Disebut Sakit dan Muntah karena Terkena Senjata Laser China, Ini Jawaban India

Kompas.com - 19/11/2020, 15:05 WIB
Kendaraan militer India beriringan di jalan menuju Ladakh, di distrik Ganderbal, Gagangeer, Kashmir, pada 18 Juni 2020. REUTERS/DANISH ISMAILKendaraan militer India beriringan di jalan menuju Ladakh, di distrik Ganderbal, Gagangeer, Kashmir, pada 18 Juni 2020.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Militer India memberikan jawaban atas atas pemberitaan tentara mereka sakit dan muntah di perbatasan karena terkena senjata laser China.

Melalui kicauan di Twitter, New Delhi memberikan label dua media yang memberitakan, The Times dan The Australian, sebagai Fake News.

Angkatan Darat India menegaskan bahwa penggunaan senjata berbasis gelombang mikro itu "tanpa data" karena tidak ada insiden apa pun di lapangan.

Baca juga: China Dituding Pakai Senjata Gelombang Mikro untuk Masak Pasukan India Hidup-hidup

Kanal televisi lokal NDTV bahkan mengutip seorang pejabat militer yang menyatakan klaim China menggunakan senjata laser itu tidak benar.

"Kabar itu hanyalah bentuk dari perang urat saraf yang payah dan menyedihkan dari China," ujar si pejabat dikutip dari Russian Today, Rabu (19/11/2020).

Dugaan itu muncul setelah seorang pakar studi internasional bernama Jin Canrong menyebutkan mengenai senjata laser itu ke mahasiswanya.

Dia mengeklaim pada 29 Agustus, tentara India bergerak menuju ke wilayah yang dikuasai Beijing di Ladakh, daerah yang terletak di Himalaya.

Namun, menurut Jin yang adalah profesor di Universitas Renmin itu, militer musuh diusir dengan senjata yang "bisa memasak mereka hidup-hidup".

"Dalam 15 menit, mereka yang menduduki bagian puncak bukit mulai muntah. Mereka tak bisa bertindak dan kabur. Itulah cara kita merebut tempat mereka.

Baca juga: Konflik Perbatasan China-India Berkepanjangan, Panglima India: Bisa Selesai dengan Pembicaraan

Jin menerangkan, senjata itu memanaskan molekul air dengan cara seperti peralatan dapur dan menargetkan air di bawah kulit.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswi Australia Dapat Nilai Bahasa Indonesia Tertinggi di Kelasnya

Siswi Australia Dapat Nilai Bahasa Indonesia Tertinggi di Kelasnya

Global
Taiwan Batalkan Festival Lentera Tahun Baru Imlek Setelah Kluster Baru Covid-19 Muncul

Taiwan Batalkan Festival Lentera Tahun Baru Imlek Setelah Kluster Baru Covid-19 Muncul

Global
Jaket Melania dan Beragam Momen Ikonik Lainnya Selama Trump Berkuasa

Jaket Melania dan Beragam Momen Ikonik Lainnya Selama Trump Berkuasa

Global
WHO: Rebutan Vaksin, Dunia Hadapi Kegagalan Moral yang Dahsyat

WHO: Rebutan Vaksin, Dunia Hadapi Kegagalan Moral yang Dahsyat

Global
Dituduh Hina Keluarga Kerajaan Thailand, Wanita Ini Dihukum Lebih dari 43 Tahun

Dituduh Hina Keluarga Kerajaan Thailand, Wanita Ini Dihukum Lebih dari 43 Tahun

Global
PM Inggris Boris Johnson Disebut Sering Tidur Siang, Downing Street Membantah

PM Inggris Boris Johnson Disebut Sering Tidur Siang, Downing Street Membantah

Global
Kota Tertua di Benua Amerika Terancam Musnah akibat Virus Corona

Kota Tertua di Benua Amerika Terancam Musnah akibat Virus Corona

Global
Seorang Salesman Dituding sebagai “Superspreader”, Sebabkan 102 Infeksi Baru di China

Seorang Salesman Dituding sebagai “Superspreader”, Sebabkan 102 Infeksi Baru di China

Global
Truk Oleng Tabrak 15 Orang Tidur di Pinggir Jalan, Semua Tewas

Truk Oleng Tabrak 15 Orang Tidur di Pinggir Jalan, Semua Tewas

Global
Fenomena Salju Efek Laut Melanda Asia, Timbulkan Cuaca Ekstrem hingga Makan Korban di Jepang

Fenomena Salju Efek Laut Melanda Asia, Timbulkan Cuaca Ekstrem hingga Makan Korban di Jepang

Global
Tabrakan Beruntun 134 Mobil di Tol Jepang, Angin Kencang 100 Km Per Jam dan Salju Lebat

Tabrakan Beruntun 134 Mobil di Tol Jepang, Angin Kencang 100 Km Per Jam dan Salju Lebat

Global
200 Orang dan 134 Mobil Kecelakaan Beruntun di Jepang, 1 Tewas

200 Orang dan 134 Mobil Kecelakaan Beruntun di Jepang, 1 Tewas

Global
Kecelakaan Fatal Terjadi di Jepang 130 Kendaraan Saling Bertabrakan

Kecelakaan Fatal Terjadi di Jepang 130 Kendaraan Saling Bertabrakan

Global
Singapura Mulai Vaksinasi Massal Pekerja Sektor Penerbangan dan Maritim

Singapura Mulai Vaksinasi Massal Pekerja Sektor Penerbangan dan Maritim

Global
Deretan Kebijakan Trump yang Membuat AS Penuh Gejolak Selama 4 Tahun

Deretan Kebijakan Trump yang Membuat AS Penuh Gejolak Selama 4 Tahun

Global
komentar
Close Ads X