Setelah Keluarkan Anggota Parlemen Oposisi, China Dikecam 5 Negara Aliansi Ini

Kompas.com - 19/11/2020, 17:04 WIB
Presiden China Xi Jinping berbicara dalam pesan yang direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York. AP/UNTVPresiden China Xi Jinping berbicara dalam pesan yang direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 22 September 2020, di markas besar PBB di New York.

HONG KONG, KOMPAS.com - Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru menuduh China melanggar komitmen internasionalnya yang mengikat secara hukum.

Respon 5 negara aliansi itu muncul setelah China mengeluarkan anggota parlemen oposisi yang pro-demokrasi dari badan legislatif Hong Kong.

Menteri luar negeri dari 5 aliansi tersebut mengatakan bahwa China melanggar janjinya pada 1984, bahwa akan mempertahankan otonomi di Hong Kong setelah penyerahan kekuasaan dari koloni Inggris pada 1997.

Pencopotan 4 anggota parlemen oposisi memicu pengunduran diri besar-besaran dari rekan-rekan mereka yang tersisa di parlemen.

Pengunduran diri itu adalah langkah terbaru dalam tindakan keras yang semakin mendalam terhadap para pengkritik Beijing, menyusul protes demokrasi yang besar dan sering kali disertai kekerasan yang telah berlangsung sejak tahun lalu.

Baca juga: Oposisi Hong Kong Mundur Massal, AS Ancam China dengan Sanksi

"Tindakan China jelas melanggar kewajiban internasionalnya di bawah Deklarasi Bersama Sino-Inggris yang mengikat secara hukum, yang terdaftar di PBB," kata negara-negara itu dalam sebuah pernyataan bersama, mengulangi pernyataan individu.

Melansir AFP pada Kamis (19/11/2020), para menteri luar negeri mengatakan langkah terbaru itu tampaknya menjadi bagian dari "kampanye bersama untuk membungkam semua suara kritis" di Hong Kong sebagai pusat keuangan negara itu.

"Demi stabilitas dan kemakmuran Hong Kong, penting bagi China dan otoritas Hong Kong untuk menghormati saluran bagi rakyat Hong Kong untuk mengungkapkan perhatian dan pendapat mereka yang sah," kata aliansi, yang secara kolektif dikenal sebagai Five Eyes.

Juru bicara kementerian luar negeri China pada Kamis (19/11/2020) membalas tuduhan itu, menyebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional" dan mengatakan "setiap upaya untuk menekan China...pasti akan gagal."

Baca juga: Anggota Parlemen Pro-Demokrasi Hong Kong Rencanakan Pengunduran Diri Massal

"Tidak peduli apakah mereka memiliki 5 atau 10 mata, jika mereka berani merusak kedaulatan China, kepentingan keamanan, dan pembangunan, mereka harus berhati-hati karena dibutakan," kata juru bicara Zhao Lijian.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Global
Pemerintah Trump Lanjutkan Eksekusi Mati Saat Sisa Jabatan Tinggal Hitungan Hari

Pemerintah Trump Lanjutkan Eksekusi Mati Saat Sisa Jabatan Tinggal Hitungan Hari

Global
Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Global
Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Global
Tolak Tes Covid-19, Pria Tua Ini Dilumpuhkan di Tanah oleh Para Petugas

Tolak Tes Covid-19, Pria Tua Ini Dilumpuhkan di Tanah oleh Para Petugas

Global
Wapres AS Mike Pence Dikabarkan Menghubungi Kamala Harris untuk Ucapkan Selamat

Wapres AS Mike Pence Dikabarkan Menghubungi Kamala Harris untuk Ucapkan Selamat

Global
Rusia Tinggalkan Open Skies dengan Salahkan AS, Jadi Ujung Kesepakatan Pasca Perang Dingin

Rusia Tinggalkan Open Skies dengan Salahkan AS, Jadi Ujung Kesepakatan Pasca Perang Dingin

Global
Penyerbuan Capitol Hill Disebut Terencana dan Dibantu Orang Dalam, Ini Buktinya...

Penyerbuan Capitol Hill Disebut Terencana dan Dibantu Orang Dalam, Ini Buktinya...

Global
Joe Biden Dapat Akun Twitter Kepresidenan Baru, Follower Mulai dari Nol

Joe Biden Dapat Akun Twitter Kepresidenan Baru, Follower Mulai dari Nol

Global
Sirkus Rusia Picu Kemarahan karena Hewan yang Ditampilkan Pakai Baju Bersimbol Nazi

Sirkus Rusia Picu Kemarahan karena Hewan yang Ditampilkan Pakai Baju Bersimbol Nazi

Global
Silvio Berlusconi Keluar Rumah Sakit Usai Dirawat karena Sakit Jantung

Silvio Berlusconi Keluar Rumah Sakit Usai Dirawat karena Sakit Jantung

Global
Pengawal Revolusi Iran Gencar Latihan Militer di Tengah Ketegangan Tinggi dengan AS

Pengawal Revolusi Iran Gencar Latihan Militer di Tengah Ketegangan Tinggi dengan AS

Global
Takut Tertunda karena Lockdown, Sepasang Kekasih di Malaysia Menikah Pakai Baju Kerja

Takut Tertunda karena Lockdown, Sepasang Kekasih di Malaysia Menikah Pakai Baju Kerja

Global
Arkeolog Temukan Rangka Bayi dan Anjing yang Hidup 2.000 Tahun Lalu di Perancis

Arkeolog Temukan Rangka Bayi dan Anjing yang Hidup 2.000 Tahun Lalu di Perancis

Global
Olahan Ulat Akan Resmi Jadi Pilihan Bahan Makanan Aman di Eropa

Olahan Ulat Akan Resmi Jadi Pilihan Bahan Makanan Aman di Eropa

Global
komentar
Close Ads X