Arab Saudi Gagal Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Kompas.com - 15/10/2020, 09:29 WIB
Ilustrasi PBB Alexandros Michailidis / Shutterstock.comIlustrasi PBB

KOMPAS.com - Arab Saudi gagal menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia setelah kalah kumpulkan suara dalam Sidang Umum PBB

Sementara itu, China dan Rusia terpilih jadi anggota dewan HAM PBB meski kedua negara itu memiliki reputasi muram dalam isu pelanggaran HAM.

China dan Arab Saudi awalnya bersaing memperebutkan lima kursi anggota Dewan HAM. Namun dari 193 anggota PBB, hanya 90 yang mendukung Saudi, sementara 169 negara memilih Pakistan, 164 negara untuk Uzbekistan, 150 untuk Nepal dan China mendapat 139 suara.

Baca juga: China dan Rusia Jadi Anggota Dewan HAM PBB, meski Miliki Catatan Buruk

Arab Saudi banyak dikritik, lantaran dianggap membungkam pegiat HAM, oposisi atau aktivis hak perempuan.

Selain itu, Riyadh juga dinilai enggan mempertanggungjawabkan pelanggaran HAM lama, seperti pembunuhan terhadap wartawan Washington Post, Jamal Kashoggi, di Istanbul, Turki, 2018 silam.

Sarah Leah Whitson, Direktur Eksekutif Demokrasi untuk Dunia Arab Sekarang, yang ikut mendukung Kashoggi, mengatakan pewaris tahta kerajaan, Pangeran Mohammed bin Salman, menghabiskan ratusan juta dollar AS untuk memoles citranya, "supaya menutupi pelanggaran kejam ini, dan dunia internasional mempercayainya."

Baca juga: Menlu AS Mike Pompeo Desak Arab Saudi untuk Berdamai dengan Israel

"Kecuali Arab Saudi menjalankan reformasi menyeluruh untuk membebaskan tahanan politik, mengakhiri perang di Yaman dan mengizinkan partisipasi politik untuk warga biasa, negara ini akan tetap menjadi paria di tatanan dunia."

Menurut aturan PBB, kursi keanggotaan di Dewan HAM yang berjumlah 47, dialokasikan untuk memastikan keterwakilan semua satuan geografis di dunia.

Asia Pasifik misalnya mendapat 13 kursi, sementara Eropa Timur hanya enam kursi. Menurut aturan ini pula Rusia dan Kuba dipilih tanpa melalui persaingan.

Baca juga: Kritik Palestina, Apakah Arab Saudi Akan Berdamai dengan Israel?

Saat ini empat negara dipastikan memenangkan jatah kursi untuk Afrika: Pantai Gading, Malawi, Gabun dan Senegal.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game 'Among Us'

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game "Among Us"

Global
Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Global
Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Global
Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Global
Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Global
Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Global
Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Global
Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Global
Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Global
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Global
Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Global
Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Global
Bunuh Korban dengan Racun 'Napas Iblis' Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Bunuh Korban dengan Racun "Napas Iblis" Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Global
komentar
Close Ads X