Penganut Saksi Yehova Tolak Wajib Militer, Korsel Persilakan Mereka Kerja di Penjara

Kompas.com - 28/10/2020, 10:21 WIB
Kelompok Saksi Yehuwa di Korea Selatan tiba untuk bekerja di penjara setelah menolak ikut wajib militer. Getty images via BBC IndonesiaKelompok Saksi Yehuwa di Korea Selatan tiba untuk bekerja di penjara setelah menolak ikut wajib militer.

KOMPAS.com - Puluhan penganut Saksi Yehova di Korea Selatan tiba di penjara setelah menolak ikut serta program wajib militer, tetapi, untuk pertama kalinya, mereka tidak di sana sebagai narapidana.

Sebaliknya, mereka sekarang bekerja sebagai administrator dari warga sipil.

Program wajib militer, seperti namanya, wajib diikuti semua laki-laki berusia 18 hingga 28 tahun di Korea Selatan, yang secara teknis masih berperang dengan Korea Utara.

Tetapi menurut skema baru, mereka yang keberatan ikut wajib militer atas dasar agama atau alasan pribadi tidak akan dihukum dan dipenjara.

Kelompok Saksi Yehova di Korea Selatan secara historis menolak wajib militer atas dasar moral dan agama, dan memilih menerima hukuman penjara selama 18 bulan atau lebih.

Hampir 20.000 anggota gereja dilaporkan telah dipenjara sejak 1950.

Baca juga: Asal Mula dan Sejarah Korea Selatan Miliki Program Wajib Militer

Namun keputusan Mahkamah Agung pada tahun 2018 mengakui perlunya bentuk pengabdian alternatif - yang tidak melibatkan penggunaan senjata api atau senjata lain - bagi mereka yang menolak wajib militer atas dasar keyakinan atau hati nurani, disebut conscientious objector.

Setelah keputusan itu, dakwaan terhadap ratusan pria, kebanyakan dari mereka penganut Saksi Yehova yang menolak wajib militer, dibatalkan.

Pemerintah membebaskan ratusan pria yang sudah menjalani hukuman penjara dan telah menghabiskan semua kesempatan banding mereka.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan para conscientious objector yang menjalani hukuman penjara kerap menghadapi stigma sosial, dan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan setelah hukuman penjara mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X