barat, di Kafr Qaddum dekat Nablus, Jumat (3/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/pras/djo ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMAD TOROKMANAnggota pasukan Israel membidikkan senjatanya ke arah pendemo Palestina saat aksi protes menentang rencana Israel menganeksasi bagian wilayah pendudukan Tepi Barat, di Kafr Qaddum dekat Nablus, Jumat (3/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/pras/djo

TEL AVIV, KOMPAS.com – Militer Israel akan melakukan investigasi atas tuduhan penembakan seorang remaja Palestina oleh personel tentara Israel.

Peristiwa tersebut terjadi dalam aksi protes di Tepi Barat yang diduduki pada pekan lalu, sebuah insiden yang disesalkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Uni Eropa.

Remaja Palestina bernama Ali Ayman Abu Aliya (13) tersebut tewas setelah sebuah peluru bersarang di perutnya pada Jumat (4/12/2020).

Ali Ayman dan warga Palestina lainnya memprotes pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki sebagaimana dilansir dari The Guardian.

Baca juga: Bentrokan Warga Palestina dan Pasukan Israel Pecah di Pemakaman Remaja yang Tewas Ditembak

Militer Israel menggambarkan aksi protes di sekitar Sesa al-Mughayyir, dekat Ramallah, Tepi Barat, sebagai kerusuhan dengan kekerasan.

Mereka melaporkan bahwa para demonstran melempar batu dan mencoba untuk menggulingkan batu-batu besar dan membakar ban dari punggung bukit ke jalan.

“(Pasukan Pertahanan Israel) mengetahui klaim bahwa ada warga Palestina yang terluka, dan satu korban tewas Palestina. Setelah insiden ini, penyelidikan oleh polisi militer telah diluncurkan,” tulis militer Israel melalui sebuah pernyataan.

Pernyataan itu menambahkan bahwa pasukan keamanan Israel telah menggunakan amunisi Ruger kaliber 0,22 inci selama konfrontasi.

Baca juga: Arab Saudi: Asalkan Kedaulatan Palestina Diberikan, Normalisasi dengan Israel dapat Terjadi

Peluru itu lebih kecil dan kurang kuat dari peluru normal tetapi masih mematikan.

Pada 2015, seorang tentara Israel menembak mati anak laki-laki berusia 13 tahun dengan peluru 0,22 inci dalam sebuah pembunuhan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X